Skip to main content

Apache Web Server: Cara Kerja, .htaccess, dan Kelemahannya

Apache adalah web server yang menyajikan halaman ke pengunjung. Pahami cara kerjanya, peran .htaccess, kelemahannya saat trafik tinggi, dan kapan perlu diganti.

Apache Web Server: Cara Kerja, .htaccess, dan Kelemahannya

Apache adalah perangkat lunak web server yang menerima permintaan dari browser pengunjung lalu mengirimkan halaman website sebagai jawaban. Ia salah satu perangkat lunak tertua yang masih dipakai luas, dan sampai sekarang menjadi bawaan di banyak paket shared hosting.

Apa Itu Apache Web Server?

Apache adalah program yang berjalan di server dan bertugas menjawab setiap permintaan halaman: mencari berkas yang diminta, menjalankan PHP bila perlu, lalu mengirimkan hasilnya ke browser.

Tanpa web server, berkas website Anda hanya tersimpan di server tanpa ada yang menyajikannya. Apache adalah salah satu pilihan perangkat lunak untuk pekerjaan itu, bersama Nginx dan LiteSpeed.

Ciri yang Membedakan Apache

Yang paling terasa perbedaannya dalam pemakaian sehari-hari adalah dukungan terhadap berkas .htaccess.

.htaccess adalah berkas konfigurasi kecil yang diletakkan di dalam folder website. Isinya bisa mengatur pengalihan alamat, melindungi folder dengan kata sandi, memaksa https, atau mengatur header cache. Apache membacanya setiap kali ada permintaan, sehingga perubahan langsung berlaku tanpa perlu memuat ulang server.

Konsekuensi praktisnya besar. Di shared hosting, Anda tidak punya akses ke konfigurasi utama server, jadi .htaccess adalah satu-satunya cara mengubah perilaku server untuk website Anda. Inilah alasan WordPress dan banyak aplikasi PHP lain mengandalkannya, dan alasan Apache tetap dipakai luas.

Ciri lain yang layak diketahui:

  • Arsitektur modul. Kemampuan tambahan dipasang sebagai modul, misalnya mod_rewrite untuk pengalihan alamat dan mod_ssl untuk https.
  • Berjalan di banyak sistem operasi. Linux, BSD, sampai Windows.
  • Menjalankan PHP secara langsung. Konfigurasi bawaannya paling sederhana untuk aplikasi PHP.

Kelemahan Apache

Kelemahannya muncul ketika pengunjung datang bersamaan dalam jumlah besar, karena setiap koneksi memakan alokasi memori tersendiri.

Model kerja Apache menugaskan proses atau thread untuk setiap koneksi yang masuk. Selama jumlah koneksi wajar, ini tidak jadi masalah. Ketika lonjakan datang, jumlah proses ikut membengkak dan RAM server bisa habis — website kemudian melambat atau berhenti merespons.

Kelemahan kedua adalah biaya membaca .htaccess: karena berkas itu diperiksa pada setiap permintaan dan di setiap tingkat folder, ada beban tambahan yang tidak ada pada server yang konfigurasinya terpusat.

Keduanya bisa diperkecil dengan konfigurasi yang benar, dan sebagian besar penyedia hosting sudah melakukannya.

Apakah Perlu Mengganti Apache?

Untuk sebagian besar website, tidak — karena web server jarang menjadi penyebab utama halaman terasa lambat. Sebelum memikirkan pergantian, periksa dulu empat hal yang jauh lebih sering menjadi sebabnya:

  1. Ukuran gambar yang diunggah apa adanya.
  2. Cache yang belum aktif.
  3. Jumlah plugin yang menumpuk.
  4. Versi PHP yang sudah usang.

Pergantian web server baru masuk akal setelah keempatnya beres dan trafik sudah cukup besar sehingga jumlah koneksi bersamaan benar-benar menjadi kendala. Di shared hosting, pilihan itu ada di tangan penyedia, bukan Anda — yang bisa Anda kerjakan sendiri ada di sisi konfigurasi web server.

Apa pun web server yang dipakai, semuanya berdiri di atas sistem operasi server yang menentukan versi perangkat lunak apa saja yang tersedia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Apache gratis? Ya. Apache adalah perangkat lunak open source dan bebas dipakai, termasuk untuk keperluan komersial.

Bagaimana mengetahui website saya memakai Apache atau bukan? Sebagian besar server mencantumkannya di header respons HTTP, yang bisa dilihat lewat alat pemeriksa header atau tab Network di peralatan pengembang browser. Cara paling cepat: tanyakan ke penyedia hosting Anda.

Apakah Apache lebih lambat daripada Nginx? Dalam menyajikan berkas statis dan menangani banyak koneksi bersamaan, Nginx umumnya lebih hemat sumber daya. Untuk website dengan trafik biasa, selisihnya tidak akan dirasakan pengunjung.

Apakah .htaccess berlaku di semua web server? Tidak. Berkas itu ciri khas Apache. Nginx tidak mengenalnya sama sekali, sedangkan LiteSpeed membacanya pada versi berbayarnya.