Skip to main content

Backlink Adalah: Pengertian, Anatomi, dan Apa yang Sebenarnya Dihitung Google

Backlink adalah tautan dari situs lain menuju situs Anda. Pahami anatominya, jenisnya berdasarkan atribut dan asal, serta apa yang membuat sebuah tautan benar-benar dihitung.

Backlink Adalah: Pengertian, Anatomi, dan Apa yang Sebenarnya Dihitung Google

Backlink adalah tautan dari halaman di situs lain yang mengarah ke halaman di situs Anda.

Dari sudut pandang situs yang menerima, tautan itu disebut backlink atau inbound link. Dari sudut pandang situs yang memasang, tautan yang sama disebut outbound link. Objeknya satu, namanya dua, tergantung Anda berdiri di sisi mana.

Backlink jadi topik besar di SEO karena mesin pencari memakai tautan untuk dua hal sekaligus: menemukan halaman baru, dan menilai seberapa layak halaman itu direkomendasikan. Tapi bobotnya sering dilebih-lebihkan. Gary Illyes dari Google menyatakan pada 2023 bahwa tautan bukan termasuk tiga faktor peringkat teratas — pernyataan yang membatalkan klaim lama yang masih beredar di banyak panduan berbahasa Indonesia.

Satu backlink terdiri dari empat bagian, dan tiga di antaranya bisa dinilai mesin pencari:

  • Halaman sumber — halaman tempat tautan itu dipasang. Topik, kualitas, dan reputasi halaman ini yang paling menentukan nilainya.
  • Anchor text — teks yang bisa diklik. Google memakainya sebagai petunjuk tentang isi halaman tujuan.
  • Atribut rel — penanda opsional (nofollow, sponsored, ugc) yang memberi tahu Google bahwa tautan itu tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi.
  • Halaman tujuan — halaman Anda.

Agar bisa dirayapi sama sekali, tautan wajib berbentuk elemen <a> dengan atribut href yang berisi alamat sungguhan. Google menyatakan tautan yang dibuat lewat <span> berstil, onclick JavaScript, atau <a> tanpa href tidak akan diikuti. Ini kesalahan yang sering terjadi bukan pada backlink, melainkan pada navigasi situs sendiri.

Pembagian pertama yang perlu dipahami adalah berdasarkan penanda rel-nya.

  1. Tautan biasa (sering disebut dofollow) — tautan tanpa atribut rel sama sekali. Ini bawaan HTML. Perlu dicatat: tidak ada atribut bernama rel="dofollow" dalam dokumentasi Google; istilah itu lahir dari kebiasaan praktisi, bukan dari spesifikasi.
  2. rel="nofollow" — penanda umum ketika Anda tidak ingin tautan itu dianggap rekomendasi.
  3. rel="sponsored" — untuk tautan berbayar, iklan, dan penempatan bersponsor.
  4. rel="ugc" — untuk tautan dari konten buatan pengguna: kolom komentar, forum, profil anggota.

Ketiga penanda itu boleh digabung dalam satu atribut, misalnya rel="ugc nofollow". Sejak 1 Maret 2020 Google memperlakukan ketiganya sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak — halaman tujuannya tetap bisa ditemukan dan dirayapi lewat jalur lain.

Pembagian kedua lebih menentukan nilai praktisnya:

  • Editorial — dipasang penulis lain atas kemauannya sendiri karena halaman Anda memang layak dirujuk. Paling sulit didapat, paling bernilai.
  • Dari media dan situs berita — kekuatannya datang dari reputasi penerbitnya, bukan dari jumlahnya.
  • Direktori dan profil — mudah didapat, karena itu pengaruhnya kecil. Tetap berguna untuk konsistensi data bisnis, bukan untuk peringkat.
  • Komentar dan forum — hampir selalu bertanda ugc atau nofollow. Nilainya ada di trafik dan visibilitas, bukan di sinyal peringkat.
  • Berbayar — melanggar kebijakan spam Google kalau tidak ditandai sponsored atau nofollow.

Relevansi topik dan kualitas halaman sumbernya lebih menentukan daripada jumlah tautan yang Anda kumpulkan.

Beberapa hal yang benar-benar berpengaruh:

  • Kedekatan topik. Tautan dari situs yang membahas bidang yang sama memberi konteks; tautan dari situs acak tidak.
  • Posisi tautan di halaman. Tautan di dalam badan tulisan lebih bermakna daripada tautan di footer atau sidebar yang muncul di semua halaman.
  • Anchor text yang deskriptif. Google menyarankan anchor yang ringkas dan menggambarkan isi tujuannya. Anchor yang dijejali kata kunci justru masuk kategori pelanggaran kebijakan spam.
  • Kewajaran keseluruhan profil. Seratus tautan dari satu jaringan situs bernilai jauh lebih kecil daripada sepuluh tautan dari sepuluh sumber berbeda yang tidak saling terkait.

Yang tidak berpengaruh seperti yang sering diklaim: skor Domain Authority atau Domain Rating. Keduanya metrik buatan Moz dan Ahrefs, bukan milik Google, dan Google menyatakan tidak punya skor otoritas domain semacam itu.

Sejak 2022 Google memakai sistem SpamBrain untuk mengenali tautan tidak wajar. Efeknya bukan hukuman otomatis, melainkan pembatalan: tautan itu berhenti dihitung. Google menyatakan manfaat peringkat yang sempat dihasilkan tautan semacam itu akan hilang dan tidak bisa dikembalikan.

Artinya, membeli seribu backlink bukan cuma berisiko — dalam banyak kasus hasilnya sekadar tidak ada, sementara uangnya sudah habis.

FAQ

Tidak ada angka pasti, dan mengejar angka adalah cara paling umum untuk salah arah. Yang menentukan adalah apakah profil tautan Anda wajar dibandingkan halaman lain yang sudah menempati peringkat untuk kueri yang sama.

Tidak sia-sia, tapi fungsinya berbeda. Tautan bertanda nofollow tetap bisa mendatangkan pembaca, tetap membuat merek Anda terlihat, dan sejak 2020 tetap bisa dipakai Google sebagai petunjuk — hanya saja Anda tidak bisa mengandalkannya sebagai sinyal otoritas.

Bisa, kalau halaman sumbernya dihapus, diubah, atau tautannya dicabut. Karena itu profil backlink perlu dipantau berkala, bukan dibangun sekali lalu ditinggalkan.

Untuk memahami jalur dampaknya setelah tautan didapat, lanjutkan ke cara kerja backlink dalam SEO. Bentuk atributnya dibahas di backlink dofollow dan nofollow, sedangkan kualitas kumpulannya ada di profil backlink. Dari sisi situs yang memasang tautan, konsep kebalikannya adalah outbound link.