Ubuntu adalah distribusi Linux yang paling banyak dipakai untuk VPS. Kalau Anda menyewa server dan diminta memilih sistem operasi, Ubuntu hampir selalu ada di urutan pertama daftar pilihan — dan biasanya itu pilihan yang tepat.
Apa Itu Ubuntu?
Ubuntu adalah distribusi Linux gratis yang dikembangkan Canonical, dibangun di atas Debian, dan tersedia dalam dua bentuk: versi desktop dengan tampilan grafis, dan versi server tanpa tampilan grafis.
Untuk kebutuhan hosting, yang dipakai adalah versi server. Ia dikendalikan lewat SSH atau lewat control panel berbasis web, dan tidak memuat komponen tampilan yang akan membuang memori.
Siklus Rilis: LTS dan Versi Sela
Perbedaan paling penting yang perlu dipahami sebelum memilih versi adalah antara LTS dan versi sela, karena masa dukungannya berbeda jauh.
- Versi LTS (Long Term Support) terbit setiap dua tahun pada bulan April, dengan nomor versi yang selalu berakhiran
.04pada tahun genap. Dukungan keamanannya berjalan lima tahun, dan bisa diperpanjang lewat langganan berbayar. - Versi sela terbit setiap enam bulan dengan masa dukungan sekitar sembilan bulan saja.
Untuk server, selalu pilih LTS. Versi sela menuntut peningkatan setiap beberapa bulan, dan itu pekerjaan yang tidak ada gunanya dilakukan pada server produksi.
Nomor versi Ubuntu menunjukkan tahun dan bulan rilisnya, jadi mudah memeriksa umurnya sendiri. Cocokkan versi yang Anda pakai dengan jadwal dukungan resminya, karena setelah masa dukungan berakhir, celah keamanan tidak lagi ditambal.
Kenapa Ubuntu Populer untuk Server
Alasan utamanya bukan keunggulan teknis, melainkan jumlah panduan yang tersedia.
- Panduan paling banyak. Hampir setiap petunjuk pemasangan aplikasi web menyertakan langkah untuk Ubuntu.
- Perangkat lunak relatif baru. Dibanding distribusi bersiklus panjang lain, versi PHP dan basis data yang tersedia cenderung lebih mutakhir.
- Ditawarkan hampir semua penyedia VPS. Nyaris tidak ada penyedia yang tidak menyediakannya sebagai citra sistem.
- Perintah pemasangan seragam. Semua dilakukan lewat
apt, sama seperti Debian.
Kalau Anda mengikuti panduan pemasangan dan menemui masalah, kemungkinan orang lain sudah pernah mengalami hal yang sama di versi Ubuntu yang sama.
Yang Perlu Diperhatikan
Ubuntu bukan tanpa kompromi, dan tiga hal berikut layak diketahui sebelum memilihnya.
- Peningkatan antarversi LTS perlu direncanakan. Melompati satu versi LTS ke versi berikutnya bukan proses sepele di server yang sudah berjalan. Buat cadangan, dan uji di server terpisah bila memungkinkan.
- Sebagian paket dipasang lewat format khusus Canonical. Ini kadang menimbulkan perilaku yang tidak sama dengan pemasangan biasa.
- Versi bawaan repositori tidak selalu yang terbaru. Untuk versi PHP tertentu, sering perlu menambahkan repositori pihak ketiga yang tepercaya.
Ubuntu atau Distribusi Lain?
Untuk sebagian besar kebutuhan hosting web, perbedaan antara Ubuntu LTS, Debian, dan AlmaLinux tidak akan terasa oleh pengunjung website Anda. Pilih berdasarkan alasan praktis:
- Ubuntu LTS kalau Anda ingin panduan paling melimpah.
- Debian kalau Anda menginginkan perubahan sesedikit mungkin antarversi.
- AlmaLinux atau Rocky Linux kalau perangkat lunak yang Anda pakai memang menargetkan keluarga Red Hat, misalnya sebagian control panel komersial.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Versi Ubuntu apa yang sebaiknya dipakai untuk server? Versi LTS terbaru yang sudah beredar beberapa bulan, sehingga masalah awal rilis sudah teratasi dan masa dukungannya masih panjang.
Apakah Ubuntu Server berbayar? Tidak. Ubuntu gratis, termasuk untuk penggunaan komersial. Yang berbayar adalah langganan dukungan dan perpanjangan masa keamanan dari Canonical.
Apakah bisa memakai Ubuntu Desktop untuk server? Bisa, tetapi tidak dianjurkan. Komponen tampilan grafis memakan memori tanpa memberi manfaat pada server yang dikendalikan dari jarak jauh.
Bagaimana cara memeriksa versi Ubuntu di VPS saya?
Jalankan lsb_release -a lewat SSH. Keluarannya menampilkan nomor versi dan nama rilisnya, yang bisa Anda cocokkan dengan jadwal dukungan resmi.