Skip to main content

UTM Link Builder + QR Code Generator — Tracking Campaign Google Ads, Meta Ads, Email

Generate UTM tracking link untuk Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, email newsletter, dan QR code cetak. 8 preset platform iklan Indonesia, auto-sanitize UTM values, history tersimpan di browser. 100% client-side.

Semua proses 100% di browser Anda. File tidak pernah di-upload ke server kami.

Preset platform (klik untuk auto-fill source + medium)
Sumber traffic (platform, newsletter, dll)
Jenis marketing medium
Nama campaign — konsisten di semua channel supaya data analytics rapi
Keyword bid (untuk paid search)
Variasi ad/creative untuk A/B test
🎯

Digital ads campaign

Track ROI per platform iklan (Google Ads, Meta, TikTok) supaya tahu channel mana yang paling profitable.

📧

Email & WhatsApp blast

Ukur conversion dari newsletter atau WA broadcast per segment audience supaya copy-nya bisa di-optimize.

🖨️

Offline media (print + QR)

QR code di flyer, brosur, standing banner, atau kartu nama — tracking siapa yang scan dari campaign offline mana.

Anatomi UTM Parameter

Parameter Wajib? Fungsi Contoh
utm_source Wajib Platform asal traffic google, facebook, newsletter_april
utm_medium Wajib Jenis marketing channel cpc, email, paid_social
utm_campaign Wajib Nama campaign spesifik promo_ramadhan_2026
utm_term Opsional Keyword bid (paid search) jasa_seo_jogja
utm_content Opsional Variasi ad creative (A/B test) banner_a, video_testimoni

✅ Best practice UTM

  • Selalu lowercase + underscore — konsisten di semua campaign
  • Dokumentasikan naming convention tim (spreadsheet atau Notion)
  • utm_campaign include tahun untuk archival (promo_ramadhan_2026)
  • Jangan pakai UTM di internal link (antar halaman sendiri) — bikin session terputus di Analytics

❌ Yang harus dihindari

  • Mixed case ("Facebook" vs "facebook") — Analytics anggap 2 source beda
  • Spasi di UTM value — di-encode %20, URL jelek
  • UTM di email signature personal — bikin semua click internal ter-track sebagai email
  • Ganti UTM mid-campaign — data sebelum-sesudah nggak bisa di-compare

// pertanyaan umum

FAQ tentang tool ini

Apa itu UTM parameter dan kenapa penting buat tracking campaign?

UTM (Urchin Tracking Module) adalah 5 parameter yang ditambahkan ke URL (utm_source, utm_medium, utm_campaign, utm_term, utm_content) supaya Google Analytics bisa tahu dari mana traffic datang. Tanpa UTM, semua traffic dari Facebook Ads, Instagram organic, dan email newsletter akan ke-group jadi "social" atau "direct" — Anda nggak bisa bedain mana channel yang paling ROI-positive. Dengan UTM, setiap campaign bisa di-measure granular sampai level ad creative.

Apa bedanya utm_source, utm_medium, sama utm_campaign?

utm_source = platform/situs asal traffic (google, facebook, newsletter_april). utm_medium = jenis marketing channel (cpc, email, social, paid_social). utm_campaign = nama campaign spesifik (promo_ramadhan_2026, launching_produk_x). 3 ini wajib diisi. Kombinasi source+medium+campaign harus unique per campaign supaya data analytics nggak tercampur. Contoh: kalau promo Ramadan dijalankan di FB Ads dan IG Ads, utm_source beda (facebook vs instagram) tapi utm_medium dan utm_campaign bisa sama.

Kenapa UTM value harus lowercase & pakai underscore, bukan spasi?

Karena Google Analytics case-sensitive — "Facebook" dan "facebook" akan dianggap 2 source berbeda di report, bikin data fragmented. Spasi di URL juga akan di-encode jadi %20 yang bikin URL jelek di share. Best practice industri: lowercase, pisahkan kata dengan underscore (promo_ramadhan bukan Promo Ramadhan). Tool ini punya toggle auto-sanitize yang handle otomatis — disarankan selalu aktif kecuali Anda punya convention tim yang beda.

Kapan utm_term dan utm_content perlu diisi?

utm_term: dipakai khusus untuk Google Ads Search / paid search — diisi dengan keyword yang di-bid. Untuk organic social atau email, skip aja. utm_content: dipakai untuk bedain variasi ad creative saat A/B testing — misal 2 banner Facebook Ads dengan copy beda, utm_content = "banner_a" vs "banner_b". Kalau cuma jalan 1 variasi, skip. Kedua field ini opsional — jangan dipaksa diisi kalau memang nggak perlu karena malah bikin data cluttered.

QR code yang di-generate aman buat cetak flyer atau kartu nama?

Aman — QR di-render di resolusi 512×512px dengan error correction level M (bisa di-scan meskipun 15% QR rusak/tercetak buram). Format PNG transparent-free (background putih solid), jadi hasil cetak konsisten. Untuk print-ready profesional (offset/digital), pastikan DPI cetak minimum 300 — QR 512px di ukuran cetak 4×4cm = ~325 DPI (aman). Kalau perlu ukuran lebih besar untuk banner/standing, tool akan tetap crisp karena PNG di-scale tanpa quality loss untuk QR pattern.

Butuh bantuan SEO menyeluruh?

Tools ini gratis untuk siapa saja. Kalau Anda butuh strategi SEO yang terukur dan result-driven untuk bisnis, tim Roofel siap bantu.

Konsultasi SEO Profesional →