Framework? Pengertian Fungsi, Jenis dan Contoh nya | Update Terbaru

Yuda Prima Jasa
Framework? Pengertian Fungsi, Jenis dan Contoh nya

Framework website adalah kerangka kerja perangkat lunak yang digunakan untuk mempermudah pengembangan, perancangan, dan pengelolaan situs web. Kenali jenis, fungsi dan contoh framework terbaru di artikel ini.


Pengertian Framework

Framework adalah kumpulan kode program dan pustaka yang sudah jadi yang dapat digunakan kembali untuk membangun sebuah website dan aplikasi. Framework menyediakan fondasi serta kerangka dasar untuk pengembangan aplikasi.

Dengan menggunakan framework, developer tidak perlu membuat kode dasar dari awal karena sudah disediakan oleh framework. Developer hanya perlu fokus pada logika bisnis aplikasi yang sedang dibangun.

Kegunaan utama dari framework adalah mempercepat waktu pengembangan aplikasi. Selain itu, framework juga membantu untuk:

  • Mengurangi bug karena menggunakan kode yang sudah teruji.
  • Mengikuti best practice dalam pengembangan perangkat lunak.
  • Mempermudah maintenance karena ada standar kode yang digunakan.
  • Mempermudah penambahan fitur di kemudian hari.

Dengan memanfaatkan framework, pengembang software atau pembuat website profesional dapat fokus pada logika bisnis aplikasi tanpa harus membuat semuanya dari awal.

Fungsi Framework

Framework memiliki beberapa fungsi utama:

  • Membantu proses development. Framework menyediakan komponen-komponen siap pakai seperti library, tool, dan lainnya yang memudahkan developer dalam membangun aplikasi. Developer tidak perlu membuat semua komponen dari awal.
  • Mempercepat waktu pengerjaan. Dengan memanfaatkan komponen yang sudah ada di framework, waktu pengembangan aplikasi menjadi lebih singkat. Developer bisa fokus pada logika bisnis aplikasi.
  • Menstandarisasi kode program. Framework memiliki standar penulisan kode yang harus diikuti. Ini membuat kode program lebih terstruktur dan mudah dibaca. Developer baru juga lebih cepat memahami kode program.

Cara Kerja Framework

Secara umum, framework bekerja dengan menyediakan kumpulan kode, library, dan tool yang sudah dibuat untuk mempermudah dan mempercepat proses development. Developer tidak perlu membuat semua kode dari awal, tapi bisa memanfaatkan kode yang sudah ada di framework.

Berikut cara kerja framework secara umum:

  • Framework menyediakan kerangka dasar aplikasi yang terdiri dari kode inti, library, konfigurasi, dan script.
  • Developer memanggil dan menggunakan kode yang dibutuhkan dari framework untuk membangun aplikasi.
  • Kode yang ditulis developer akan berinteraksi dengan kode framework melalui antarmuka (interface) yang sudah ditentukan.
  • Framework mengelola komponen seperti routing, input processing, output rendering, dan lainnya di balik layar.
  • Developer fokus menulis logika bisnis aplikasi, sedangkan framework yang mengurus siklus request-response.

Jadi intinya, framework menyediakan fondasi dan kerangka aplikasi, sementara developer mengisi bagian spesifik aplikasi dengan memanfaatkan fasilitas dari framework. Interaksi terjadi melalui antarmuka yang sudah disediakan framework.

Tipe-Tipe Framework

Web Framework

  • Web framework digunakan untuk membangun dan mengembangkan aplikasi web. Beberapa contoh populer:
    • Django (Python)
    • Ruby on Rails (Ruby)
    • Laravel (PHP)
    • Express (Node.js)
  • Web framework menyediakan struktur dan komponen siap pakai seperti router, templating engine, ORM, autentikasi, dan lainnya.

Mobile Framework

  • Mobile framework digunakan untuk pengembangan aplikasi mobile. Beberapa contoh terkenal:
    • React Native (JavaScript)
    • Flutter (Dart)
    • Xamarin (C#)
    • Ionic (JavaScript)
  • Mobile framework memungkinkan pengembang membangun UI native untuk iOS dan Android menggunakan satu basis kode.

