Server adalah komputer yang tugasnya melayani permintaan dari komputer lain. Ketika Anda membuka sebuah website, permintaan itu dikirim ke sebuah server di suatu tempat, dan server itulah yang mengirimkan halaman kembali ke layar Anda.
Apa Itu Server?
Server adalah komputer yang dirancang untuk menyala terus-menerus dan menjawab permintaan dari perangkat lain lewat jaringan. Secara perangkat keras, komponennya sama seperti komputer biasa — prosesor, memori, penyimpanan — hanya saja dipilih untuk bekerja tanpa henti dan diletakkan di ruangan dengan pendingin, listrik cadangan, dan koneksi internet berkapasitas besar.
Kata “server” juga dipakai untuk perangkat lunaknya. Apache dan Nginx disebut web server karena merekalah program yang menjawab permintaan halaman. Jadi satu mesin fisik bisa menjalankan beberapa jenis server sekaligus.
Bagaimana Server Melayani Permintaan
Alur yang terjadi setiap kali seseorang membuka website Anda:
- Browser mencari alamat IP domain lewat DNS.
- Browser membuka koneksi ke alamat itu.
- Web server menerima permintaan, mencari berkas yang diminta, dan menjalankan PHP bila perlu.
- Bila halaman butuh data, aplikasi meminta ke database server.
- Halaman jadi dikirim kembali ke browser.
Seluruhnya berlangsung dalam hitungan milidetik, dan setiap langkah bisa menjadi titik lambat.
Jenis Server Berdasarkan Tugasnya
Satu mesin bisa menjalankan beberapa peran sekaligus, dan pada hosting biasa memang begitulah kejadiannya.
- Web server — menjawab permintaan halaman dari browser.
- Database server — menyimpan dan melayani data.
- Mail server — mengirim dan menerima email.
- File server — menyimpan dan membagikan berkas di jaringan.
- Proxy server — menjadi perantara antara pengguna dan tujuan yang dihubungi.
- DNS server — menerjemahkan nama domain menjadi alamat.
Server Fisik, Virtual, dan Cloud
Satu mesin fisik hampir tidak pernah dipakai satu website saja — ia dibagi menjadi beberapa server virtual, dan pembagian itulah yang melahirkan pilihan paket hosting.
- Server fisik (bare metal). Satu mesin utuh untuk satu penyewa. Inilah yang dijual sebagai dedicated hosting.
- Server virtual. Satu mesin fisik dibagi menjadi beberapa mesin virtual yang masing-masing punya sistem operasi sendiri. Inilah VPS.
- Cloud. Sumber daya diambil dari kumpulan banyak mesin, sehingga kapasitas bisa dinaikkan tanpa memindahkan apa pun. Dibahas di pengertian cloud computing.
Di shared hosting, pembagiannya satu tingkat lebih dalam lagi: banyak akun berbagi satu sistem operasi yang sama.
Server dan Hosting: Apa Bedanya
Server adalah mesinnya; hosting adalah layanan menyewakan sebagian kapasitas mesin itu beserta pengelolaannya.
Perbedaan ini menentukan siapa yang bertanggung jawab atas apa. Ketika Anda membeli hosting, penyedia yang mengurus perangkat keras, jaringan, listrik, dan — tergantung jenis paketnya — juga sistem operasi beserta pembaruannya. Ketika Anda menyewa VPS, sistem operasi dan seluruh perangkat lunak di atasnya menjadi tanggung jawab Anda.
Ini pertanyaan yang sebaiknya dijawab sebelum memilih paket: siapa yang akan memperbarui sistem, memantau, dan memperbaiki kalau ada yang mati jam dua pagi. Kalau jawabannya belum ada, paket terkelola lebih tepat daripada VPS yang lebih murah.
Apa yang Menentukan Kemampuan Sebuah Server
Bukan angka di halaman promosi, melainkan lima hal berikut:
- Jumlah dan jenis prosesor. Perbedaan CPU, vCPU, core, dan thread dibahas di artikel tersendiri — angka vCPU pada VPS tidak selalu berarti inti yang khusus untuk Anda.
- Kapasitas memori, dan yang lebih penting, berapa yang benar-benar tersedia untuk aplikasi.
- Jenis penyimpanan. NVMe jauh lebih cepat daripada cakram putar, terutama untuk beban database.
- Lokasi server. Jarak ke mayoritas pengunjung memengaruhi waktu tunggu pada setiap permintaan.
- Kapasitas dan kualitas jaringan di tempat server berada.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah saya perlu punya server sendiri untuk punya website? Tidak. Menyewa hosting berarti menyewa sebagian kapasitas server milik penyedia. Membeli server sendiri baru masuk akal untuk kebutuhan yang sangat khusus, dan menuntut orang yang mengelolanya.
Apa bedanya server dengan komputer biasa? Perbedaannya lebih pada peran daripada pada bentuk: server dirancang menyala terus-menerus, dikendalikan dari jarak jauh, dan umumnya tanpa tampilan grafis. Secara teknis, komputer biasa pun bisa dijadikan server.
Apakah server bisa mati? Bisa, karena kegagalan perangkat keras, kehabisan sumber daya, kesalahan konfigurasi, atau pemadaman di pusat data. Karena itu cadangan dan pemantauan bukan pelengkap, melainkan bagian dari pengelolaan.
Di mana server website saya berada? Bergantung pada penyedia hosting Anda. Lokasinya biasanya tercantum di keterangan paket, dan berpengaruh pada waktu tunggu bagi pengunjung Indonesia.