Contoh Penggunaan Tools untuk Mengetahui Minat Target Audience dalam Strategi Pemasaran | Roofel

Yuda Prima Jasa
Contoh Penggunaan Tools untuk Mengetahui Minat Target Audience dalam Strategi Pemasaran

Berikut adalah contoh penggunaan berbagai tools dalam strategi pemasaran untuk mengidentifikasi jenis konten yang diminati oleh target audience Anda.


Untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, Anda harus memahami minat dan preferensi target audience Anda. Berikut adalah contoh penggunaan berbagai tools dalam strategi pemasaran untuk mengidentifikasi jenis konten yang diminati oleh target audience Anda.

1. Google Analytics

a. Analisis Trafik

Dengan Google Analytics, Anda dapat memantau trafik situs web Anda. Contoh: Jika Anda mendapati bahwa artikel blog tentang "Tips Pemasaran di Instagram" mendapatkan page views dan time-on-page yang tinggi, ini menunjukkan bahwa audience Anda tertarik pada topik tersebut. Anda bisa membuat lebih banyak konten terkait atau memperdalam topik tersebut.

b. Content Drilldown

Menggunakan Content Drilldown, Anda bisa melihat halaman atau artikel mana yang mendapatkan engagement paling tinggi. Contoh: Jika halaman “Panduan Lengkap SEO” memiliki bounce rate yang rendah dan waktu per sesi yang tinggi, fokuslah untuk menulis lebih banyak konten SEO yang mendalam.

a. Mengetahui Topik Populer

Google Trends membantu Anda mengidentifikasi topik yang sedang populer di kalangan target audience. Contoh: Jika Anda melihat lonjakan pencarian untuk “Sustainable Living,” Anda bisa membuat artikel, video, atau infografis tentang tips hidup berkelanjutan.

b. Analisis Regional

Gunakan analis regional untuk menargetkan konten berdasarkan lokasi. Contoh: Jika tren "Vegan Recipes" lebih populer di wilayah Anda, buatlah konten yang fokus pada resep-resep vegan lokal.

3. BuzzSumo

a. Analisis Konten Terbaik

BuzzSumo menunjukkan konten yang paling banyak dibagikan di media sosial. Contoh: Jika infografis tentang "Manfaat Meditasi" banyak dibagikan, pertimbangkan untuk membuat lebih banyak infografis terkait topik kesehatan dan kebugaran.

b. Influencer Insights

Temukan influencer yang membahas topik serupa. Contoh: Berkolaborasi dengan influencer yang memiliki follower besar di niche kesehatan untuk membagikan konten Anda tentang “Panduan Meditasi untuk Pemula.”

4. Social Media Analytics

a. Facebook Insights

Pantau performa postingan Anda untuk melihat mana yang paling menarik. Contoh: Jika postingan tentang “Cerita Sukses Pengguna Produk Anda” mendapatkan banyak likes dan shares, ceritakan lebih banyak kisah sukses serupa.

b. Instagram Insights

Gunakan data engagement dari Instagram Insights. Contoh: Jika reels dengan tips kecantikan cepat mendapatkan banyak views, buat lebih banyak reels dengan tips dan trik kecantikan serupa.

c. Twitter Analytics

Lihat tweet mana yang mendapatkan engagement tinggi. Contoh: Jika tweet tentang tren teknologi terbaru mendapatkan banyak engagement, teruslah pos tentang tren teknologi.

5. Ahrefs

a. Riset Kata Kunci

Gunakan Ahrefs untuk menemukan kata kunci yang banyak dicari. Contoh: Jika kata kunci “Pemasaran Digital untuk Pemula” memiliki volume pencarian tinggi, buat artikel atau video yang membahas dasar-dasar pemasaran digital.

b. Content Explorer

Temukan konten yang sedang tren. Contoh: Jika artikel “Keuntungan Menggunakan AI dalam Bisnis” banyak dibagikan, buat konten mendalam tentang penggunaan AI dalam berbagai industri.

6. SEMrush

a. Analisis Kompetitor

Analisis kompetitor untuk melihat konten apa yang paling sukses bagi mereka. Contoh: Jika kompetitor Anda mendapatkan banyak traffic dari artikel “Strategi SEO untuk Bisnis Kecil”, buatlah panduan SEO yang lebih komprehensif.

b. Topic Research

Gunakan fitur Topic Research untuk menemukan ide konten. Contoh: Jika ada banyak pencarian tentang “Tren Fashion 2023”, buatlah konten yang memprediksi tren fashion dan bagaimana cara mengikuti tren tersebut.

7. Survey Tools

a. SurveyMonkey

Membuat survei untuk mendapatkan feedback dari audience. Contoh: Kirimkan survei untuk menanyakan topik apa yang ingin mereka lihat di blog Anda atau topik mana yang kurang menarik bagi mereka.

b. Typeform

Gunakan Typeform untuk survei yang lebih interaktif. Contoh: Tanyakan kepada pengguna apa yang mereka sukai dari produk atau konten Anda dan perubahan apa yang mereka inginkan.

8. Email Marketing Analytics

a. Mailchimp

Gunakan Mailchimp untuk melihat mana email campaign yang paling berhasil. Contoh: Jika email dengan subjek “Penawaran Spesial Bulan Ini” mendapatkan open rate tinggi, buat