Desktop Framework

  • Desktop framework digunakan untuk membangun aplikasi desktop. Beberapa contoh:
    • Electron (JavaScript)
    • Qt (C++)
    • wxWidgets (C++)
    • Java Swing & JavaFX
  • Desktop framework menyediakan API untuk membangun UI, akses sistem operasi, dan fitur desktop lainnya.

Testing Framework

  • Testing framework digunakan untuk otomatisasi pengujian perangkat lunak. Beberapa contoh:
    • JUnit (Java)
    • NUnit (.NET)
    • PyTest (Python)
    • Mocha (JavaScript)
  • Testing framework menyediakan infrastruktur dan utilitas untuk menjalankan dan melaporkan hasil pengujian. Memudahkan verifikasi fungsionalitas aplikasi.

Framework CSS

Framework CSS, seperti Tailwind CSS dan Bulma, fokus pada desain dan gaya visual sebuah situs web. Mereka menyediakan kumpulan kelas-kelas yang dapat digunakan untuk mempercepat proses styling dan membuat situs web terlihat konsisten di berbagai perangkat.

Jenis-Jenis Web Framework

Framework web sangat membantu developer dalam membangun aplikasi web dengan lebih cepat dan terstruktur. Berikut adalah beberapa jenis framework web yang populer digunakan:

  • React
    React dikembangkan oleh Facebook dan menggunakan konsep Virtual DOM untuk rendering yang lebih cepat. Cocok untuk membangun antarmuka pengguna yang interaktif.
  • Vue
    Vue juga menggunakan Virtual DOM sama seperti React. Tetapi lebih mudah dipelajari karena lebih sederhana. Vue juga lebih fleksibel karena bisa digunakan sebagai library atau framework penuh.
  • Angular
    Dikembangkan oleh Google, Angular menggunakan TypeScript yang memudahkan dalam membangun aplikasi skala besar. Angular cocok untuk projek enterprise.
  • Django Framework Python populer untuk pengembangan web. Dilengkapi banyak fitur seperti sistem admin out of the box. Sangat cocok untuk projek yang memerlukan database.
  • Laravel Framework PHP yang banyak digunakan karena sintaks elegan dan banyak fitur. Laravel cocok untuk membangun aplikasi web kompleks dengan cepat.

Jenis-Jenis Mobile Framework

Saat ini banyak sekali framework yang bisa digunakan untuk membangun aplikasi mobile, diantaranya:

  • React Native
    React Native merupakan framework mobile yang dikembangkan oleh Facebook. Framework ini menggunakan React sebagai inti, sehingga memungkinkan untuk membangun UI mobile menggunakan komponen React. Kelebihan utama React Native adalah bisa code once, run on both Android dan iOS.
  • Flutter
    Flutter dikembangkan oleh Google untuk membangun aplikasi native Android dan iOS. Flutter menggunakan bahasa Dart dan memiliki widget sendiri sehingga tampilan aplikasi bisa dikustomisasi dengan mudah. Flutter juga support hot reload sehingga developer bisa melihat perubahan secara real-time.
  • Ionic Ionic merupakan framework mobile hybrid yang bersifat open source. Ionic menggunakan web technology seperti HTML, CSS dan JavaScript sehingga cocok untuk developer web yang ingin membuat aplikasi mobile. Ionic juga support banyak fitur native seperti kamera, GPS, dll.
  • Xamarin Xamarin dikembangkan oleh Microsoft untuk membangun aplikasi mobile native Android, iOS dan Windows menggunakan bahasa C#. Xamarin memungkinkan code sharing di berbagai platform mobile. Xamarin juga memiliki binding native untuk mengakses fitur Android dan iOS.

