Skip to main content

Dofollow Backlink: Pengertian, Cara Kerja, dan Kesalahpahaman yang Umum

Dofollow backlink adalah tautan biasa tanpa atribut rel. Pahami kenapa rel="dofollow" sebenarnya tidak ada, cara memeriksanya, dan apa yang membuatnya bernilai.

Dofollow Backlink: Pengertian, Cara Kerja, dan Kesalahpahaman yang Umum

Dofollow backlink adalah tautan biasa yang tidak diberi atribut rel apa pun, sehingga mesin pencari memperlakukannya sebagai rekomendasi normal dari satu halaman ke halaman lain.

Bentuknya sesederhana ini:

<a href="https://contoh.com/halaman">teks tautan</a>

Tidak ada penanda tambahan. Itulah “dofollow”.

Kesalahpahaman Terbesar: rel="dofollow" Tidak Ada

Google tidak mengenal atribut rel="dofollow". Yang didokumentasikan Google hanya tiga penanda: nofollow, sponsored, dan ugc. Tidak ada penanda untuk menyatakan sebuah tautan “boleh diikuti”, karena itu memang perilaku bawaan HTML.

Istilah “dofollow” lahir dari kebiasaan praktisi SEO untuk membedakannya dari nofollow, lalu terlanjur dipakai di mana-mana. Sebagai istilah percakapan tidak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika orang benar-benar menuliskan rel="dofollow" di kodenya dan mengira itu memperkuat tautan — atribut itu diabaikan, tidak menambah apa pun, dan tidak mengurangi apa pun.

Jadi kalau ada penyedia jasa yang menjanjikan “backlink dofollow” sebagai fitur teknis khusus, yang mereka maksud sebenarnya cuma tautan yang tidak ditandai. Itu keadaan bawaan, bukan keistimewaan.

Cara Kerjanya

Tautan tanpa penanda ikut diperhitungkan dalam tiga hal:

  • Penemuan halaman — perayap mengikuti tautan untuk menemukan URL baru.
  • Konteks dari anchor text — teks tautannya dibaca sebagai petunjuk tentang isi halaman tujuan.
  • Analisis tautan — masih dipakai Google sebagai salah satu sistem peringkatnya, meski bobotnya lebih kecil daripada yang biasa diceritakan. Gary Illyes dari Google menyatakan pada 2023 bahwa tautan bukan tiga besar faktor peringkat.

Syarat teknisnya tetap berlaku: tautan harus berupa elemen <a> dengan atribut href berisi alamat sungguhan. Tautan yang dibangun lewat onclick JavaScript atau elemen <span> berstil tidak akan diikuti, ada atau tidak ada atribut rel.

Cara Memeriksa Sebuah Tautan Dofollow atau Bukan

  1. Klik kanan pada tautannya, pilih Inspect. Lihat elemen <a>-nya. Kalau tidak ada atribut rel, itu tautan biasa.
  2. Periksa nilainya kalau ada. rel="nofollow", rel="sponsored", atau rel="ugc" — ketiganya bisa muncul bersamaan, misalnya rel="ugc nofollow".
  3. Gunakan alat pemeriksa backlink kalau yang diperiksa banyak sekaligus. Sebagian besar alat backlink menandai atributnya di kolom tersendiri.

Perlu diingat, atribut ini bisa berubah kapan saja tanpa pemberitahuan. Situs yang mengganti tema atau memperketat kebijakan komentar bisa menambahkan nofollow pada seluruh tautan keluarnya sekaligus.

Apa yang Membuatnya Bernilai

Status “dofollow” saja tidak membuat sebuah tautan berharga. Yang menentukan:

  • Relevansi topik halaman sumber dengan halaman tujuan.
  • Posisi tautan — di dalam badan tulisan jauh lebih bermakna daripada di footer atau sidebar yang muncul di seluruh situs.
  • Kualitas halaman sumbernya sendiri, bukan skor domainnya. Domain Authority dan Domain Rating adalah metrik Moz dan Ahrefs, bukan milik Google.
  • Kewajaran cara memperolehnya. Tautan biasa yang dibeli tetap melanggar kebijakan spam Google, dan sejak 2022 sistem SpamBrain membatalkan tautan semacam itu — manfaatnya hilang dan menurut Google tidak bisa dikembalikan.

Seribu tautan tanpa penanda dari jaringan blog yang saling terkait bernilai lebih kecil daripada satu tautan dari artikel yang benar-benar relevan.

Kapan Anda Sendiri Sebaiknya Tidak Memberi Tautan Biasa

Sebagai pemilik situs, ada situasi di mana Anda wajib memberi penanda:

  • Tautan berbayar atau bersponsor — gunakan rel="sponsored".
  • Tautan afiliasi — sama, sponsored.
  • Tautan dari kolom komentar dan forum — gunakan rel="ugc".
  • Tautan ke sumber yang belum Anda percayai sepenuhnya — gunakan rel="nofollow".

Menautkan sumber luar secara wajar tidak merugikan situs Anda. Yang merugikan adalah membiarkan tautan berbayar tanpa penanda.

FAQ

Untuk sinyal otoritas ya, untuk hal lain belum tentu. Tautan bertanda nofollow tetap mendatangkan pembaca, tetap membuat merek terlihat, dan sejak 1 Maret 2020 tetap bisa dipakai Google sebagai petunjuk karena statusnya berubah dari perintah jadi hint.

Tidak ada rasio ideal yang bisa dipatok. Profil yang wajar biasanya campur, karena situs sungguhan mendapat tautan dari sumber yang berbeda-beda. Profil yang hampir seluruhnya tanpa penanda justru lebih mencurigakan daripada yang campur.

Apakah menulis rel="dofollow" merusak sesuatu?

Tidak merusak, tapi juga tidak berguna. Google mengabaikan nilai yang tidak dikenalinya. Efeknya sama persis dengan tidak menulis apa-apa.

Istilah dofollow lebih mudah dipahami kalau dibandingkan dengan backlink nofollow dan fondasi apa itu backlink. Rasio keduanya baru bermakna saat dibaca sebagai bagian dari profil backlink, bukan sebagai target angka.