Skip to main content

Memilih Tema WordPress: Lima Kriteria dan Tema yang Umum Dipakai

Panduan memilih tema WordPress berdasarkan kriteria yang menentukan - ringan, struktur heading benar, dan fitur yang tidak menempel di tema - bukan berdasarkan daftar peringkat.

Memilih Tema WordPress: Lima Kriteria dan Tema yang Umum Dipakai

Cara Memilih Tema, Bukan Daftar Peringkat

Tema terbaik adalah yang paling ringan di antara yang memenuhi kebutuhan Anda — bukan yang paling banyak fiturnya.

Daftar tema yang beredar biasanya disusun berdasarkan popularitas atau jumlah fitur. Dua ukuran itu justru sering berlawanan dengan yang Anda butuhkan: tema serba bisa memuat berkas untuk puluhan fitur yang tidak akan Anda pakai, dan itu terasa di waktu muat.

Artikel ini menyusun kriterianya lebih dulu, baru menyebut tema yang biasa dipakai.

Lima Kriteria yang Menentukan

1. Ringan

Yang menentukan bukan klaim di halaman penjualan, melainkan berapa banyak berkas yang dimuat di halaman yang tidak memakai fiturnya. Tema yang baik hanya memuat yang dipakai halaman itu.

Cara memeriksanya: pasang di situs uji, buka satu halaman biasa, dan lihat berapa berkas gaya dan skrip yang dimuat.

2. Struktur heading yang benar

Tema yang memakai heading untuk mengatur ukuran huruf — bukan untuk menandai struktur — membuat hierarki halaman kacau. Ini yang sebenarnya dimaksud saat sebuah tema disebut “SEO friendly”: strukturnya benar, bukan ada fitur SEO tambahan di dalamnya.

Yang diperiksa: satu <h1> per halaman, dan judul bagian memakai tingkat yang berurutan.

3. Fitur tidak menempel di tema

Portofolio, testimoni, dan tipe konten khusus sebaiknya datang dari plugin. Kalau menempel di tema, semuanya hilang saat Anda pindah tema.

4. Masih dirawat

Periksa kapan terakhir diperbarui. Tema yang tidak disentuh setahun lebih adalah risiko keamanan, sebagus apa pun tampilannya.

5. Cocok dengan cara Anda menyunting

Tema blok kalau Anda ingin mengatur seluruh bagian situs lewat editor bawaan. Tema klasik dengan panel pengaturan kalau Anda lebih nyaman dengan pilihan yang sudah disiapkan.

Tema yang Umum Dipakai

Beberapa nama yang sering muncul di situs bisnis Indonesia dan layak dipertimbangkan:

  • Tema bawaan WordPress (seri Twenty Twenty). Gratis, dirawat langsung oleh tim WordPress, sangat ringan, dan berbentuk tema blok. Sering diremehkan padahal cukup untuk banyak situs jasa.
  • Astra — ringan, banyak dipakai, punya banyak templat siap pakai.
  • GeneratePress — dikenal karena ringan dan strukturnya bersih.
  • Kadence — ringan dengan pengaturan bawaan yang cukup lengkap.
  • Blocksy dan Neve — dua nama lain di kelompok tema ringan yang sering dibandingkan dengan ketiganya.

Semuanya punya versi gratis yang sudah cukup untuk situs jasa biasa. Versi berbayarnya menambah pilihan tampilan, bukan menambah kecepatan.

Yang Sebaiknya Dihindari

  • Tema serba bisa dari pasar templat yang menjanjikan puluhan demo. Berat, dan fiturnya menempel di temanya.
  • Tema yang mewajibkan page builder tertentu. Anda terikat dua hal sekaligus.
  • Tema premium dari sumber tidak resmi. Jalur masuk paling umum untuk kode berbahaya.
  • Memilih dari tangkapan layar demo saja. Demo diisi konten yang disiapkan; situs Anda tidak akan terlihat sama dengan isi yang sebenarnya.

Cara Mengujinya Sebelum Dipakai

  1. Pasang di situs uji, bukan langsung di situs yang hidup.
  2. Isi dengan konten Anda yang sebenarnya, bukan konten demo.
  3. Buka di ponsel dan periksa keterbacaannya.
  4. Ukur waktu muat halaman biasa, bandingkan dengan tema sekarang.
  5. Periksa struktur headingnya lewat Inspect.
  6. Coba matikan tema uji dan pastikan isi Anda tetap utuh.

FAQ

Apakah tema berbayar lebih cepat?

Tidak otomatis. Sebagian tema gratis lebih ringan daripada tema premium yang penuh fitur. Yang menentukan adalah berapa banyak yang dimuat, bukan harganya.

Berapa sering tema perlu diganti?

Saat sudah menghambat, bukan saat terasa membosankan. Pengunjung baru tidak pernah melihat versi sebelumnya.

Apakah tema menentukan peringkat?

Tidak langsung. Yang berpengaruh adalah kecepatan, struktur heading, dan kenyamanan di ponsel — dan tiga hal itu memang dipengaruhi pilihan tema.

Kebutuhan layout khusus kadang memerlukan page builder WordPress, tetapi jangan menambahkannya bila tema sudah cukup.