Bagaimana Cara Membuat Backup Situs Web WordPress? | Roofel

Yuda Prima Jasa
Bagaimana Cara Membuat Backup Situs Web WordPress?

Berikut adalah panduan komprehensif dan detail tentang cara membuat backup situs web WordPress, mencakup metode manual dan otomatis


Tips Cara Membuat Backup Situs Web WordPress?

Membuat backup situs web WordPress adalah langkah penting untuk melindungi data Anda dari kehilangan atau kerusakan. Berikut adalah panduan komprehensif dan detail tentang cara membuat backup situs web WordPress, mencakup metode manual dan otomatis menggunakan berbagai alat dan plugin.

1. Mengapa Backup Situs Web WordPress Itu Penting?

  • Perlindungan Data: Mencegah kehilangan data akibat peretasan, kesalahan pengguna, atau kerusakan server.
  • Pemulihan Mudah: Memungkinkan pemulihan cepat jika terjadi masalah.
  • Keamanan: Menjaga integritas dan keamanan informasi sensitif di situs web Anda.

2. Komponen yang Harus Dibackup

  • Database WordPress: Berisi semua konten situs Anda, termasuk postingan, komentar, dan pengaturan situs.
  • File WordPress: Termasuk inti WordPress, tema, plugin, dan media yang diunggah.

3. Metode Backup Manual

a. Backup Database secara Manual

Langkah-langkah:

Akses phpMyAdmin:

  • Login ke cPanel atau panel kontrol hosting Anda.
  • Buka phpMyAdmin.

Pilih Database WordPress:

  • Pilih database yang digunakan oleh situs WordPress Anda.

Ekspor Database:

  • Klik tab “Export”.
  • Pilih metode “Quick” dan format “SQL”.
  • Klik “Go” untuk mengunduh file database.

Baca Artikel tentang Apa itu CMS Wordpress dan keunggulan nya

b. Backup File secara Manual

Langkah-langkah:

Akses File Manager:

  • Login ke cPanel atau gunakan klien FTP seperti FileZilla.

Pilih Direktori WordPress:

  • Navigasi ke direktori tempat WordPress diinstal (biasanya public_html atau www).

Unduh File:

  • Pilih semua file dan folder.
  • Klik “Download” atau unduh melalui FTP.

4. Metode Backup Otomatis

a. Menggunakan Plugin Backup

1. UpdraftPlus

Fitur:

  • Backup otomatis terjadwal.
  • Penyimpanan di cloud seperti Google Drive, Dropbox, Amazon S3.
  • Pemulihan mudah dengan satu klik.

Cara Menggunakan:

  • Instal dan Aktifkan Plugin:
  • Masuk ke dashboard WordPress.
  • Buka Plugins > Add New dan cari “UpdraftPlus”.
  • Instal dan aktifkan plugin.

Konfigurasi Backup:

  • Buka Settings > UpdraftPlus Backups.
  • Atur jadwal backup dan penyimpanan cloud.
  • Klik “Save Changes”.

Buat Backup Manual:

  • Klik “Backup Now” untuk membuat backup manual.

2. BackupBuddy

Fitur:

  • Backup lengkap situs, termasuk database dan file.
  • Pemulihan mudah.
  • Penyimpanan di cloud seperti Stash, Amazon S3, Google Drive.

Cara Menggunakan:

Instal dan Aktifkan Plugin:

  • Beli dan unduh plugin dari situs resmi BackupBuddy.
  • Unggah dan aktifkan plugin melalui dashboard WordPress.

Konfigurasi Backup:

  • Buka BackupBuddy > Settings.
  • Atur jadwal backup dan lokasi penyimpanan.
  • Klik “Save Settings”.
  • Buat Backup Manual:
  • Buka BackupBuddy > Backup.
  • Klik “Complete Backup” untuk memulai backup.

3. Duplicator

Fitur:

  • Migrasi dan backup situs.
  • Dukungan untuk backup lengkap dan terjadwal.
  • Penyimpanan di cloud seperti Google Drive, Dropbox.

Cara Menggunakan:

Instal dan Aktifkan Plugin:

  • Buka Plugins > Add New di dashboard WordPress.
  • Cari “Duplicator”, instal, dan aktifkan plugin.

Buat Paket Backup:

  • Buka Duplicator > Packages.
  • Klik “Create New” dan ikuti wizard untuk membuat paket backup.

Unduh Backup:

  • Setelah paket selesai, unduh file backup dan installer.

b. Backup Melalui Panel Hosting

Menggunakan cPanel

Fitur:

  • Backup lengkap situs dan database.
  • Pemulihan mudah melalui cPanel.

Langkah-langkah:

Akses cPanel:

  • Login ke cPanel hosting Anda.

Buka Backup Wizard:

  • Buka “Backup Wizard” di bagian “Files”.

Buat Backup:

  • Pilih “Backup” dan ikuti instruksi untuk membuat backup penuh atau parsial.

5. Tips Penting dalam Backup Situs Web WordPress

  • Jadwalkan Backup Teratur: Atur backup otomatis secara teratur (harian, mingguan, atau bulanan) tergantung pada seberapa sering situs Anda diperbarui.
  • Simpan Backup di Tempat Aman: Simpan backup di lokasi berbeda dari server utama, seperti cloud storage atau hard drive eksternal.
  • Verifikasi Backup: Selalu verifikasi bahwa backup telah dibuat dengan benar dan dapat dipulihkan.
  • Enkripsi Backup: Untuk keamanan tambahan, enkripsi backup yang disimpan di cloud atau perangkat eksternal.

Kesimpulan

Membuat backup situs web WordPress adalah langkah penting untuk melindungi data Anda dan memastikan pemulihan cepat jika terjadi masalah. Baik melalui metode manual atau otomatis dengan plugin, pastikan Anda secara teratur membuat dan menyimpan backup di lokasi yang aman. Dengan demikian, Anda dapat menjaga integritas dan kontinuitas situs web Anda.