Yang Membuat On-Page Toko Online Berbeda
Prinsip on-page di toko online sama dengan situs lain — yang berbeda adalah skalanya, halamannya dibuat oleh sistem, dan satu produk bisa melahirkan puluhan URL yang isinya nyaris sama.
Di blog, satu artikel ditulis satu kali oleh satu orang. Di toko online, seribu halaman produk lahir dari satu templat, dan mutu on-page-nya ditentukan oleh bagaimana templat itu dirancang serta bagaimana data produknya diisi.
Karena itu pekerjaan on-page di sini lebih banyak berupa memperbaiki pola, bukan memperbaiki halaman satu per satu.
Prinsip dasarnya tetap sama dengan on-page SEO, tetapi prioritasnya bergeser ke templat, data produk, dan hubungan antarhalaman dalam jumlah besar.
Halaman Kategori dan Halaman Produk Menjawab Hal yang Berbeda
Kesalahan paling umum adalah memperlakukan keduanya sama.
- Halaman kategori menjawab pencarian yang masih memilih — “sepatu lari pria”, “meja kerja kayu”. Orang yang mendarat di sini belum tahu mau yang mana. Yang dibutuhkannya: pilihan yang tertata, penyaring yang masuk akal, dan keterangan singkat yang membantu memilih.
- Halaman produk menjawab pencarian yang sudah memilih — nama produk, kode model, atau merek beserta tipenya. Yang dibutuhkannya: kepastian. Spesifikasi, harga, ketersediaan, ongkos kirim, dan gambar yang menunjukkan barangnya dari beberapa sisi.
Di banyak toko, halaman kategori justru yang paling besar potensinya dan paling terabaikan — ia sering hanya berisi daftar produk tanpa satu kalimat pun yang menerangkan apa yang sedang dilihat pembaca.
Deskripsi Produk yang Tidak Seragam
Menyalin deskripsi dari pemasok adalah kebiasaan yang paling banyak merugikan toko online, karena ratusan penjual lain memakai teks yang sama persis.
Yang membuat sebuah halaman produk layak dipilih:
- Keterangan yang menjawab keraguan pembeli — ukuran sebenarnya, bahan, kecocokan pemakaian, dan hal yang biasa ditanyakan sebelum membeli.
- Perbandingan dengan pilihan lain di toko yang sama, supaya pembeli tahu kapan produk ini yang tepat dan kapan bukan.
- Bukti nyata — foto asli produknya, bukan hanya gambar dari katalog pemasok.
- Kelebihan dan kekurangannya secara jujur. Google menyebut pembahasan yang seimbang, berdasarkan pengalaman langsung, sebagai ciri konten produk yang bermutu.
Untuk toko dengan ribuan produk, tidak semuanya bisa ditulis manual. Cara yang masuk akal: tulis manual untuk produk yang paling banyak dicari dan paling menguntungkan, dan buat pola yang cukup berbeda untuk sisanya.
Struktur Kategori dan Navigasi Bertingkat
Toko online punya satu masalah struktur yang tidak dimiliki situs biasa: jumlah halamannya berlipat sendiri. Satu kategori dengan lima filter bisa menghasilkan ratusan URL yang isinya nyaris sama.
Yang perlu diputuskan sejak awal:
- Kedalaman kategori. Produk yang butuh lebih dari tiga klik dari beranda cenderung jarang ditemukan. Kalau kategorinya terlalu dalam, biasanya pembagiannya yang terlalu halus.
- Filter mana yang layak punya halaman sendiri. Kombinasi yang memang dicari orang — misalnya merek plus jenis — layak jadi halaman. Sisanya cukup jadi filter yang tidak menghasilkan URL terindeks.
- Cara menangani halaman berikutnya. Halaman kedua dan seterusnya dari sebuah kategori sebaiknya tetap bisa dirayapi, tapi tidak bersaing dengan halaman pertamanya.
- Satu produk satu rumah. Produk yang muncul di beberapa kategori sebaiknya tetap punya satu URL kanonik, bukan satu URL per jalur kategori.
Perlu dicatat: Google menyatakan struktur situs dibaca dari tautan, bukan dari jalur URL. Jadi yang menentukan bukan seberapa rapi susunan folder di URL, melainkan bagaimana halaman-halaman itu saling menaut.
Menangani Varian dan Halaman Kembar
Satu produk dengan lima ukuran dan empat warna bisa melahirkan dua puluh URL yang isinya hampir identik. Ini sumber halaman kembar terbesar di toko online.
