Social Media Presence Adalah
Social media presence adalah seberapa terlihat, aktif, dan dikenali sebuah brand, usaha, atau individu di platform media sosial yang dipakainya. Presence tidak diukur dari banyaknya akun yang dibuat, melainkan dari apakah akun itu muncul secara konsisten, ditanggapi audiens, dan dikenali sebagai milik pihak yang sama di setiap platform.
Istilah ini sering tertukar dengan social presence. Dalam kajian komunikasi, social presence berarti seberapa terasa kehadiran pihak lain saat berkomunikasi lewat media apa pun. Social media presence lebih sempit, yaitu kehadiran brand atau individu di media sosial.
Unsur Social Media Presence
Social media presence terbentuk dari lima unsur yang saling bergantung. Satu unsur yang lemah membuat unsur lain kurang berarti.
- Profil yang lengkap dan seragam. Nama, foto, deskripsi, tautan, dan kontak yang sama di semua platform, sehingga orang yakin akun itu benar milik brand yang dicari.
- Konten yang terbit teratur. Akun yang terakhir mengunggah berbulan-bulan lalu terlihat seperti usaha yang sudah berhenti.
- Interaksi dua arah. Komentar dan pesan yang dibalas menunjukkan ada orang di balik akun.
- Komunitas. Pengikut yang kembali, ikut berkomentar, dan membagikan konten.
- Data performa. Angka jangkauan dan keterlibatan yang dipantau untuk memperbaiki langkah berikutnya.
Kenapa Social Media Presence Penting untuk Bisnis
Bagi bisnis, presence yang kuat membuat calon pembeli menemukan, mengenali, dan memercayai brand sebelum mereka memutuskan membeli.
- Brand lebih dikenal. Konten yang muncul berulang di linimasa membangun brand awareness di antara orang yang belum pernah membeli.
- Kepercayaan sebelum transaksi. Banyak calon pembeli memeriksa akun media sosial sebuah usaha sebelum menghubunginya. Akun yang aktif dan menjawab pertanyaan memberi alasan untuk percaya.
- Saluran layanan pelanggan. Pertanyaan dan keluhan yang dijawab terbuka juga dibaca calon pembeli lain.
- Bahan riset audiens. Komentar, pertanyaan, dan konten yang paling banyak ditanggapi menunjukkan apa yang sebenarnya dibutuhkan pembeli.
- Kunjungan ke website. Tautan di profil dan unggahan mengarahkan pengunjung ke halaman produk atau layanan. Tautan dari media sosial umumnya bertanda nofollow, jadi manfaatnya ada pada kunjungan dan pengenalan merek, bukan pada peringkat. Hubungan keduanya dibahas di social media presence dan SEO.
- Rekomendasi dari pelanggan. Pelanggan yang puas menandai dan menyebut brand di akun mereka sendiri, dan rekomendasi seperti ini lebih dipercaya daripada promosi brand.
Cara Membangun Social Media Presence
Social media presence dibangun lewat urutan yang sama untuk hampir semua bisnis: tujuan, platform, identitas, konten, interaksi, lalu evaluasi.
- Tetapkan tujuan yang bisa diukur. Misalnya menambah pertanyaan lewat pesan langsung atau kunjungan ke website, bukan sekadar “lebih dikenal”. Kerangka tujuan SMART membantu merumuskannya.
- Pilih platform tempat audiens berada. Tidak perlu hadir di semua platform. Dua platform yang dikelola dengan baik lebih berguna daripada lima akun yang terbengkalai.
- Rapikan profil dan identitas. Nama, foto, warna, dan nada bicara yang konsisten membuat brand mudah dikenali. Untuk individu, prinsip yang sama dibahas di personal branding dan networking.
- Susun rencana konten dan jadwal terbit. Tentukan jenis konten yang dibuat, untuk siapa, dan seberapa sering, seperti diuraikan di strategi content creation. Jadwal yang realistis lebih penting daripada jadwal yang padat.
- Ajak dan layani interaksi. Balas komentar, ajukan pertanyaan, dan tanggapi pesan dengan cepat. Ukurannya dibahas di engagement, dan pengelolaan pengikut yang sudah terbentuk di community management.
- Gunakan iklan untuk memperluas jangkauan. Konten organik menjangkau pengikut; iklan menjangkau orang yang belum mengenal brand. Pilihannya ada di social media advertising.
- Pantau, lalu sesuaikan. Lihat konten mana yang menjangkau dan ditanggapi, lalu ulangi polanya. Metrik yang dipakai diuraikan di social media analytics.
Bagian yang paling sering gagal bukan memulai, melainkan bertahan. Banyak akun bisnis aktif di bulan pertama lalu jarang mengunggah setelahnya, dan presence yang sudah terbangun ikut memudar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya social media presence dan social media marketing? Social media presence adalah keadaan, yaitu seberapa hadir dan dikenali sebuah brand di media sosial. Social media marketing adalah kegiatan pemasarannya, termasuk kampanye dan iklan, yang salah satu hasilnya adalah presence yang lebih kuat.
Apakah bisnis harus aktif di semua platform? Tidak. Pilih platform yang memang dipakai pembeli Anda dan yang sanggup dikelola secara konsisten. Akun yang tidak terurus justru memberi kesan buruk.