Skip to main content

Nofollow Backlink: Pengertian, Manfaat, dan Kapan Menggunakannya

Nofollow backlink adalah tautan dengan atribut rel="nofollow" yang memberi sinyal kepada mesin pencari agar tidak meneruskan nilai SEO. Pelajari pengertian, manfaat, dan perbedaannya dengan dofollow.

Nofollow Backlink: Pengertian, Manfaat, dan Kapan Menggunakannya

Nofollow backlink adalah tautan dari satu website ke website lain yang menggunakan atribut rel="nofollow" di dalam tag <a>, yang memberi sinyal kepada mesin pencari untuk tidak meneruskan otoritas SEO (link equity) melalui tautan tersebut.

Dalam HTML, formatnya terlihat seperti ini:

<a href="https://contoh.com" rel="nofollow">Teks tautan</a>

Atribut ini diperkenalkan Google pada 2005 sebagai cara untuk melawan manipulasi link. Pengguna tetap bisa mengklik dan mengunjungi link tersebut, tapi mesin pencari tidak akan mengikutinya untuk keperluan penilaian peringkat.

Perbedaan Nofollow dan Dofollow

Ini perbedaan paling mendasar yang perlu dipahami:

  • Dofollow backlink — tautan normal tanpa atribut khusus. Mesin pencari mengikutinya dan meneruskan link equity ke halaman tujuan. Ini yang paling diincar dalam strategi link building.
  • Nofollow backlink — mesin pencari tidak meneruskan link equity. Namun Google menyatakan tetap menggunakan nofollow sebagai “hint” (petunjuk), artinya dalam beberapa konteks link ini masih bisa memiliki pengaruh kecil.

Jenis Atribut Nofollow di 2026

Google memperkenalkan dua atribut tambahan sejak 2019 yang lebih spesifik:

  • rel="nofollow" — penggunaan umum, tidak meneruskan link equity
  • rel="sponsored" — untuk link berbayar atau iklan
  • rel="ugc" (User Generated Content) — untuk link di komentar, forum, atau konten pengguna

Ketiga atribut ini sering dikombinasikan: rel="nofollow ugc" untuk komentar blog, misalnya.

Meski tidak langsung meningkatkan peringkat, nofollow backlink tetap memiliki nilai strategis:

  • Diversifikasi profil backlink — profil backlink yang sehat dan alami mengandung campuran dofollow dan nofollow. Backlink yang 100% dofollow justru terlihat tidak natural di mata Google.
  • Mendatangkan traffic nyata — nofollow dari media besar, forum aktif, atau platform sosial bisa menghasilkan kunjungan yang signifikan.
  • Meningkatkan brand awareness — tautan dari Wikipedia, Reddit, atau Quora membangun kepercayaan meski bersifat nofollow.
  • Melindungi dari penalti — dengan menggunakan nofollow pada link berbayar atau link yang tidak ingin Anda “endorse”, Anda menjaga profil backlink tetap bersih.
  • Mendukung PageRank yang sehat — nofollow membantu mengontrol aliran otoritas agar tidak bocor ke halaman yang tidak relevan.

Kapan Anda Harus Menggunakan Nofollow?

Gunakan nofollow pada link yang keluar dari website Anda dalam situasi ini:

  • Link berbayar atau iklan — wajib menggunakan rel="sponsored"
  • Link di kolom komentar — gunakan rel="nofollow ugc"
  • Link ke website yang tidak Anda percaya — untuk melindungi reputasi domain
  • Link afiliasi — gunakan rel="sponsored" sesuai panduan Google
  • Link ke halaman login, cart, atau admin — yang tidak perlu diindeks

Ya, tapi dalam konteks yang tepat. Google sudah menyatakan bahwa nofollow diperlakukan sebagai “hint” bukan instruksi wajib — artinya Google bisa saja tetap mempertimbangkan link tersebut dalam beberapa situasi.

Yang lebih penting: profil backlink yang alami selalu mengandung campuran dofollow dan nofollow. Website yang hanya punya dofollow backlink berkualitas tinggi secara seragam justru bisa terlihat mencurigakan bagi algoritma Google.

Kesimpulan

Nofollow backlink bukan “backlink yang sia-sia” — ini adalah bagian alami dari ekosistem link building yang sehat. Gunakan secara strategis untuk menjaga profil backlink tetap bersih, mendatangkan traffic, dan membangun brand authority. Jika Anda ingin strategi link building profesional yang seimbang antara dofollow dan nofollow, tim Roofel siap membantu.

Butuh Bantuan Digital Marketing?

Tim ahli Roofel siap membantu mengembangkan bisnis Anda

Konsultasi Gratis