- Tentukan satu URL utama untuk tiap produk, lalu arahkan varian-variannya ke sana lewat canonical.
- Pisahkan varian jadi halaman sendiri hanya kalau memang dicari terpisah — misalnya ukuran ban atau kapasitas penyimpanan yang punya nama sendiri di pencarian.
- Jangan buat halaman terpisah untuk warna kecuali orang memang mencari produk itu per warna.
- Batasi URL hasil penyaringan agar kombinasi filter tidak melahirkan halaman tak terhingga yang menghabiskan anggaran perayapan.
- Pastikan produk bisa dicapai lewat tautan biasa. Google menyatakan tautan dari menu ke kategori, lalu ke subkategori, lalu ke seluruh halaman produk — dan menegaskan bahwa perayapnya tidak mengisi kotak pencarian untuk menemukan produk.
Satu catatan dari dokumentasi Google yang sering disalahpahami: struktur URL bukan yang menentukan struktur situs. Yang dibaca Google adalah hubungan antar tautannya. URL yang rapi berguna untuk manusia, tapi bukan pengganti tautan yang benar.
Elemen Halaman yang Perlu Dirapikan
- Judul halaman yang menyertakan nama produk, merek, dan pembeda utamanya — bukan pola seragam berisi nama toko di depan setiap judul.
- Deskripsi meta yang menyebutkan hal yang menentukan keputusan: garansi, pengiriman, atau ketersediaan.
- Satu H1 berisi nama produk, bukan slogan toko.
- Gambar produk beresolusi memadai dengan alt text yang menerangkan barangnya.
- Structured data Product berisi harga, ketersediaan, dan ulasan yang benar-benar ada di halaman.
- Ulasan pembeli yang tampil di halamannya, bukan dimuat lewat skrip yang tidak terbaca.
Stok Habis dan Produk yang Berhenti Dijual
Ini keputusan yang sering diambil terburu-buru dan berakibat panjang.
- Stok habis sementara: pertahankan halamannya, tampilkan statusnya dengan jujur, dan tawarkan pemberitahuan ketika tersedia lagi. Menghapus halaman yang sudah punya peringkat berarti membuang hasil kerja berbulan-bulan.
- Produk diganti versi baru: alihkan permanen ke penggantinya, selama produknya memang sepadan.
- Produk berhenti dijual tanpa pengganti: arahkan ke kategori terdekatnya, bukan ke beranda.
- Produk musiman: biarkan halamannya hidup sepanjang tahun. Membangun ulang peringkat setiap musim jauh lebih mahal daripada membiarkannya.
Urutan Pengerjaan yang Masuk Akal
- Perbaiki templat halaman produk dan kategori — satu perbaikan berlaku ke seluruh katalog.
- Rapikan penanganan varian dan canonical, karena ini yang paling banyak membuang anggaran perayapan.
- Tulis ulang deskripsi untuk produk terlaris, biasanya dua puluh persen yang menghasilkan sebagian besar penjualan.
- Isi keterangan pada halaman kategori yang selama ini kosong.
- Benahi gambar dan kecepatan, karena halaman produk umumnya paling berat.
- Baru sisir produk ekor panjang dengan pola yang bisa diulang.
Untuk halaman produk, schema Product membantu menerangkan harga, stok, dan data lain yang memang terlihat; sedangkan canonical URL membantu menangani varian yang tidak perlu berdiri sebagai halaman terpisah.
Kalau katalognya besar dan tim internalnya terbatas, pekerjaan tahap satu sampai tiga adalah yang paling sepadan diserahkan ke pihak yang mengerjakannya setiap hari — dan itu bagian dari cakupan jasa SEO toko online untuk toko online.
Pertanyaan Umum Seputar On-Page SEO Toko Online
Halaman kategori atau halaman produk yang lebih dulu dioptimasi?
Halaman kategori, kalau harus memilih. Pencarian yang masih memilih jumlahnya jauh lebih besar daripada pencarian nama produk tertentu, dan halaman kategori juga yang menyalurkan pengunjung ke produk-produknya.
Apakah deskripsi dari pemasok pasti bermasalah?
Bermasalah kalau itu satu-satunya isi halaman. Dipakai sebagai bagian spesifikasi tidak apa-apa, asal ada bagian lain yang benar-benar ditulis sendiri.
Bagaimana menangani produk yang jumlahnya ribuan?
Perbaiki polanya, bukan halamannya satu per satu. Templat yang baik, data produk yang lengkap, dan penulisan manual untuk produk teratas sudah menyelesaikan sebagian besar masalahnya.