Skip to main content

Apa Itu PHP? Fungsinya, Kaitannya dengan WordPress, dan Soal Versi

PHP adalah bahasa yang menjalankan sebagian besar website di dunia, termasuk WordPress. Ini fungsinya dan satu hal teknis yang wajib diperiksa pemilik situs - versinya.

Apa Itu PHP? Fungsinya, Kaitannya dengan WordPress, dan Soal Versi

Apa Itu PHP

PHP adalah bahasa pemrograman yang berjalan di server dan merakit halaman sebelum dikirim ke peramban pengunjung.

Bedanya dengan HTML dan CSS: keduanya dibaca di peramban pengunjung, sementara PHP dijalankan di server dan pengunjung tidak pernah melihat kodenya — dia hanya menerima hasilnya.

Ini yang membuat website dinamis mungkin: satu berkas PHP bisa menghasilkan ribuan halaman berbeda dengan mengambil isi dari basis data.

Kenapa PHP Relevan untuk Pemilik Situs

Karena WordPress berjalan di atas PHP, dan WordPress menjalankan sebagian besar situs bisnis di Indonesia.

Artinya keputusan soal PHP bukan urusan teknis yang bisa sepenuhnya diserahkan — versi PHP yang dipakai memengaruhi keamanan dan kecepatan situs Anda secara langsung.

Cara Kerjanya Singkat

  1. Pengunjung membuka sebuah alamat.
  2. Server menjalankan berkas PHP yang bersangkutan.
  3. PHP mengambil isi dari basis data — teks artikel, data produk, pengaturan.
  4. PHP merakitnya jadi HTML lengkap.
  5. HTML itu yang dikirim ke peramban.

Karena ada langkah 2 sampai 4, halaman dinamis butuh sedikit waktu lebih lama daripada berkas yang sudah jadi. Penyimpanan sementara bekerja dengan menyimpan hasil langkah 4 supaya tidak diulang untuk setiap pengunjung.

Yang Wajib Diperiksa: Versi PHP

Ini satu hal teknis yang layak Anda periksa sendiri, karena akibatnya nyata:

  • Versi PHP punya masa dukungan yang berakhir. Setelah itu, celah keamanan yang ditemukan tidak lagi ditambal.
  • Situs yang berjalan di versi kedaluwarsa memakai perangkat lunak yang celahnya diketahui publik dan tidak akan diperbaiki.
  • Versi baru biasanya lebih cepat, kadang selisihnya besar untuk beban yang sama.
  • Banyak situs tertinggal di versi lama bukan karena keputusan, tapi karena tidak ada yang memeriksa.

Cara memeriksanya: buka panel hosting Anda dan cari pengaturan versi PHP. Kalau angkanya jauh tertinggal dari versi yang sedang didukung, itu perlu ditindaklanjuti.

Sebelum menaikkan versi: buat cadangan, dan periksa apakah tema serta plugin Anda mendukungnya. Sebagian plugin lama berhenti berfungsi di versi baru — itu masalah yang bisa ditangani, tapi lebih baik diketahui sebelum, bukan sesudah.

Kelebihan dan Batasnya

Kelebihan:

  • Tersedia hampir di semua hosting, termasuk paket murah.
  • Banyak tenaga yang menguasainya di Indonesia, jadi mudah mencari bantuan.
  • Ekosistemnya matang — WordPress, Laravel, dan banyak sistem lain berjalan di atasnya.

Batasnya:

  • Butuh server yang menjalankan program, bukan sekadar menyimpan berkas.
  • Perlu perawatan — pembaruan versi, pembaruan sistem, dan pemantauan.
  • Bisa lambat kalau tidak dirawat, terutama dengan banyak plugin dan tanpa penyimpanan sementara.

Apa yang Tidak Perlu Anda Kerjakan

Untuk pemilik situs bisnis: tidak perlu belajar menulis PHP. Yang perlu dipastikan cuma tiga hal:

  1. Versi PHP yang dipakai masih didukung.
  2. Ada yang bertanggung jawab memperbaruinya.
  3. Ada cadangan sebelum perubahan apa pun.

FAQ

Apakah PHP sudah ketinggalan zaman?

Tidak. Bahasa ini terus diperbarui dan masih menjalankan sebagian besar situs di dunia. Yang ketinggalan zaman adalah situs yang memakai versi lama, bukan bahasanya.

Apakah situs saya harus pakai PHP?

Tidak harus. Situs statis tidak membutuhkannya sama sekali. PHP dibutuhkan kalau situs Anda punya akun pengguna, transaksi, atau isi yang dirakit saat diminta.

Bagaimana tahu versi PHP situs saya?

Lihat di panel hosting, biasanya ada menu khusus untuk memilih versi PHP. Sebagian sistem juga menampilkannya di halaman kesehatan situs di panel administrasinya.

PHP sering dipakai di balik CMS, jadi perubahan versinya perlu mempertimbangkan tema, plugin, dan sistem yang sedang berjalan.