Skip to main content

Fungsi Halaman Profil, Layanan, Portofolio, dan Legalitas di Website Perusahaan

• 5 menit

Halaman profil, layanan, portofolio, dan legalitas di website perusahaan menjawab hal yang diperiksa calon klien dan panitia tender sebelum bekerja sama.

Halaman profil, layanan, portofolio, dan legalitas di website perusahaan

Website Perusahaan Diperiksa, Bukan Sekadar Dilihat

Calon klien perusahaan jarang memutuskan kerja sama dari satu kunjungan singkat. Sebelum menjadwalkan pertemuan atau mengundang ke proses pengadaan, mereka membuka website Anda dan memeriksanya dengan teliti. Siapa perusahaan ini, apa saja yang dikerjakan, pernah menangani proyek seperti apa, dan apakah badan usahanya jelas.

Website perusahaan yang hanya berisi satu halaman beranda dengan tulisan umum tidak bisa menjawab pemeriksaan semacam itu. Setiap pertanyaan tadi membutuhkan tempatnya sendiri. Di sinilah empat halaman inti, yaitu profil, layanan, portofolio, dan legalitas, memainkan perannya.

Pengertian halaman website dan jenis-jenis yang umum dibutuhkan situs bisnis sudah dibahas di halaman website, sedangkan bentuk-bentuk website bisnis ada di website bisnis dan contohnya. Yang ingin dijelaskan di sini adalah kenapa masing-masing halaman itu penting dari sudut pandang calon klien.

Profil Menjawab Pertanyaan “Siapa Anda”

Halaman profil sering ditulis sebagai formalitas: tahun berdiri, visi, misi, lalu selesai. Padahal bagi calon klien B2B, halaman ini adalah tempat mereka menilai apakah perusahaan Anda cukup serius untuk diajak bekerja sama.

Profil yang berguna menjelaskan hal konkret. Bidang apa yang ditekuni, sejak kapan, siapa orang-orang kunci di baliknya, dan di mana alamat kantornya. Foto tim atau kantor yang asli jauh lebih meyakinkan daripada foto stok yang bisa ditemukan di ratusan website lain.

Visi dan misi boleh tetap ada, tetapi jangan menjadi isi utama. Calon klien lebih tertarik pada bukti bahwa perusahaan Anda nyata dan berpengalaman daripada pada kalimat aspirasi yang mirip dengan milik pesaing.

Halaman Layanan Terpisah Memudahkan Pencarian

Kesalahan yang cukup umum adalah menumpuk semua layanan dalam satu halaman panjang. Calon klien yang hanya membutuhkan satu layanan harus menggulir melewati layanan lain untuk menemukan yang dicari, dan informasinya biasanya tipis karena harus berbagi tempat.

Halaman layanan yang terpisah memberi ruang untuk menjelaskan satu layanan secara utuh: untuk siapa, cakupannya apa, bagaimana prosesnya, dan apa yang perlu disiapkan klien. Calon klien mendapat jawaban lengkap tanpa harus bertanya dulu.

Ada manfaat lain yang tidak kalah penting. Setiap halaman layanan bisa muncul sendiri di hasil pencarian Google untuk layanan tersebut. Perusahaan konstruksi yang punya halaman terpisah untuk renovasi kantor dan pembangunan gudang memiliki dua pintu masuk dari pencarian, bukan satu. Halaman yang sama juga bisa dipakai sebagai tujuan iklan yang spesifik.

Portofolio adalah Bukti yang Dicari

Semua perusahaan mengaku berpengalaman dan profesional. Portofolio adalah tempat klaim itu dibuktikan. Calon klien biasanya langsung mencari halaman ini setelah membaca layanan, karena ingin melihat apakah Anda pernah mengerjakan proyek yang mirip dengan kebutuhan mereka.

Portofolio yang efektif tidak hanya memamerkan foto hasil akhir. Sertakan konteks singkat: jenis klien atau industrinya, masalah yang dihadapi, apa yang dikerjakan, dan hasilnya. Kalau nama klien tidak boleh disebut, jelaskan jenis usahanya. Konteks seperti ini membantu calon klien membayangkan proyek mereka sendiri.

Kelompokkan portofolio sesuai layanan agar mudah ditelusuri. Pastikan juga halaman ini diperbarui. Portofolio yang terakhir diisi beberapa tahun lalu bisa menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan masih aktif.

Legalitas untuk Kebutuhan B2B dan Tender

Halaman legalitas mungkin terasa tidak penting bagi bisnis yang melayani konsumen perorangan. Bagi perusahaan yang menyasar klien korporat, instansi, atau proyek pengadaan, halaman ini justru sering menjadi penentu.

Tim pengadaan dan panitia tender biasanya perlu memastikan calon rekanan memiliki badan usaha yang sah dan izin yang sesuai bidangnya. Informasi seperti bentuk badan usaha, Nomor Induk Berusaha, sertifikat standar, atau sertifikasi khusus bidang tertentu membantu mereka melakukan penyaringan awal tanpa harus meminta dokumen lebih dulu.

Tidak semua dokumen perlu diunggah lengkap. Nomor dan nama dokumen biasanya sudah cukup untuk verifikasi awal, sedangkan salinan lengkap bisa diberikan saat diminta. Yang penting, calon klien tahu bahwa dokumen tersebut ada dan perusahaan Anda siap diperiksa.

Susun Sesuai Pertanyaan Calon Klien

Sebelum menyusun website perusahaan, coba catat pertanyaan yang biasanya diajukan calon klien di pertemuan pertama. Hampir selalu, pertanyaan itu bisa dikelompokkan ke empat halaman tadi. Website yang sudah menjawabnya membuat pertemuan berikutnya lebih singkat dan lebih fokus.

Empat halaman inti ini menjadi kerangka setiap website company profile perusahaan yang dikerjakan Roofel. Kalau kebutuhan Anda di luar company profile, bandingkan dengan pilihan jasa pembuatan website profesional lainnya.