Konfigurasi network pada server adalah pengaturan yang menentukan bagaimana server terhubung ke jaringan: alamat mana yang dipakainya, lewat mana ia keluar ke internet, dan siapa yang boleh menghubunginya. Di hosting biasa semuanya sudah disiapkan penyedia; pengaturan ini baru menjadi urusan Anda kalau mengelola VPS sendiri.
Empat Pengaturan Dasar
Sebuah server bisa terhubung ke jaringan setelah empat hal ini ditetapkan.
- Alamat IP dan netmask. Alamat server beserta penanda seberapa luas jaringan yang ia tempati. Server memakai alamat statis, bukan yang berubah-ubah.
- Gateway. Perangkat yang menjadi pintu keluar ke jaringan lain. Tanpa ini, server hanya bisa berkomunikasi di dalam jaringannya sendiri.
- Server DNS. Alamat yang dipakai server untuk menerjemahkan nama domain — dibutuhkan misalnya saat memasang pembaruan atau mengirim email.
- Nama host. Nama yang dipakai server untuk mengenali dirinya. Berpengaruh pada pencatatan log dan pada pengiriman email.
Sebagian besar penyedia VPS sudah mengisi keempatnya secara otomatis saat server dibuat.
Mana yang Boleh Dihubungi dari Luar
Prinsipnya sama seperti keamanan pada umumnya: tutup semuanya, lalu buka hanya yang benar-benar dibutuhkan.
Untuk sebuah web server, biasanya cukup:
- Port
httpsdanhttpterbuka untuk publik. - Port SSH dibatasi, atau setidaknya dilindungi kunci dan pemblokir percobaan masuk paksa.
- Port database tertutup dari internet. Kalau aplikasi berada di server yang sama, ia cukup menghubungi database lewat alamat lokal.
Rinciannya dibahas di artikel firewall.
Jaringan Privat Antarserver
Kalau Anda memisahkan aplikasi dan database ke dua server, hubungkan keduanya lewat jaringan privat, bukan lewat internet publik.
Sebagian besar penyedia menyediakan jaringan privat antarserver di lokasi yang sama. Keuntungannya ada dua: lalu lintasnya tidak melewati internet, dan biasanya tidak dihitung sebagai pemakaian bandwidth.
Pengaturan yang Berkaitan dengan Domain dan Email
Dua hal berikut sering menjadi sumber masalah yang tidak terlihat sampai email mulai masuk ke folder spam.
- Catatan balik (reverse DNS). Alamat IP server sebaiknya bisa diterjemahkan kembali ke nama host yang wajar. Banyak penerima email memeriksa ini.
- Nama host yang sesuai. Nama host server sebaiknya berupa nama domain penuh yang benar-benar mengarah ke server tersebut.
Kalau Anda tidak mengirim email dari server, keduanya tidak mendesak. Kalau mengirim, keduanya wajib — bersama pengaturan SPF, DKIM, dan DMARC di sisi DNS.
Setelah Mengubah Konfigurasi
Kesalahan konfigurasi jaringan bisa membuat Anda terkunci di luar server sendiri, dan berbeda dari kesalahan lain, Anda tidak bisa masuk untuk memperbaikinya.
Kebiasaan yang mencegahnya:
- Simpan salinan konfigurasi lama sebelum mengubah apa pun.
- Pastikan Anda punya akses konsol lewat panel penyedia. Ini jalan masuk terakhir ketika SSH tidak bisa dipakai.
- Uji perubahan aturan firewall dari sesi terpisah sebelum menutup sesi yang sedang berjalan.
- Periksa dari luar, bukan hanya dari dalam server: pastikan port yang seharusnya terbuka memang bisa dihubungi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Perlukah saya mengatur ini kalau memakai shared hosting? Tidak. Di shared hosting, seluruh konfigurasi jaringan dipegang penyedia dan tidak terlihat dari sisi Anda.
Apa yang harus dilakukan kalau terkunci di luar VPS setelah mengubah firewall? Masuk lewat akses konsol yang disediakan panel penyedia. Jalur itu tidak melewati jaringan biasa, sehingga tetap bisa dipakai untuk memperbaiki aturan yang salah.
Apakah mengganti server DNS di server berpengaruh pada pengunjung? Tidak. Pengaturan itu hanya dipakai server untuk menerjemahkan nama saat ia sendiri menghubungi pihak lain. Yang dipakai pengunjung adalah catatan DNS domain Anda.
Kenapa email dari server saya masuk ke folder spam? Paling sering karena catatan balik dan nama host belum sesuai, atau karena SPF, DKIM, dan DMARC belum diatur di DNS domain. Untuk kebanyakan bisnis, memakai layanan pengiriman email khusus lebih praktis daripada mengirim langsung dari server sendiri.