Skip to main content

Digital PR dan Press Release untuk Backlink: Mana yang Boleh Menurut Google

Digital PR bisa menghasilkan backlink otoritas tinggi, tapi distribusi siaran pers dengan anchor yang dioptimasi justru masuk daftar skema tautan Google. Ini batasnya.

Digital PR dan Press Release untuk Backlink: Mana yang Boleh Menurut Google

Apa Itu Digital PR dalam Konteks SEO?

Digital PR adalah upaya mendapatkan liputan dari media dan penerbit online dengan menyediakan sesuatu yang memang layak diberitakan, dan backlink adalah efek sampingnya — bukan tujuan yang dinyatakan.

Bedanya dengan outreach link building ada pada apa yang ditawarkan. Outreach menghubungi pemilik situs dan meminta tautan ke halaman yang sudah ada. Digital PR menghubungi jurnalis dan menawarkan bahan berita: data baru, temuan, atau peristiwa. Yang pertama meminta bantuan, yang kedua memberi bahan kerja.

Perbedaan itu bukan soal sopan santun. Itu yang menentukan tingkat balasan, dan juga yang menentukan apakah praktiknya melanggar kebijakan Google atau tidak.

Batas yang Ditarik Google

Ini bagian yang paling sering dilewati panduan berbahasa Indonesia. Dalam kebijakan spam-nya, Google secara khusus menyebut sebagai skema tautan:

tautan dengan anchor text yang dioptimasi di dalam artikel, guest post, atau siaran pers yang didistribusikan ke situs lain.

Artinya, praktik yang paling umum dijual sebagai “jasa press release SEO” — menulis satu siaran pers berisi anchor kata kunci, lalu menyebarkannya ke puluhan situs distribusi — persis masuk kategori yang dilarang.

Yang tidak dilarang:

  • Menerbitkan siaran pers untuk tujuan humas sungguhan, dengan tautan yang ditandai rel="sponsored" atau rel="nofollow" pada jaringan distribusi berbayar.
  • Mendapat liputan editorial karena jurnalis memutuskan sendiri untuk menulis dan menautkan.

Perbedaannya bukan pada format tulisannya, melainkan pada siapa yang memutuskan tautan itu ada. Kalau Anda yang membayar dan menentukan anchor-nya, itu tautan berbayar dan wajib ditandai. Kalau redaksi yang menulis atas penilaiannya sendiri, itu tautan editorial.

Kenapa Jalur Ini Masih Layak Dikerjakan

Meski bobot tautan sudah dikoreksi — Gary Illyes dari Google menyatakan pada 2023 bahwa tautan bukan tiga besar faktor peringkat — digital PR tetap punya alasan berdiri:

  • Tautan dari media umumnya editorial, jenis yang paling sulit dipalsukan dan paling tidak mungkin dibatalkan sistem antispam.
  • Satu liputan sering menghasilkan banyak tautan, karena media lain mengutip yang pertama.
  • Penyebutan merek ikut naik, dan ini makin relevan sejak mesin pencari berbasis AI menghitung seberapa sering sebuah merek disebut, dengan atau tanpa tautan.
  • Hasilnya tidak hilang saat anggaran habis, berbeda dengan penempatan berbayar.

Cara Menjalankannya

  1. Cari sesuatu yang memang belum ada di publik. Data internal yang boleh dibagikan, survei kecil ke pelanggan sendiri, atau kompilasi angka yang selama ini tersebar. Ini bagian tersulit dan tidak bisa dilewati — tanpa bahan, sisanya cuma mengirim email.
  2. Kemas jadi bahan yang siap dipakai jurnalis. Angka utama di paragraf pertama, metodologi singkat, grafik yang bisa langsung dikutip, dan kontak yang bisa dihubungi hari itu juga.
  3. Susun daftar media dan penulis yang tepat. Bukan daftar media besar, tapi daftar orang yang pernah menulis topik serupa dalam enam bulan terakhir. Untuk pasar Indonesia, media industri dan media daerah sering lebih responsif daripada media nasional.
  4. Kirim pesan pendek dan spesifik. Subjek yang menyebut temuannya, tiga kalimat isi, tautan ke bahan lengkap. Lampiran berat dan pembukaan basa-basi adalah dua alasan paling umum email tidak dibaca.
  5. Siapkan orang yang bisa diwawancara. Banyak liputan batal bukan karena bahannya lemah, tapi karena tidak ada yang bisa dimintai kutipan dalam tenggat jurnalisnya.
  6. Catat hasilnya dalam dua kolom terpisah: liputan yang menautkan, dan liputan yang menyebut tanpa menautkan. Kolom kedua adalah bahan tindak lanjut, dan sering lebih besar dari yang pertama.

