Proxy server adalah perantara yang meneruskan permintaan antara pengguna dan tujuan yang dihubungi. Alih-alih perangkat Anda menghubungi server tujuan secara langsung, permintaan dikirim ke proxy, lalu proxy yang meneruskannya.
Cara Kerja dan Untuk Apa
Karena berada di tengah, proxy bisa melakukan tiga hal: menyembunyikan asal permintaan, menyaring apa yang boleh lewat, dan menyimpan sementara jawaban yang sering diminta.
Dari ketiganya turun hampir semua penggunaan proxy yang ditemui di praktik:
- Menyaring akses di jaringan kantor atau sekolah.
- Mempercepat akses berulang dengan menyimpan salinan halaman yang sering dibuka.
- Mencatat aktivitas jaringan untuk keperluan audit.
- Menyembunyikan alamat IP asal dari server tujuan.
Forward Proxy dan Reverse Proxy
Keduanya sama-sama disebut proxy tetapi berdiri di sisi yang berlawanan, dan inilah pembeda yang paling sering tertukar.
| Forward proxy | Reverse proxy | |
|---|---|---|
| Berdiri di sisi | Pengguna | Server |
| Melindungi | Identitas pengguna | Server di belakangnya |
| Contoh pemakaian | Penyaringan di jaringan kantor | Nginx di depan aplikasi |
| Diketahui pengguna | Ya, perlu diatur di perangkat | Tidak, terlihat seperti server biasa |
Untuk pemilik website, yang relevan hampir selalu reverse proxy. Ia yang menerima permintaan pengunjung, lalu meneruskannya ke aplikasi di belakang — sekaligus menyajikan berkas statis, mengelola sertifikat, dan membagi beban ke beberapa server.
Layanan CDN pada dasarnya adalah reverse proxy berskala global.
Proxy Bukan VPN
Proxy meneruskan lalu lintas untuk aplikasi tertentu dan tidak selalu mengenkripsinya; VPN mengenkripsi seluruh lalu lintas perangkat.
Perbedaan ini sering dikaburkan dalam pemasaran. Yang perlu dipahami:
- Cakupan. Proxy biasanya diatur per aplikasi, misalnya hanya untuk browser. VPN berlaku untuk seluruh perangkat.
- Enkripsi. Proxy sederhana meneruskan lalu lintas apa adanya. Kalau situs yang Anda buka memakai
https, isinya tetap terenkripsi — tetapi itu karena HTTPS, bukan karena proxy-nya. - Kepercayaan. Baik proxy maupun VPN melihat lalu lintas yang lewat. Memakai layanan gratis dari penyedia yang tidak jelas berarti memindahkan kepercayaan dari penyedia internet Anda ke pihak yang tidak Anda kenal.
Proxy dalam Kaitannya dengan Website Anda
Ada tiga tempat proxy muncul dalam pengelolaan website, dan semuanya bekerja di belakang layar.
- Di depan situs sebagai CDN. Menyajikan berkas statis dari lokasi yang dekat dengan pengunjung, sekaligus menjadi lapisan penyaring terhadap lalu lintas berbahaya.
- Di dalam server. Nginx sering dipasang sebagai reverse proxy di depan aplikasi, dibahas di artikel Nginx.
- Pada pencatatan pengunjung. Ketika ada proxy di depan situs, alamat yang terlihat di log server adalah alamat proxy, bukan alamat pengunjung. Server perlu dikonfigurasi agar membaca alamat asli dari header yang diteruskan — kalau tidak, seluruh pengunjung akan tercatat berasal dari satu alamat yang sama.
Poin ketiga sering baru ketahuan saat pemblokiran berdasarkan alamat tidak berfungsi, atau saat statistik menunjukkan angka yang tidak masuk akal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah proxy membuat internet lebih cepat? Bisa, untuk isi yang sering diminta dan bisa disimpan sementara. Untuk isi yang berubah-ubah, proxy justru menambah satu lompatan dan sedikit memperlambat.
Apakah proxy menyembunyikan aktivitas saya sepenuhnya? Tidak. Proxy menyembunyikan alamat Anda dari server tujuan, tetapi penyedia proxy itu sendiri melihat semuanya. Kalau tujuannya privasi, yang menentukan adalah siapa yang Anda percaya.
Apakah CDN termasuk proxy? Ya, secara teknis CDN adalah reverse proxy yang tersebar di banyak lokasi.
Apakah memakai CDN memengaruhi SEO? Tidak secara langsung. Yang berpengaruh adalah dampaknya terhadap kecepatan yang dirasakan pengunjung. Yang perlu dipastikan adalah konfigurasinya tidak menghalangi perayap dan tidak menyajikan isi yang berbeda dari yang dilihat pengunjung.