Google AI Overview, ChatGPT, dan Perplexity sekarang menjawab pertanyaan user langsung di halaman hasil pencarian. Jika website teman-teman tidak dioptimasi untuk AI, konten yang sudah ditulis dengan susah payah bisa jadi tidak pernah di-cite. Berikut checklist yang bisa langsung dicek sekarang.
Apa itu GEO dan Kenapa Harus Peduli
GEO (Generative Engine Optimization) adalah optimasi website agar kontennya mudah dipahami dan dikutip oleh AI. Berbeda dari SEO tradisional yang fokus pada ranking di halaman hasil pencarian, GEO fokus pada apakah AI memilih konten teman-teman sebagai sumber jawaban.
Coba search “apa itu jasa SEO” di Google sekarang. Di bagian atas akan muncul AI Overview — ringkasan yang dihasilkan AI dengan mengutip beberapa sumber. Website yang di-cite di sini mendapat exposure besar tanpa perlu user klik. Pertanyaannya: apakah website teman-teman yang dikutip, atau kompetitor?
Checklist 1: Apakah Konten Menjawab Pertanyaan Secara Langsung
AI mengutip konten yang memberikan jawaban jelas dan langsung. Bukan konten yang bertele-tele sebelum masuk ke inti.
Cara cek: buka halaman utama teman-teman, baca paragraf pertama setelah H1. Apakah dalam 2-3 kalimat pertama sudah jelas apa yang ditawarkan atau dijawab? Jika paragraf pembuka masih berisi basa-basi seperti “Di era digital yang semakin berkembang…” — AI akan skip dan cari sumber lain yang lebih langsung.
Tips perbaikan: mulai setiap halaman dan artikel dengan definisi atau jawaban langsung. Contoh yang bagus: “Jasa SEO adalah layanan optimasi website agar muncul di halaman pertama Google, dengan fokus pada peningkatan traffic organik dan konversi.” AI bisa langsung mengutip kalimat ini.
Checklist 2: Apakah Ada Data Original yang Bisa Dikutip
AI lebih suka mengutip sumber yang memiliki data konkret — angka, statistik, range harga, perbandingan. Konten yang hanya berisi opini atau deskripsi umum jarang di-cite.
Cara cek: buka Google, ketik pertanyaan yang relevan dengan bisnis teman-teman, lihat AI Overview yang muncul. Perhatikan sumber yang dikutip — hampir pasti mereka menyebut angka spesifik seperti “harga mulai dari Rp X juta” atau “proses memakan waktu 3-6 bulan”.
Tips perbaikan: tambahkan data konkret di konten. Range harga layanan, timeline hasil, statistik keberhasilan, perbandingan sebelum dan sesudah. Data original yang tidak dimiliki kompetitor adalah moat terkuat untuk GEO.
Checklist 3: Apakah Struktur HTML Memudahkan AI Parsing
AI membaca struktur HTML website teman-teman. Heading yang berantakan, FAQ yang tersembunyi di dalam JavaScript tanpa server-side rendering, dan konten penting yang hanya muncul setelah interaksi user — semua ini menyulitkan AI.
Cara cek: buka website teman-teman, klik kanan > View Page Source. Cari konten penting — apakah sudah ada di HTML mentah? Atau hanya muncul setelah JavaScript dijalankan? AI crawler tidak selalu menjalankan JavaScript sepenuhnya.
Tips perbaikan: pastikan konten penting di-render server-side. Gunakan heading H2-H3 yang deskriptif — bukan “Layanan Kami” tapi “Layanan SEO untuk Bisnis di Indonesia”. Implementasi FAQ dengan schema markup FAQPage agar AI bisa langsung parsing pertanyaan dan jawaban.
Checklist 4: Apakah Website Punya Schema Markup yang Lengkap
Schema markup adalah cara berbicara langsung ke AI dalam bahasa yang mereka pahami. Website tanpa schema markup seperti toko tanpa papan nama — AI harus menebak apa isi kontennya.
Cara cek: buka Rich Results Test dari Google dan masukkan URL website. Lihat apakah terdeteksi schema markup. Minimal yang harus ada: Organization, FAQPage untuk halaman FAQ, dan Service atau Product untuk halaman layanan/produk.
Tips perbaikan: implementasi schema markup Organization di seluruh website, FAQPage di setiap halaman yang punya FAQ section, dan Service/Product di halaman layanan. Jika teman-teman punya artikel blog, tambahkan schema Article dengan author yang jelas — ini memperkuat sinyal EEAT.
Checklist 5: Apakah Konten Menunjukkan EEAT
EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) bukan cuma untuk ranking Google — AI juga memprioritaskan sumber yang menunjukkan keahlian nyata.
Cara cek: buka halaman layanan teman-teman. Apakah ada nama expert atau tim yang bertanggung jawab? Apakah ada portfolio atau studi kasus dengan hasil nyata? Apakah ada akreditasi, sertifikasi, atau bukti pengalaman? Jika jawabannya “tidak” untuk semua pertanyaan ini, AI akan lebih memilih mengutip kompetitor yang menampilkan bukti keahlian.
Tips perbaikan: tambahkan halaman tim dengan profil LinkedIn, tampilkan portfolio dengan data hasil yang konkret, dan pastikan ada jejak digital yang bisa diverifikasi — profil Google Business, review pelanggan, atau media coverage.
Checklist 6: Apakah Website Cukup Cepat dan Accessible
Ini sering diabaikan dalam diskusi GEO, tapi kecepatan website mempengaruhi apakah AI crawler bisa mengakses konten dengan efisien. Website yang lambat dan berat membuat crawler timeout sebelum sempat membaca semua konten.
Cara cek: buka PageSpeed Insights dan test URL utama. Lihat skor Core Web Vitals — LCP di bawah 2.5 detik, INP di bawah 200ms, CLS di bawah 0.1. Jika gagal di metrik ini, kemungkinan AI crawler juga kesulitan. Website yang dibangun dengan framework modern memiliki keunggulan signifikan dibanding platform tradisional dalam hal performa ini.
Langkah Pertama yang Bisa Dilakukan Hari Ini
Tidak perlu mengerjakan semua checklist sekaligus. Mulai dari yang paling berdampak: buka halaman terpenting di website teman-teman, pastikan paragraf pertama langsung menjawab pertanyaan utama yang ingin ditarget. Tambahkan satu data konkret — harga, timeline, atau statistik — yang bisa dikutip AI. Cek schema markup di Rich Results Test dan perbaiki jika belum ada.
Tiga langkah ini saja sudah membuat website teman-teman lebih “AI-friendly” dibanding mayoritas kompetitor. Untuk optimasi GEO yang lebih komprehensif, jasa SEO profesional yang sudah memahami landscape AI search bisa membantu menyusun strategi yang tepat.