Soal HARO dan Layanan Sejenis

Banyak panduan masih menyarankan HARO sebagai jalur cepat mendapat kutipan media. Perlu diperbarui: HARO diganti nama jadi Connectively pada 2024, lalu dihentikan pada 9 Desember 2024. Cision kemudian menjual mereknya ke Featured.com pada April 2025.

Terlepas dari status terbarunya, jalur ini selalu didominasi media berbahasa Inggris. Untuk bisnis yang menyasar pembaca Indonesia, hubungan langsung dengan jurnalis dan media industri lokal jauh lebih menentukan daripada berlangganan platform mana pun.

Kesalahan yang Paling Mahal

  • Membeli paket distribusi siaran pers untuk backlink. Selain masuk kategori skema tautan, tautannya biasanya dibatalkan — dan sejak 2022 Google menyatakan manfaat peringkat dari tautan yang dibatalkan hilang serta tidak bisa dikembalikan.
  • Menyisipkan anchor kata kunci ke dalam siaran pers. Ini penanda paling jelas bahwa tulisannya dibuat untuk mesin, bukan untuk redaksi.
  • Mengirim siaran pers tanpa berita. Peluncuran fitur kecil dan ucapan hari besar bukan berita, dan mengirimkannya berulang kali membuat alamat email Anda diabaikan untuk kiriman berikutnya.
  • Mengukur dengan jumlah penayangan situs distribusi. Angka itu berasal dari jaringan yang sama menayangkan ulang satu tulisan, bukan dari pembaca.

Cara Mengukurnya

Peringkat bukan ukuran yang adil untuk pekerjaan ini. Yang masuk akal dilaporkan:

  • Jumlah liputan editorial yang benar-benar terbit.
  • Domain perujuk baru dari liputan itu, bukan total tautan.
  • Penyebutan merek, termasuk yang tanpa tautan.
  • Trafik rujukan dari media, terpisah dari trafik organik.
  • Tautan yang masih hidup setelah enam bulan.

Kalau ini terdengar seperti pekerjaan humas yang kebetulan berguna untuk SEO, memang begitu adanya — dan itu sebabnya jalur ini biasanya ditangani bersama antara tim konten dan jasa SEO yang mengurus sisi tautannya.

FAQ

Apakah siaran pers masih berguna untuk SEO?

Berguna sebagai alat humas, tidak sebagai alat membangun tautan. Tautan dari jaringan distribusi berbayar harus ditandai sponsored atau nofollow, dan tanpa penanda itu praktiknya masuk daftar skema tautan Google.

Berapa lama sampai digital PR menghasilkan tautan?

Satu sampai tiga bulan untuk satu putaran, dan sebagian besar kiriman tidak akan dibalas. Tingkat balasan satu digit adalah hal normal, bahkan untuk bahan yang bagus.

Apakah bisnis kecil bisa menjalankan digital PR?

Bisa, dan justru sering lebih mudah di tingkat lokal. Media daerah dan media industri punya kebutuhan berita yang sama tapi antrean kiriman yang jauh lebih pendek daripada media nasional.

Bahan PR yang kuat sering berasal dari laporan penelitian atau infografis, lalu didistribusikan lewat backlink outreach. Untuk menilai hasil liputannya, gunakan juga kualitas backlink, bukan hanya jumlah artikel terbit. Jika targetnya publikasi, panduan backlink dari situs berita memberi batas yang perlu dijaga.