Skip to main content

Cara Menargetkan Audiens yang Spesifik di Iklan Media Sosial dan Google Ads

•
• 6 menit

Langkah menargetkan audiens iklan secara spesifik, jenis targeting di Meta, TikTok, dan LinkedIn, cara kerja targeting di Google Ads, serta kesalahan targeting yang terlalu sempit.

Cara Menargetkan Audiens yang Spesifik di Iklan Media Sosial dan Google Ads

Cara Menargetkan Audiens Iklan yang Spesifik

Audiens iklan yang spesifik didapat dengan memulai dari data pelanggan yang sudah ada, memilih kanal yang sesuai dengan cara audiens mencari, lalu menyusun targeting secara berlapis dan mengujinya. Targeting yang baik bukan yang paling sempit, tetapi yang paling dekat dengan orang yang benar-benar mungkin membeli.

  1. Mulai dari data pelanggan. Lihat siapa yang selama ini membeli: lokasi, usia, pekerjaan, dan alasan mereka membeli. Dari situ susun persona sederhana. Langkahnya dibahas di cara mengidentifikasi target audience yang tepat.
  2. Pilih kanal sesuai cara audiens mencari. Orang yang sudah tahu kebutuhannya biasanya mencari di Google, sehingga lebih tepat dijangkau lewat iklan pencarian. Orang yang belum sadar butuh lebih mudah dijangkau lewat iklan media sosial berdasarkan profil dan minatnya.
  3. Atur lapisan dasar. Tentukan lokasi, rentang usia, dan bahasa. Untuk bisnis lokal, lokasi atau radius dari alamat usaha sering menjadi pengaturan paling penting.
  4. Tambahkan minat dan perilaku. Pilih minat atau kebiasaan yang berkaitan langsung dengan produk, bukan sekadar topik yang mirip.
  5. Pakai data sendiri. Pengunjung website, daftar pelanggan, dan orang yang pernah berinteraksi dengan akun bisnis bisa dijadikan audiens khusus untuk retargeting. Pelacakannya membutuhkan pixel, yang dibahas di manfaat pixel tracking di landing page iklan.
  6. Perluas dengan audiens serupa. Dari daftar pelanggan terbaik, platform bisa mencari orang baru dengan karakteristik serupa.
  7. Uji dan sempitkan berdasarkan hasil. Jalankan beberapa set audiens dengan materi yang sama, lalu pertahankan yang menghasilkan biaya per hasil paling rendah. Cara pengujiannya ada di A/B testing.

Jenis Targeting di Iklan Media Sosial

Iklan media sosial menargetkan orang berdasarkan siapa mereka dan apa yang mereka lakukan di platform: demografi, lokasi, minat, perilaku, data milik pengiklan, dan audiens serupa. Setiap platform menyediakan kombinasi yang sedikit berbeda.

  • Demografi. Usia, jenis kelamin, bahasa, dan pada beberapa platform, pendidikan atau status hubungan.
  • Lokasi. Negara, kota, atau radius tertentu dari sebuah titik.
  • Minat dan perilaku. Disimpulkan platform dari halaman yang diikuti, konten yang ditonton, dan aktivitas pengguna.
  • Custom Audience. Daftar pelanggan yang diunggah, pengunjung website, atau orang yang pernah berinteraksi dengan akun dan iklan Anda.
  • Lookalike Audience. Orang baru yang mirip dengan sumber audiens tertentu, misalnya daftar pembeli.
  • Penempatan dan waktu. Pilihan tempat iklan tampil, misalnya Feed atau Stories, serta jadwal tayang pada jam tertentu.

Perbedaan antarplatform cukup jelas. Meta (Facebook dan Instagram) kuat di minat dan data pengiklan, TikTok kuat di minat dan perilaku menonton video, sedangkan LinkedIn bisa menargetkan jabatan, industri, dan ukuran perusahaan, sehingga cocok untuk B2B. Di Meta, sistem kini makin banyak mengambil alih lewat Advantage+ audience, sehingga pengaturan minat sering diperlakukan sebagai saran, bukan batas mati. Dasar pembuatan iklannya dibahas di apa itu iklan Facebook, dan gambaran kanal sosial secara umum ada di social media advertising.

Targeting di Google Ads

Targeting di Google Ads berangkat dari niat: iklan pencarian tampil berdasarkan kata kunci yang diketik orang, lalu dipersempit dengan lokasi, bahasa, jadwal, dan segmen audiens. Karena itu, pemilihan kata kunci menjadi bentuk targeting yang paling menentukan di iklan pencarian.

  • Kata kunci. Menentukan pencarian mana yang memicu iklan. Kata kunci negatif mencegah iklan tampil untuk pencarian yang tidak relevan.
  • Lokasi dan bahasa. Membatasi iklan pada wilayah layanan dan bahasa audiens.
  • Jadwal iklan. Menayangkan iklan hanya pada jam dan hari tertentu, misalnya saat tim bisa membalas telepon.
  • Segmen audiens. Orang yang sedang aktif mencari produk tertentu, minat jangka panjang, atau data milik pengiklan seperti pengunjung website dan daftar pelanggan.

Model biaya dan cara kerja iklan pencarian dibahas di PPC adalah dan SEM adalah.

Kesalahan Targeting yang Paling Sering Terjadi

Kesalahan paling sering adalah membuat audiens terlalu sempit sejak awal. Audiens yang terlalu kecil membuat iklan cepat jenuh, biaya per hasil naik, dan sistem platform tidak punya cukup data untuk belajar.

Kesalahan kedua adalah menumpuk terlalu banyak minat dalam satu set iklan, sehingga hasilnya tidak bisa dibaca: tidak jelas minat mana yang sebenarnya bekerja. Lebih aman memisahkan beberapa kelompok audiens, mengujinya dengan materi yang sama, lalu menyempitkan berdasarkan data.

Kesalahan ketiga adalah melupakan halaman tujuan. Targeting yang tepat tetap terbuang kalau orang yang mengklik mendarat di halaman yang tidak sesuai dengan janji iklannya. Untuk iklan pencarian, keselarasan ini dibahas di landing page sesuai intent dan Quality Score Google Ads.