Skip to main content

Firewall, IDS, dan IPS di Web Server: Cara Kerja dan Batasnya

Firewall menyaring lalu lintas ke server, tapi tidak melindungi dari plugin usang. Pahami beda firewall jaringan dan WAF, peran IDS/IPS, serta batas keduanya.

Firewall, IDS, dan IPS di Web Server: Cara Kerja dan Batasnya

Firewall adalah penyaring yang memutuskan lalu lintas mana yang boleh masuk dan keluar dari server. Ia lapisan pertahanan pertama, tetapi juga lapisan yang paling sering disalahpahami — karena ada satu jenis serangan yang justru tidak bisa dicegahnya.

Apa Itu Firewall dan Bagaimana Cara Kerjanya

Firewall bekerja dengan aturan sederhana: setiap paket data yang masuk diperiksa terhadap daftar aturan, lalu diteruskan atau ditolak. Aturan itu umumnya didasarkan pada tiga hal: alamat asal, port tujuan, dan protokol yang dipakai.

Prinsip dasarnya adalah tutup semuanya, lalu buka hanya yang benar-benar dibutuhkan. Untuk sebuah web server — termasuk yang berjalan di balik paket hosting biasa — port yang perlu terbuka ke publik biasanya hanya port https dan http. Port SSH sebaiknya dibatasi hanya untuk alamat tertentu, dan port database tidak perlu terbuka ke internet sama sekali.

Dua Jenis Firewall yang Berbeda Tugasnya

Keduanya sering disebut “firewall” padahal bekerja di lapisan yang berbeda, dan memasang satu tidak menggantikan yang lain.

  • Firewall jaringan. Menyaring berdasarkan alamat dan port. Ia tahu ada koneksi masuk ke port 443, tetapi tidak tahu apa isi permintaannya. Contohnya perangkat lunak penyaring bawaan sistem operasi.
  • Firewall aplikasi web (WAF). Membaca isi permintaan HTTP dan mengenali pola serangan seperti injeksi SQL atau percobaan masuk paksa. Ia bekerja di lapisan yang jauh lebih atas.

Yang Tidak Bisa Dilakukan Firewall

Firewall jaringan tidak melindungi Anda dari plugin usang, karena serangan itu datang lewat port 443 yang memang harus terbuka.

Ini kesalahpahaman yang paling mahal. Pengunjung asli dan penyerang sama-sama datang lewat pintu yang sama, dengan permintaan yang di mata firewall jaringan terlihat serupa. Yang membedakan hanya isi permintaannya — dan isi itulah yang tidak dibaca firewall jaringan.

Dua hal lain yang di luar jangkauannya:

  • Serangan membanjiri layanan (DDoS) berskala besar. Jaringan menuju server sudah penuh sebelum firewall sempat memutuskan apa pun. Penanganannya harus di hulu, di jaringan penyedia atau di layanan penyaring di depan server.
  • Kredensial yang bocor. Kalau penyerang masuk memakai kata sandi yang benar, firewall tidak punya alasan menolaknya.

Ancaman selengkapnya dibahas di artikel ancaman keamanan server.

IDS dan IPS: Mendeteksi dan Menghentikan

Kalau firewall memutuskan berdasarkan aturan yang ditetapkan sebelumnya, sistem deteksi penyusupan bekerja dengan mengenali pola perilaku yang mencurigakan.

  • IDS (Intrusion Detection System) mengamati lalu lintas dan aktivitas, lalu memberi peringatan ketika menemukan pola yang menyerupai serangan. Ia hanya memberi tahu, tidak menghentikan.
  • IPS (Intrusion Prevention System) melakukan hal yang sama tetapi berwenang memblokir langsung.

Perbedaannya penting dalam praktik. IPS yang salah mengenali bisa memblokir pengunjung asli — atau memblokir Anda sendiri dari server Anda. Karena itu banyak yang memulai dengan mode deteksi, mengamati hasilnya beberapa waktu, baru menyalakan pemblokiran otomatis setelah aturannya terbukti tidak menimbulkan salah tangkap.

Untuk kebanyakan website, bentuk paling praktis dari gagasan ini adalah perangkat pemblokir percobaan masuk paksa — program yang membaca log dan memblokir sementara alamat yang berkali-kali gagal login. Ringan, tidak perlu penyetelan rumit, dan menutup ancaman yang paling sering benar-benar terjadi.

Apa yang Bisa Anda Lakukan di Shared Hosting

Di shared hosting, firewall server dikelola penyedia dan tidak bisa Anda atur. Yang tetap berada di tangan Anda:

  1. Pasang firewall aplikasi web lewat layanan CDN di depan situs atau lewat plugin keamanan.
  2. Batasi percobaan login di aplikasi, dan aktifkan autentikasi dua langkah.
  3. Tanyakan ke penyedia apakah pemblokir percobaan masuk paksa sudah aktif di sisi mereka.

Di VPS, seluruh lapisan ini menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Aturan firewall ditulis berdasarkan alamat dan port, jadi memahami alamat IP beserta pembagiannya adalah syarat sebelum menulis aturan yang benar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah firewall bawaan sistem operasi sudah cukup? Untuk menutup port yang tidak perlu, ya. Untuk melindungi aplikasi web dari injeksi SQL atau percobaan masuk paksa, tidak — itu tugas firewall aplikasi web.

Apakah plugin keamanan WordPress termasuk firewall? Sebagian besar berfungsi sebagai firewall aplikasi web yang berjalan di dalam PHP. Ia membantu, tetapi bekerja setelah permintaan sampai ke aplikasi, jadi lebih ringan kalau penyaringan dilakukan di depan situs.

Apakah memblokir seluruh alamat dari negara tertentu efektif? Mengurangi kebisingan di log, tetapi bukan pertahanan yang bisa diandalkan — penyerang bisa berpindah alamat dengan mudah, dan Anda berisiko memblokir pengunjung asli.

Apakah firewall memperlambat website? Firewall jaringan pengaruhnya tidak terasa. Firewall aplikasi web menambah sedikit waktu pemrosesan karena setiap permintaan diperiksa isinya, tetapi selisihnya kecil dibanding manfaatnya.