Skip to main content

Cara Memvalidasi Schema Markup: Alat, Urutan, dan Arti Tiap Kesalahan

Panduan memeriksa schema markup — beda Rich Results Test dan Schema Markup Validator, arti error dan warning, serta cara memantaunya di Search Console.

Cara Memvalidasi Schema Markup: Alat, Urutan, dan Arti Tiap Kesalahan

Dua Alat yang Sering Tertukar

Rich Results Test memeriksa apakah halaman layak tampil sebagai hasil kaya di Google; Schema Markup Validator memeriksa apakah penandaannya sah menurut standar schema.org. Keduanya bisa memberi jawaban yang berbeda pada halaman yang sama.

Perbedaan itu yang menjelaskan kebingungan yang sering terjadi:

  • Penandaan sah tapi tidak layak hasil kaya — misalnya jenis yang memang tidak punya bentuk hasil kaya, atau properti wajib Google belum terisi.
  • Layak hasil kaya tapi ada peringatan di validator — beberapa properti schema.org yang tidak dipakai Google bisa dianggap tidak lengkap tanpa berpengaruh apa pun.

Untuk keperluan SEO, Rich Results Test yang jadi acuan. Validator dipakai kalau Anda perlu memastikan penandaannya benar secara standar, misalnya karena dipakai sistem lain di luar Google.

Mulai dari pemahaman schema markup agar jenis yang diuji memang sesuai halaman dan punya peluang hasil kaya.

Urutan Pemeriksaan

  1. Jalankan Rich Results Test pada alamat halamannya, bukan pada potongan kode. Menguji alamat memastikan penandaan yang benar-benar terkirim yang diperiksa.
  2. Lihat jenis yang terdeteksi. Kalau jenis yang Anda pasang tidak muncul di daftar, penandaannya tidak terbaca sama sekali.
  3. Periksa kesalahan lebih dulu, baru peringatan.
  4. Bandingkan dengan isi halaman. Alat tidak bisa memeriksa apakah penandaan cocok dengan yang terlihat pengunjung — itu pemeriksaan manual.
  5. Periksa hasil rendering kalau penandaannya disisipkan lewat JavaScript.
  6. Ulangi untuk satu halaman contoh dari tiap templat, bukan satu halaman saja. Masalah penandaan hampir selalu berpola.

Arti Error dan Warning

  • Error — properti wajib hilang atau nilainya salah bentuk. Selama ada error, halaman tidak layak tampil sebagai hasil kaya untuk jenis itu. Ini yang harus diperbaiki.
  • Warning — properti yang dianjurkan tapi tidak wajib. Halaman tetap layak, dan tampilannya bisa jadi kurang lengkap. Perbaiki kalau mudah, jangan tunda peluncuran karenanya.

Kekeliruan yang umum: memperlakukan peringatan sebagai kegagalan, lalu menghabiskan waktu mengisi properti yang tidak mengubah apa pun.

Setelah validasi teknis, periksa juga apakah ekspektasi hasilnya masuk akal. Rich snippets menjelaskan bahwa markup valid tetap tidak menjamin tampilan khusus di SERP.

Kesalahan yang Paling Sering Ditemukan

  • Properti wajib kosong — nama, gambar, atau harga yang tidak terisi karena datanya memang tidak ada di halaman.
  • Penandaan ganda dari tema dan plugin yang sama-sama memasangnya, sehingga satu halaman punya dua blok yang saling bertentangan.
  • Format tanggal yang salah, yang harus mengikuti standar ISO.
  • Harga ditulis dengan simbol mata uang di dalam nilai angkanya.
  • Penandaan menyebut hal yang tidak ada di halaman — ini pelanggaran pedoman, bukan sekadar kesalahan teknis.
  • Penandaan tertinggal dari templat contoh, lengkap dengan nama bisnis yang bukan milik Anda.

Yang terakhir lebih sering terjadi daripada yang diperkirakan, dan biasanya baru ketahuan saat divalidasi.

Memantau di Search Console

Alat pengujian memeriksa satu halaman; Search Console menunjukkan keadaan seluruh situs.

  • Laporan hasil kaya per jenis menampilkan berapa halaman yang sah, berapa yang punya peringatan, dan berapa yang bermasalah.
  • Kesalahan dikelompokkan berdasarkan jenisnya, sehingga langsung terlihat apakah masalahnya berpola.
  • Ada grafik waktu, yang berguna untuk mengetahui perubahan mana yang memicunya.
  • Tersedia tombol validasi ulang setelah perbaikan diterbitkan.

Alur yang efisien: temukan pola di Search Console, perbaiki di templat, uji satu halaman contoh dengan Rich Results Test, lalu minta validasi ulang.

Pertanyaan Umum Seputar Validasi Schema

Apakah lolos validasi berarti hasil kaya pasti muncul?

Tidak. Lolos validasi berarti halamannya layak. Google tetap menentukan sendiri kapan menampilkannya.

Kenapa Rich Results Test tidak mendeteksi penandaan saya?

Paling sering karena penandaannya disisipkan lewat JavaScript dan gagal terbaca, atau karena halamannya memerlukan autentikasi. Uji dengan alamat publik dan periksa hasil rendernya.

Perlukah memperbaiki semua peringatan?

Tidak. Peringatan tidak menghalangi kelayakan. Perbaiki yang datanya memang tersedia, dan abaikan yang menuntut informasi yang tidak Anda punya.