Bedanya UI dan UX
UX menentukan apa yang harus ada dan bagaimana alurnya; UI menentukan bentuk dan tampilannya.
Dua istilah ini sering ditulis berdampingan sampai terkesan satu pekerjaan. Padahal pertanyaannya berbeda:
- UX bertanya: apa yang ingin dicapai pengguna, langkah apa saja yang dia lalui, dan di mana dia biasanya tersendat.
- UI bertanya: seperti apa tombolnya, di mana letaknya, warna dan huruf apa yang dipakai.
Website dengan UI bagus tapi UX buruk terlihat rapi dan tetap membingungkan. Website dengan UX bagus tapi UI seadanya terasa polos tapi tetap bisa dipakai. Yang kedua jauh lebih berguna untuk bisnis.
Prinsip yang Berlaku
Kurangi jumlah keputusan
Setiap pilihan tambahan menambah beban. Halaman dengan satu tindakan jelas mengalahkan halaman dengan enam tombol yang sama menonjolnya.
Ikuti kebiasaan, jangan menciptakan yang baru
Logo di kiri atas mengarah ke beranda, menu di kanan atas, keranjang berbentuk ikon keranjang. Melanggar kebiasaan menuntut pengguna belajar, dan hampir tidak ada yang mau belajar memakai website.
Beri umpan balik atas setiap tindakan
Tombol yang diklik harus terlihat merespons. Formulir yang terkirim harus memberi konfirmasi. Ketidakpastian membuat orang mengulang tindakan yang sama.
Jangan menghukum kesalahan
Formulir yang menghapus seluruh isian saat ada satu kolom salah adalah contoh paling umum. Tandai yang salah, pertahankan sisanya.
Kurangi pekerjaan pengguna
Isi otomatis yang bisa diisi otomatis, jangan minta data yang sudah Anda punya, dan jangan minta yang tidak akan dipakai.
Utamakan layar kecil
Sebagian besar pengunjung datang dari ponsel. Alur yang nyaman di layar besar sering berantakan di layar kecil, dan menyusun terbalik jauh lebih murah daripada memperbaiki belakangan.
Riset Pengguna Tanpa Anggaran Besar
Riset UX sering dibayangkan mahal. Lima cara di bawah bisa dikerjakan bisnis kecil:
- Kumpulkan pertanyaan yang berulang masuk. Setiap pertanyaan yang sering ditanyakan calon pelanggan adalah bukti ada informasi yang tidak ketemu di situs.
- Minta lima orang mencoba satu tugas. “Coba cari harga layanan X” sambil Anda diam mengamati. Lima orang biasanya sudah cukup memunculkan masalah terbesarnya.
- Rekam layar pengunjung dengan alat perekam sesi, kalau volumenya memungkinkan.
- Lihat di mana orang berhenti di laporan analitik — halaman mana yang banyak dibuka tapi sedikit yang lanjut.
- Tanya pelanggan yang sudah jadi apa yang hampir membuat mereka batal.
Cara pertama dan kelima paling murah dan paling sering diabaikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mendesain untuk selera pemilik, bukan untuk pengunjung. Pemilik sudah tahu isi situsnya; pengunjung tidak.
- Menguji hanya di layar besar dengan koneksi cepat.
- Menambah fitur untuk menutupi alur yang membingungkan. Alurnya yang perlu diperbaiki.
- Menganggap riset selesai setelah situs terbit. Perilaku pengunjung berubah, dan begitu juga penawaran Anda.
- Menyamakan UX dengan animasi. Gerakan bisa membantu memberi umpan balik, tapi bukan itu isinya.
Kaitannya dengan Konversi
Perbaikan UX yang paling sering menghasilkan bukan yang paling besar:
- Mengurangi kolom formulir yang tidak akan dipakai.
- Menaruh kontak di tempat yang terlihat, tidak hanya di footer.
- Menyatakan harga atau kisarannya, atau menjelaskan kenapa tidak bisa.
- Memperjelas apa yang terjadi setelah mengirim — kapan dihubungi, oleh siapa.
- Mempercepat halaman. Pengunjung yang menutup sebelum halaman tampil tidak sempat menilai desainnya.
FAQ
Apakah UI/UX memengaruhi peringkat di Google?
Tidak sebagai penilaian estetika. Yang berpengaruh adalah akibatnya — kecepatan muat, kenyamanan di ponsel, dan apakah pengunjung menemukan yang dicari.
Perlukah menyewa desainer UX khusus?
Untuk situs bisnis biasa, biasanya tidak. Yang lebih menentukan adalah ada orang yang mau menguji dan memperbaiki berdasarkan temuan, bukan gelar orangnya.
Dari mana memulai kalau situsnya sudah ada?
Dari satu tugas terpenting — biasanya menghubungi atau meminta penawaran. Perbaiki alur itu sampai lancar sebelum menyentuh yang lain.
Prinsip yang sama diterapkan pada desain website yang user-friendly, terutama di navigasi dan jalur kontak, serta pada tampilan responsif di layar kecil.
Satu hal yang sering luput: alur terbaik pun terasa buruk kalau halamannya lambat dimuat. Faktornya diuraikan di performa website.