Skip to main content

Cara Membuat Backup WordPress dan Memulihkannya

Cadangan lengkap terdiri dari berkas dan basis data. Ini cara membuatnya lewat plugin, panel hosting, dan manual - plus cara menguji pemulihan sebelum dibutuhkan.

Cara Membuat Backup WordPress dan Memulihkannya

Apa yang Harus Ikut Dicadangkan

Cadangan WordPress yang lengkap terdiri dari dua bagian: berkas dan basis data. Salah satu saja tidak cukup untuk memulihkan situs.

  • Basis data — seluruh tulisan, halaman, pengaturan, komentar, dan data pengguna.
  • Folder unggahan — semua gambar dan berkas yang Anda unggah.
  • Tema dan plugin, terutama yang dimodifikasi.
  • Berkas konfigurasi yang memuat pengaturan sambungan ke basis data.

Inti WordPress bisa diunduh ulang kapan saja, jadi bukan bagian yang kritis.

Artikel ini soal prosedurnya. Pilihan plugin untuk mengotomatiskannya dibahas terpisah.

Cara Membuat Cadangan

Lewat plugin

Cara yang paling praktis dan yang sebaiknya dipakai untuk cadangan rutin.

  1. Pasang satu plugin cadangan.
  2. Atur jadwalnya sesuai seberapa sering isi berubah.
  3. Tentukan tujuan penyimpanan di luar server situs — penyimpanan awan atau server terpisah.
  4. Pastikan berkas dan basis data dua-duanya tercakup.
  5. Atur berapa versi yang disimpan, jangan hanya satu.

Lewat panel hosting

Banyak penyedia menyediakan cadangan otomatis. Berguna, tapi periksa dua hal: berapa lama disimpan, dan apakah Anda bisa mengunduhnya sendiri tanpa mengajukan permintaan.

Jangan jadikan ini satu-satunya. Kalau yang bermasalah akun hosting Anda, cadangan yang tersimpan di sana ikut tidak bisa diakses.

Manual

Berguna sebelum perubahan besar, dan untuk menyimpan salinan di komputer sendiri.

  1. Unduh seluruh berkas situs lewat pengelola berkas atau FTP.
  2. Ekspor basis data dari panel hosting.
  3. Simpan keduanya dalam satu folder bertanggal.

Perlu diingat: fitur ekspor bawaan WordPress bukan cadangan lengkap — itu hanya mengekspor isi tulisan dan halaman, tanpa tema, plugin, pengaturan, atau berkas media.

Seberapa Sering

Sesuaikan dengan seberapa sering isinya berubah:

  • Situs yang jarang berubah — mingguan.
  • Blog yang terbit rutin — harian.
  • Toko online — harian untuk berkas, dan basis data lebih sering, karena pesanan yang hilang tidak bisa diketik ulang.
  • Selalu sebelum memperbarui apa pun. Ini kebiasaan yang paling sering menyelamatkan.

Simpan beberapa versi ke belakang — minimal 30 hari. Cadangan kemarin tidak menolong kalau masalahnya sudah ada sejak seminggu lalu tanpa ketahuan.

Cara Memulihkan

Ini bagian yang menentukan apakah cadangan Anda berguna atau cuma asumsi.

Lewat plugin

Sebagian besar plugin cadangan menyediakan pemulihan sekali klik dari daftar cadangan yang tersimpan. Pastikan Anda tahu di mana menemukannya sebelum membutuhkannya.

Manual

  1. Unggah berkas ke folder situs.
  2. Impor basis data lewat panel hosting.
  3. Sesuaikan berkas konfigurasi kalau nama basis data atau penggunanya berbeda.
  4. Periksa beberapa halaman, gambar, dan panel administrasi.

Menguji Pemulihan Tanpa Menyentuh Situs Hidup

Sekali dalam beberapa bulan:

  1. Siapkan situs uji — di subdomain atau di komputer sendiri.
  2. Pulihkan cadangan terbaru ke sana.
  3. Periksa halaman, gambar, dan panel administrasinya.
  4. Catat berapa lama prosesnya. Ini angka yang perlu Anda tahu sebelum keadaan darurat, bukan saat itu terjadi.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menyimpan cadangan di folder situs yang sama. Itu bukan cadangan, itu salinan yang ikut hilang bersama masalahnya.
  • Tidak pernah menguji pemulihan.
  • Hanya menyimpan satu versi yang tertimpa setiap kali cadangan baru dibuat.
  • Melewatkan folder unggahan karena ukurannya besar — lalu semua gambar hilang saat dipulihkan.
  • Mengandalkan ekspor bawaan WordPress sebagai cadangan lengkap.

FAQ

Apakah cadangan dari hosting sudah cukup?

Berguna, tapi jangan jadi satu-satunya. Periksa berapa lama disimpan dan apakah Anda bisa mengunduhnya kapan saja.

Di mana sebaiknya cadangan disimpan?

Di luar server situs — penyimpanan awan, server terpisah, atau komputer sendiri sebagai salinan tambahan sebelum perubahan besar.

Berapa lama proses pemulihan?

Beberapa menit sampai satu jam untuk situs berukuran biasa. Yang menentukan lebih banyak ukuran folder media daripada jumlah halamannya.

Cadangan harus berjalan bersama langkah melindungi WordPress dari peretasan, bukan baru dicari setelah situs mengalami masalah.