Jenis-Jenis Desktop Framework

Desktop framework memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi desktop multiplatform. Beberapa jenis desktop framework populer:

  • Electron
    Electron merupakan framework open source yang dibangun di atas Node.js dan Chromium. Framework ini memungkinkan pengembang membangun aplikasi desktop menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Beberapa aplikasi terkenal yang dibangun dengan Electron antara lain Visual Studio Code, Slack, dan Discord.
  • Qt
    Qt adalah salah satu framework desktop paling populer yang ditulis dalam C++. Qt mendukung pengembangan aplikasi lintas platform seperti Windows, MacOS, Linux, Android dan iOS. Framework ini menyediakan banyak fitur seperti GUI, networking, database, dan lainnya. Beberapa aplikasi besar seperti Autodesk Maya, VLC Media Player, dan Skype dibangun dengan Qt.
  • wxWidgets
    wxWidgets merupakan toolkit C++ lintas platform dan open source untuk pengembangan GUI. wxWidgets sangat fleksibel dan mendukung banyak sistem operasi termasuk Windows, Mac OS X, Linux dan Unix. Fitur-fitur inti wxWidgets meliputi dukungan untuk jendela, kontrol, serta grafik 2D. Contoh aplikasi yang menggunakan wxWidgets antara lain Audacity, FileZilla, dan Code::Blocks.

Jenis-Jenis Testing Framework

Testing framework sangat penting dalam proses pengembangan perangkat lunak modern. Framework testing memungkinkan pengembang untuk mengotomatiskan proses testing sehingga lebih efisien. Beberapa testing framework populer:

  • JUnit
    JUnit adalah salah satu testing framework paling populer untuk Java. Ini memungkinkan pengembangan test case dan menjalankan unit test secara otomatis. JUnit sangat berguna untuk test driven development.
  • TestNG
    TestNG adalah alternatif open source untuk JUnit yang menyediakan fitur tambahan seperti annotations, test grouping, parameterization, dan lainnya. Ini mendukung testing di Java, .NET, dan teknologi lainnya.
  • Selenium
    Selenium adalah automation testing tool yang digunakan untuk menguji aplikasi web. Ini menyediakan berbagai fitur untuk mengotomatisasi browser, menjalankan test case, dan melakukan validasi UI. Selenium mendukung banyak bahasa pemrograman.
  • Jest
    Jest adalah framework testing populer untuk JavaScript. Ini memudahkan pengembang untuk menulis dan menjalankan test untuk React, Node, dan aplikasi JavaScript lainnya. Jest menyediakan built-in assertion library, mocking, dan coverage report.

Kelebihan Menggunakan Framework

Framework memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya digemari oleh banyak developer, diantaranya:

  • Mempercepat development - Framework menyediakan kode, library, dan struktur yang sudah siap pakai. Developer tidak perlu membuat semuanya dari awal dan dapat fokus pada logika aplikasi. Hal ini sangat mempercepat proses development.
  • Standarisasi kode program - Framework mendorong penggunaan standar dan best practice dalam pengkodean. Hal ini membuat kode menjadi lebih terstruktur, konsisten, dan mudah dipelihara.
  • Komunitas yang besar - Kebanyakan framework populer memiliki komunitas yang sangat besar. Developer dapat dengan mudah mencari tutorial, contoh kode, dan bantuan dari komunitas tersebut.

Kekurangan Menggunakan Framework

  • Perlu waktu belajar framework. Sebelum dapat menggunakan sebuah framework dengan baik, developer perlu meluangkan waktu untuk mempelajari konsep dan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Ini tentu memerlukan investasi waktu dan upaya lebih besar dibandingkan langsung menulis kode secara native.
  • Kurang fleksibel dibanding native development. Karena sudah mengikuti pola dan aturan tertentu dalam framework, terkadang developer merasa kurang bebas dan fleksibel dalam mengembangkan aplikasi. Misalnya sulit melakukan customisasi di luar fitur yang disediakan framework.

Kesimpulan

Pemahaman yang kuat tentang framework website sangat penting bagi siapa pun yang terlibat dalam pengembangan web. Dengan menggunakan framework yang tepat, pengembang dapat meningkatkan produktivitas, memastikan konsistensi, menjamin keamanan, dan mempercepat pembelajaran. Dengan memilih dan memahami framework dengan baik, Anda dapat membangun situs web yang tangguh dan berkinerja tinggi.

Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi berbagai jenis framework website yang tersedia dan temukan yang paling sesuai dengan kebutuhan pengembangan web Anda!

Jika tidak memiliki banyak waktu untuk mengembangkan website, Tim jasa pembuatan website UMKM Profesional Roofel siap membantu anda.