Prinsip yang Menghindarkan Situs Mati
Jangan matikan hosting lama sebelum yang baru terbukti jalan. Selama masa peralihan, dua-duanya hidup, dan Anda memindahkan arah — bukan memindahkan situsnya sekaligus.
Ini yang membedakan migrasi yang mulus dari yang berakhir dengan situs tidak bisa dibuka seharian.
Satu hal lagi sebelum mulai: buat cadangan penuh — berkas dan basis data — dan simpan salinannya di komputer Anda sendiri, bukan hanya di server.
Dua Jalur
Lewat plugin migrasi
Paling praktis untuk situs berukuran biasa. Plugin membungkus seluruh situs jadi satu paket, lalu memasangnya di tempat baru.
Cocok kalau situs Anda di bawah beberapa ratus megabita dan tidak punya penyiapan khusus.
Manual
Lebih terkendali, dan wajib untuk situs besar atau yang plugin migrasinya gagal.
Langkahnya di bagian berikut.
Langkah Migrasi Manual
- Cadangkan semuanya. Unduh seluruh berkas situs dan ekspor basis datanya.
- Siapkan hosting baru — buat basis data kosong beserta penggunanya, dan catat datanya.
- Unggah berkas ke folder utama di hosting baru.
- Impor basis data yang tadi diekspor.
- Sesuaikan berkas konfigurasi dengan nama basis data, pengguna, dan kata sandi yang baru.
- Uji sebelum mengalihkan. Ini langkah yang paling sering dilewati — buka situs di hosting baru lewat cara sementara, tanpa mengubah pengaturan domain. Periksa halaman utama, beberapa halaman dalam, gambar, dan formulir.
- Baru alihkan arah domain ke hosting baru setelah semuanya beres.
- Tunggu perpindahan menyebar. Selama beberapa jam, sebagian pengunjung masih diarahkan ke hosting lama — itu sebabnya yang lama belum boleh dimatikan.
- Pasang ulang sertifikat keamanan di hosting baru kalau tidak ikut berpindah.
Yang Diperiksa Setelah Pindah
- Beberapa halaman dalam, bukan cuma beranda.
- Gambar muncul semua. Alamat gambar yang masih menunjuk ke hosting lama adalah masalah paling umum setelah migrasi.
- Formulir benar-benar masuk ke email yang dibaca.
- HTTPS aktif di semua halaman, tanpa peringatan campuran.
- Panel administrasi bisa diakses.
- Cadangan otomatis sudah diatur ulang di hosting baru — pengaturan lama tidak ikut pindah.
- Halaman tidak ditemukan menampilkan halaman yang benar, bukan halaman bawaan hosting.
Kesalahan yang Paling Sering
- Mematikan hosting lama terlalu cepat, sebelum perpindahan arah selesai menyebar.
- Melewatkan uji coba sebelum mengalihkan domain.
- Lupa memindahkan berkas tersembunyi — sebagian pengaturan penting tersimpan di berkas yang tidak tampil di daftar biasa.
- Alamat lama tertinggal di basis data, membuat sebagian gambar dan tautan menunjuk ke tempat yang salah.
- Tidak menyimpan cadangan di luar server. Kalau yang bermasalah servernya, cadangan yang tersimpan di sana ikut hilang.
- Migrasi di jam sibuk. Pilih waktu ketika pengunjung paling sedikit.
Kalau Sekalian Ganti Domain
Ini bukan sekadar migrasi — ini dua perubahan sekaligus, dan risikonya berlipat.
Yang wajib disiapkan: pengalihan dari setiap alamat lama ke padanannya yang baru, dan pertahankan domain lama tetap aktif selama beberapa waktu supaya pengalihannya bekerja. Mengalihkan semua alamat lama ke beranda cenderung diperlakukan sama seperti halaman tidak ditemukan.
Sebaiknya kerjakan terpisah: pindah hosting dulu, pastikan stabil, baru ganti domain.
FAQ
Berapa lama proses migrasi?
Pemindahan berkas dan basis data biasanya di bawah satu jam untuk situs berukuran biasa. Yang memakan waktu adalah penyebaran perubahan arah domain — hitungannya jam, bukan menit.
Apakah peringkat di Google terpengaruh?
Kalau alamat halamannya tidak berubah, seharusnya tidak. Yang berisiko adalah migrasi yang disertai perubahan struktur alamat tanpa pengalihan.
Apakah bisa migrasi tanpa mati sama sekali?
Bisa mendekati nol, dengan cara menguji di hosting baru sebelum mengalihkan domain dan membiarkan hosting lama tetap hidup selama masa peralihan.
Kalau yang dipindahkan ternyata perlu dipasang ulang dari nol, langkahnya ada di panduan cara install WordPress.