Skip to main content

Perbedaan HTTP dan HTTPS: Dampaknya untuk Situs dan Soal SEO

HTTPS adalah HTTP di atas koneksi terenkripsi. Pahami perbedaannya, apa yang benar-benar dikatakan Google soal SEO, dan langkah pindah tanpa kehilangan trafik.

Perbedaan HTTP dan HTTPS: Dampaknya untuk Situs dan Soal SEO

HTTP adalah protokol yang dipakai browser dan server untuk saling bertukar halaman web. HTTPS adalah HTTP yang dijalankan di atas koneksi terenkripsi. Perbedaannya satu huruf, tetapi konsekuensinya menentukan apakah data yang lewat bisa dibaca pihak lain di sepanjang jalur.

Apa Bedanya HTTP dan HTTPS?

Pada HTTP, seluruh isi permintaan dan jawaban dikirim sebagai teks biasa yang bisa dibaca siapa pun yang berada di jalur — pada HTTPS, isinya terenkripsi sehingga hanya browser dan server yang bisa membacanya.

Yang berubah bukan cara kerja HTTP-nya, melainkan adanya lapisan enkripsi di bawahnya. Tiga hal yang dijamin lapisan itu:

  1. Kerahasiaan. Isi halaman, kata sandi, dan data formulir tidak bisa dibaca di jalur.
  2. Keutuhan. Isi tidak bisa diubah di tengah jalan tanpa ketahuan — misalnya disisipi iklan oleh jaringan perantara.
  3. Keaslian. Sertifikat membuktikan Anda benar terhubung ke domain yang dimaksud, bukan ke penyamar.

Kenapa HTTPS Sekarang Bukan Pilihan

Browser modern menandai situs HTTP sebagai tidak aman, terutama pada halaman yang memuat formulir — dan penanda itu terlihat langsung oleh pengunjung.

Tiga alasan lain yang bersifat teknis:

  • Fitur browser modern menuntut HTTPS. Akses kamera, lokasi, dan notifikasi tidak berfungsi di halaman HTTP.
  • HTTP/2 dan HTTP/3 praktis hanya berjalan di atas koneksi terenkripsi. Padahal keduanya jauh lebih efisien menangani banyak berkas dalam satu koneksi.
  • Jaringan publik. Di wifi terbuka, koneksi HTTP bisa dibaca dan diubah dengan mudah.

Soal SEO: Apa yang Sebenarnya Dikatakan Google

Google menyatakan HTTPS sebagai sinyal peringkat sejak 2014, tetapi menyebutnya sinyal yang sangat ringan — bobotnya jauh di bawah kualitas dan relevansi konten.

Artinya HTTPS bukan cara menaikkan peringkat. Ia lebih tepat dilihat sebagai syarat dasar yang keberadaannya tidak memberi keunggulan, tetapi ketiadaannya merugikan — lewat pengunjung yang mundur melihat peringatan browser, bukan lewat penalti algoritma.

Yang justru berdampak nyata pada peringkat adalah kesalahan saat pindah ke HTTPS, misalnya alamat lama tidak dialihkan atau situs bisa diakses lewat dua versi sekaligus.

Pindah ke HTTPS Tanpa Kehilangan Trafik

Langkah teknisnya sederhana; yang sering keliru adalah bagian setelah sertifikat terpasang.

  1. Pasang sertifikat. Sebagian besar hosting menyediakan sertifikat gratis yang bisa diaktifkan dari control panel. Dibahas di artikel SSL.
  2. Alihkan seluruh alamat http ke https secara permanen. Bukan hanya beranda — setiap alamat ke padanannya.
  3. Pastikan hanya satu versi yang berlaku. Dengan atau tanpa www, pilih satu dan alihkan yang lain.
  4. Perbaiki isi halaman yang masih memuat berkas lewat http. Gambar, CSS, atau skrip yang dimuat lewat http membuat browser tetap menampilkan peringatan. Ini masalah yang paling sering tertinggal.
  5. Perbarui alamat di sitemap dan di alat webmaster.
  6. Perbarui tautan internal yang masih menulis alamat lengkap berawalan http.

HTTP/1.1, HTTP/2, dan HTTP/3

Ketiganya sama-sama HTTP; yang berbeda adalah cara data dipindahkan di bawahnya.

  • HTTP/1.1 menangani satu permintaan pada satu waktu per koneksi, sehingga banyak berkas berarti banyak koneksi.
  • HTTP/2 menangani banyak permintaan dalam satu koneksi. Selisihnya terasa pada halaman dengan banyak berkas.
  • HTTP/3 berjalan di atas protokol yang lebih tahan terhadap koneksi tidak stabil, sehingga membantu pada jaringan seluler.

Untuk pemilik website, ini umumnya cukup diaktifkan sekali di sisi server — atau sudah aktif tanpa Anda ketahui. Dibahas di konfigurasi web server.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah HTTPS memperlambat website? Beban enkripsi pada perangkat keras modern sangat kecil. Sebaliknya, HTTPS membuka jalan ke HTTP/2 dan HTTP/3 yang justru mempercepat pemuatan halaman.

Apakah sertifikat gratis sama amannya dengan yang berbayar? Untuk kekuatan enkripsinya, sama persis. Yang berbeda adalah tingkat verifikasi dan jaminan komersial, bukan tingkat pengamanan koneksinya.

Kenapa masih muncul peringatan padahal sertifikat sudah terpasang? Hampir selalu karena ada berkas di halaman yang masih dimuat lewat http — biasanya gambar lama yang alamatnya tertulis lengkap di dalam isi artikel.

Apakah semua halaman perlu HTTPS, termasuk yang tanpa formulir? Ya. Selain karena penanda browser berlaku untuk seluruh situs, halaman campuran membuat sebagian alamat terindeks dalam dua versi.