Skip to main content

Editor Konten WordPress: Blok yang Perlu Dikuasai dan Cara Memakainya

Editor blok menyusun isi sebagai kumpulan blok yang bisa dipindah. Ini blok yang paling sering dipakai, cara menghemat waktu, dan hal yang perlu diperhatikan.

Editor Konten WordPress: Blok yang Perlu Dikuasai dan Cara Memakainya

Editor Blok: Cara Kerjanya

Editor bawaan WordPress menyusun isi sebagai kumpulan blok — setiap paragraf, gambar, judul, dan tabel adalah blok tersendiri yang bisa dipindah dan diatur.

Ini berbeda dari editor lama yang memperlakukan seluruh isi sebagai satu bidang teks. Pergeserannya cukup besar sehingga banyak orang masih memakai editor lama lewat plugin — itu sah, tapi pengembangan WordPress sekarang berpusat pada editor blok, dan tema blok hanya bisa dimanfaatkan penuh dari sini.

Blok yang Paling Sering Dipakai

  • Paragraf — blok bawaan saat Anda mengetik.
  • Heading — untuk judul bagian. Pakai untuk menandai struktur, bukan untuk memperbesar teks.
  • Gambar dan Galeri.
  • Daftar — bernomor untuk urutan, bullet untuk yang tidak berurutan.
  • Kutipan.
  • Tabel.
  • Kolom — untuk menyusun isi berdampingan.
  • Tombol.
  • Pemisah dan Spasi untuk mengatur jarak.

Untuk sebagian besar tulisan, enam blok pertama sudah cukup.

Yang Menghemat Waktu

  1. Ketik / lalu nama blok untuk menyisipkan tanpa membuka menu.
  2. Tempel alamat video atau unggahan langsung — WordPress mengubahnya jadi sematan otomatis.
  3. Simpan blok yang sering dipakai sebagai pola, supaya bisa disisipkan ulang.
  4. Pakai tampilan daftar untuk melihat struktur tulisan panjang dan memindahkan bagian besar sekaligus.
  5. Sunting sebagai kode kalau perlu memeriksa penanda yang dihasilkan.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan pakai heading untuk mengatur ukuran huruf. Heading menandai struktur; ukuran diatur tema. Hierarki yang kacau membuat mesin pencari salah membaca isinya.
  • Beri keterangan pada gambar. Kolom teks alternatif ada di pengaturan blok gambar, dan sering dilewati.
  • Hati-hati dengan blok yang datang dari plugin. Kalau plugin dicabut, blok-blok itu meninggalkan isi yang berantakan.
  • Periksa tampilannya di ponsel, terutama untuk blok kolom dan tabel.

Editor Blok dan Page Builder

Keduanya menyusun tata letak secara visual, dan sering dipasang bersamaan tanpa perlu.

  • Editor blok sudah bawaan, tidak menambah plugin, dan pada tema blok bisa mengatur hampir seluruh bagian situs.
  • Page builder memberi lebih banyak kendali tata letak, dengan biaya beban halaman dan sulit dilepas.

Kalau kebutuhan Anda tidak rumit, editor bawaan biasanya sudah cukup — dan itu pilihan yang paling ringan karena tidak menambah apa pun.

  • Satu gagasan per paragraf. Paragraf panjang tidak dibaca di ponsel.
  • Judul bagian yang menyebut isinya, supaya tulisan bisa dipindai sekilas.
  • Buka tiap bagian dengan jawabannya, bukan dengan pengantar.
  • Jangan menempel langsung dari pengolah kata tanpa membersihkan format — itu sering membawa penanda yang tidak perlu.

FAQ

Apakah bisa kembali ke editor lama?

Bisa lewat plugin editor klasik. Perlu disadari konsekuensinya: fitur baru dan tema blok tidak bisa dimanfaatkan dari sana.

Apakah blok dari plugin aman dipakai?

Aman selama pluginnya dirawat, tapi ingat blok itu terikat pada pluginnya. Untuk isi yang harus bertahan lama, blok bawaan lebih aman.

Bagaimana memindahkan isi lama ke format blok?

Isi lama tetap tampil normal dan bisa diubah jadi blok per tulisan saat disunting. Tidak perlu diubah massal.

Semua penyuntingan itu pada akhirnya menghasilkan satu hal: post yang siap terbit dan mudah dirawat.