Cadangan yang Berguna dan Cadangan yang Cuma Terlihat Ada
Cadangan yang tidak pernah diuji pulih bukan cadangan — itu asumsi.
Ini kalimat yang layak dipegang, karena kegagalan paling umum bukan cadangan yang tidak dibuat, melainkan cadangan yang ternyata tidak bisa dipulihkan saat dibutuhkan.
Empat syarat cadangan yang benar-benar berguna:
- Berjalan otomatis, bukan mengandalkan Anda ingat.
- Tersimpan di luar server situs. Kalau yang bermasalah servernya, cadangan yang tersimpan di sana ikut hilang.
- Mencakup berkas dan basis data. Salah satu saja tidak cukup untuk memulihkan situs.
- Pernah diuji dipulihkan setidaknya sekali.
Apa yang Harus Ikut Dicadangkan
- Basis data — seluruh tulisan, halaman, pengaturan, dan data pengguna.
- Folder unggahan — semua gambar dan berkas yang Anda unggah.
- Tema dan plugin, terutama yang dimodifikasi.
- Berkas konfigurasi.
Inti WordPress bisa diunduh ulang kapan saja, jadi bukan bagian yang kritis.
Seberapa Sering
Sesuaikan dengan seberapa sering isinya berubah:
- Situs yang jarang berubah — mingguan sudah cukup.
- Blog yang terbit rutin — harian.
- Toko online — harian untuk berkas, dan basis data lebih sering, karena pesanan yang hilang tidak bisa diketik ulang.
- Selalu sebelum memperbarui apa pun — ini kebiasaan yang paling sering menyelamatkan.
Simpan beberapa versi ke belakang. Cadangan kemarin tidak menolong kalau masalahnya sudah ada sejak seminggu lalu tanpa ketahuan.
Yang Umum Dipakai
- UpdraftPlus — paling banyak dipakai, versi gratisnya sudah bisa menjadwalkan dan mengirim ke penyimpanan awan.
- BackWPup — gratis, banyak pilihan tujuan penyimpanan.
- Duplicator — kuat untuk memindahkan situs, sekaligus bisa dipakai mencadangkan.
- Cadangan bawaan hosting — banyak penyedia menyediakannya. Berguna, tapi periksa dua hal: berapa lama disimpan, dan apakah Anda bisa mengunduhnya sendiri tanpa meminta.
Ke Mana Disimpan
- Penyimpanan awan — pilihan paling umum dan paling praktis.
- Server terpisah milik Anda sendiri.
- Komputer sendiri sebagai salinan tambahan, terutama sebelum perubahan besar.
Yang tidak memenuhi syarat: disimpan di folder situs yang sama. Itu bukan cadangan, itu salinan yang ikut hilang bersama masalahnya.
Cara Menguji Pemulihan
Sekali dalam beberapa bulan, dan tidak perlu menyentuh situs yang hidup:
- Siapkan situs uji — di subdomain atau di komputer sendiri.
- Pulihkan cadangan terbaru ke sana.
- Periksa beberapa halaman, gambar, dan panel administrasinya.
- Catat berapa lama prosesnya. Ini angka yang perlu Anda tahu sebelum keadaan darurat, bukan saat itu terjadi.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengandalkan cadangan hosting tanpa memeriksa berapa lama disimpan dan apakah bisa diunduh sendiri.
- Menyimpan cadangan di server yang sama.
- Tidak pernah menguji pemulihan.
- Menyimpan hanya satu versi, yang tertimpa setiap kali cadangan baru dibuat.
- Melewatkan folder unggahan karena ukurannya besar — lalu semua gambar hilang saat dipulihkan.
FAQ
Apakah cadangan dari hosting sudah cukup?
Berguna, tapi jangan jadi satu-satunya. Periksa berapa lama disimpan dan apakah Anda bisa mengunduhnya kapan saja tanpa mengajukan permintaan.
Berapa lama cadangan perlu disimpan?
Minimal 30 hari untuk situs biasa. Masalah yang berkembang perlahan sering baru ketahuan setelah beberapa minggu.
Apakah plugin cadangan berbayar perlu?
Versi gratis sudah cukup untuk sebagian besar situs. Yang berbayar biasanya menambah penjadwalan yang lebih rapat, pemulihan sekali klik, dan dukungan — berguna untuk toko online.
Setelah cadangan aman, pilih plugin formulir WordPress seperlunya agar situs tetap ringan dan jalur inquiry tetap terjaga.