Katalog Besar Tanpa Jalan Pintas
Bisnis yang produknya banyak sering menghadapi masalah yang sama ketika pertama kali membuat website. Semua produk dipajang dalam satu halaman panjang atau beberapa kategori besar, lalu pengunjung dibiarkan menggulir sendiri. Untuk katalog berisi belasan produk, cara ini masih bisa diterima. Untuk ratusan produk, pengunjung akan menyerah sebelum menemukan yang dicari.
Bayangkan seseorang mencari meja kayu jati ukuran tertentu di website pengrajin mebel yang memajang tiga ratus produk. Tanpa filter atau kolom pencarian, ia harus membuka halaman demi halaman. Kemungkinan besar ia memilih cara yang lebih cepat: menutup website dan bertanya lewat WhatsApp, atau mencari di tempat lain.
Filter dan pencarian adalah alat yang membuat katalog besar tetap mudah dipakai. Prinsip umum website yang nyaman digunakan sudah dibahas di tips desain website user friendly. Di sini fokusnya adalah apa yang didapat bisnis ketika katalognya bisa ditelusuri dengan mudah.
Pengunjung Cepat Menemukan yang Dicari
Pengunjung katalog biasanya datang dengan gambaran yang cukup spesifik. Mereka tahu jenis produk yang dibutuhkan, kisaran ukuran, bahan, warna, atau anggaran. Yang mereka butuhkan adalah cara untuk langsung menyempitkan pilihan ke produk yang relevan.
Filter memberi cara itu. Pengunjung memilih kategori, bahan, ukuran, atau rentang harga, dan katalog langsung menampilkan produk yang sesuai. Dari tiga ratus produk, tersisa belasan yang benar-benar layak dipertimbangkan. Kolom pencarian melengkapinya bagi pengunjung yang sudah tahu nama atau kode produk.
Yang perlu diperhatikan, filter harus mengikuti cara pembeli berpikir, bukan cara gudang mengelompokkan barang. Pembeli kerajinan mungkin memilih berdasarkan fungsi dan bahan, sedangkan pembeli suku cadang memilih berdasarkan tipe mesin. Coba tanyakan kepada tim penjualan: pertanyaan apa yang paling sering diajukan pembeli saat mencari produk? Jawabannya adalah daftar filter yang paling berguna.
Halaman Detail Mengurangi Pertanyaan
Setelah produk ditemukan, pengunjung membuka halaman detailnya. Di titik ini keputusan dibuat. Kalau informasinya lengkap, pengunjung bisa langsung menentukan cocok atau tidak. Kalau informasinya tipis, mereka harus bertanya, dan tidak semua orang mau repot bertanya.
Halaman detail yang rapi menampilkan foto dari beberapa sisi, ukuran, bahan, pilihan warna atau varian, dan keterangan penting lain seperti waktu produksi atau minimal pemesanan. Informasi yang biasa ditanyakan lewat chat sebaiknya dipindahkan ke halaman ini. Pengunjung mendapat jawaban lebih cepat, dan admin tidak lagi menjawab pertanyaan yang sama berulang kali.
Susunan halaman yang konsisten juga penting. Kalau setiap halaman produk menaruh ukuran dan harga di posisi yang sama, pengunjung bisa membandingkan beberapa produk dengan cepat. Gambaran umum soal susunan halaman ada di halaman website.
Katalog Tanpa Checkout Tetap Mengarahkan ke Pembelian
Tidak semua bisnis membutuhkan toko online dengan keranjang belanja dan pembayaran otomatis. Pengrajin yang menerima pesanan custom, distributor yang harganya bergantung jumlah, atau penyedia jasa yang perlu survei lebih dulu biasanya lebih cocok dengan website katalog. Transaksinya tetap terjadi lewat percakapan. Kalau volume pesanan naik dan checkout mulai dibutuhkan, tahap berikutnya adalah payment gateway di website toko online.
Meski tanpa checkout, katalog tetap harus mengarahkan pengunjung ke langkah berikutnya. Tombol pemesanan atau konsultasi lewat WhatsApp di setiap halaman produk adalah cara paling sederhana. Pesan pembukanya bisa langsung menyebut nama atau kode produk yang sedang dilihat, sehingga admin tahu produk mana yang dimaksud tanpa perlu bertanya balik. Alasan tombol WhatsApp cocok untuk transaksi semacam ini dibahas di tombol WhatsApp di website bisnis.
Kombinasi ini membuat percakapan penjualan jauh lebih efisien. Pengunjung yang menghubungi sudah menemukan produknya lewat filter, sudah membaca detailnya, dan datang dengan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya soal jumlah pesanan atau jadwal pengiriman. Begitu pesanan masuk lewat checkout, ongkos kirim bisa dihitung otomatis seperti dibahas di cek ongkir otomatis di website toko online.
Rawat Data Produknya
Filter hanya bekerja sebaik data yang mengisinya. Produk yang lupa diberi kategori atau ukuran tidak akan muncul ketika pengunjung memakai filter tersebut, walaupun sebenarnya sesuai. Tetapkan aturan pengisian data sejak awal dan pastikan setiap produk baru mengikuti aturan yang sama.
Filter, pencarian, dan tombol pemesanan WhatsApp sudah disiapkan dalam setiap website katalog produk dan jasa yang dibangun Roofel.