Redirect & HTTP Status Code
Kode status menentukan apa yang terjadi pada otoritas halaman saat URL berubah atau dihapus. Salah pilih kode, sinyal yang sudah dibangun bertahun-tahun bisa hilang tanpa peringatan.
5 artikel
Peta topik Redirect & HTTP Status Code
Redirect & HTTP Status Code · 5
Dari pengertian redirect, pemilihan kode status, sampai audit penerapannya.
- Apa Itu Redirect: Jenisnya, Cara Google Memperlakukannya, dan Kapan Dipakai
Redirect adalah pengalihan otomatis dari satu URL ke URL lain. Jenis-jenisnya termasuk meta refresh dan JavaScript, cara Google memperlakukannya, dan kesalahan umum.
- Memilih Kode Status: 301, 302, 404, atau 410 untuk Tiap Keadaan
Panduan memilih kode status HTTP saat halaman pindah, digabung, atau dihapus — beserta cara Google memperlakukan masing-masing dan bedanya 404 dengan 410.
- 404 Not Found: Penyebab, Dampaknya, dan Cara Menanganinya
404 Not Found berarti halaman tidak ditemukan. Penyebabnya, dampak sebenarnya bagi SEO, cara menanganinya, dan ciri halaman 404 yang berguna.
- Soft 404: Kenapa Berbahaya, Cara Mendeteksi, dan Cara Memperbaikinya
Soft 404 adalah halaman yang menampilkan pesan tidak ditemukan tapi mengembalikan kode 200. Penyebabnya, cara mendeteksi lewat Search Console, dan solusinya.
- Audit Redirect dan Error Handling: Apa yang Diperiksa dan Urutannya
Cara mengaudit pengalihan dan penanganan kesalahan di sebuah situs — rantai, loop, kode status yang salah, dan urutan perbaikan berdasarkan dampaknya.
Kategori terkait
Habis migrasi dan peringkat anjlok?
Roofel memetakan ulang redirect dan kode status supaya otoritas halaman lama benar-benar berpindah - bukan menguap.
Lihat jasa SEO profesional Roofel →