Masalah Website Justru Muncul Setelah Dipakai
Website yang baru diserahkan biasanya sudah melewati pemeriksaan. Tampilannya dicek di beberapa perangkat, formulir diuji, dan tautan diperiksa. Namun pemakaian sebenarnya selalu menemukan hal yang tidak tertangkap saat pengujian.
Pola ini hampir selalu terjadi. Formulir yang kemarin berjalan tiba-tiba tidak mengirim email karena pengaturan server berubah. Tampilan berantakan di satu jenis ponsel yang tidak ikut diuji. Plugin diperbarui otomatis lalu bentrok dengan tema. Admin tidak sengaja menghapus bagian halaman dan tidak tahu cara mengembalikannya.
Tidak satu pun dari kasus itu menandakan website dibuat asal-asalan. Website adalah perangkat lunak yang hidup di lingkungan yang terus berubah, dan minggu-minggu pertama setelah rilis adalah masa ketika masalah paling mungkin muncul. Masa support dan garansi dibuat untuk menutup periode itu.
Kendala Awal Tertangani Tanpa Biaya Tambahan
Tanpa masa support, setiap kendala setelah serah terima menjadi pekerjaan baru yang ditagih terpisah. Situasinya jadi canggung. Anda merasa masalah itu seharusnya bagian dari proyek, sedangkan vendor menganggap proyek sudah selesai saat website diserahkan.
Masa support yang disepakati di awal menghapus perdebatan itu. Kendala dalam periode tertentu ditangani tanpa biaya, sehingga Anda bisa melaporkan masalah sekecil apa pun tanpa menghitung ongkos. Ini penting, karena masalah kecil yang dibiarkan karena alasan biaya sering tumbuh menjadi masalah besar.
Ada manfaat lain yang lebih halus. Vendor yang menawarkan masa garansi punya kepentingan untuk menyerahkan website yang benar-benar siap, karena setiap masalah yang lolos akan kembali menjadi pekerjaan mereka. Garansi mendorong kualitas pengerjaan sejak awal, bukan sekadar menambal di belakang.
Pemeriksaan Rutin Menjaga Website Tetap Aman
Sebagian besar website bisnis berjalan di atas sistem yang terus menerima pembaruan, seperti WordPress beserta tema dan pluginnya. Pembaruan itu membawa tambalan keamanan, dan website yang tertinggal versinya menjadi sasaran pemindai otomatis yang mencari celah lama.
Masalahnya, pemilik bisnis jarang punya waktu atau keahlian untuk memantau hal ini. Support yang mencakup pembaruan dan pemeriksaan rutin memastikan ada yang memperhatikan website Anda setelah rilis: apakah backup berjalan, apakah sertifikat SSL masih aktif, dan apakah pembaruan tidak merusak tampilan. Rincian pekerjaan perawatan per periode bisa Anda baca di pentingnya maintenance website perusahaan.
Satu hal yang layak dipastikan sendiri adalah backup. Jangan hanya menerima laporan bahwa backup aktif. Tanyakan di mana backup disimpan dan apakah Anda bisa mengunduh salinannya. Gambaran cara kerjanya ada di cara membuat backup WordPress.
Yang Sebaiknya Tertulis Sebelum Sepakat
Istilah “free support” bisa berarti sangat berbeda antarvendor. Bagi satu vendor, artinya memperbaiki error apa pun selama tiga bulan. Bagi yang lain, artinya hanya menjawab pertanyaan lewat chat selama seminggu. Karena itu, pastikan beberapa hal tertulis dengan jelas.
Pertama, berapa lama masa support dan garansinya berlaku, dihitung sejak kapan. Kedua, apa yang termasuk: perbaikan error, pembaruan sistem, bantuan penggunaan admin, atau perubahan isi. Ketiga, apa yang tidak termasuk, misalnya penambahan halaman, fitur baru, atau kerusakan akibat perubahan yang dilakukan pihak lain. Keempat, lewat jalur apa laporan dikirim dan berapa lama biasanya ditanggapi.
Poin ketiga paling sering menjadi sumber salah paham. Permintaan “tolong tambahkan satu halaman lagi” terasa kecil bagi pemilik bisnis, tetapi bagi vendor itu pekerjaan baru. Batas yang tertulis melindungi kedua pihak.
Terakhir, tanyakan apa yang terjadi setelah masa support berakhir, apakah ada paket perawatan lanjutan dan bagaimana ketentuannya. Sebagai contoh, masa support dan garansi untuk tiap paket jasa pembuatan website dengan free support dari Roofel dituliskan terbuka sebelum proyek dimulai.