Skip to main content

Hreflang: Aturan Implementasi, Kode Bahasa, dan Kesalahan Umum

Hreflang memberi tahu mesin pencari versi bahasa dan wilayah sebuah halaman. Tiga cara memasangnya, syarat tautan balik, x-default, dan kesalahan yang membatalkannya.

Hreflang: Aturan Implementasi, Kode Bahasa, dan Kesalahan Umum

Apa Itu Hreflang

Hreflang adalah anotasi yang memberi tahu mesin pencari bahwa sebuah halaman punya versi lain untuk bahasa atau wilayah berbeda, sehingga pencari diarahkan ke versi yang sesuai dengannya.

Ia dibutuhkan ketika situs Anda punya isi yang sama dalam beberapa bahasa, atau isi yang disesuaikan untuk beberapa negara — misalnya versi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, atau versi Indonesia dan Malaysia yang bahasanya mirip tapi harganya berbeda.

Yang perlu diluruskan: hreflang tidak menaikkan peringkat. Ia mengatur versi mana yang ditampilkan kepada siapa. Halaman yang tidak berperingkat tidak akan tertolong olehnya.

Setiap versi bahasa tetap membutuhkan canonical URL yang benar. Hreflang dan canonical menyelesaikan masalah yang berbeda, tetapi sinyal keduanya tidak boleh saling bertentangan.

Tiga Cara Memasangnya

Google menerima tiga cara, dan ketiganya setara. Pilih satu saja — mencampurnya justru menimbulkan pertentangan.

1. Tag di bagian <head> — paling umum, cocok untuk situs berukuran sedang.

<link rel="alternate" hreflang="id" href="https://situsanda.com/id/halaman" />
<link rel="alternate" hreflang="en" href="https://situsanda.com/en/page" />
<link rel="alternate" hreflang="x-default" href="https://situsanda.com/" />

2. Header HTTP — untuk berkas yang bukan HTML, misalnya PDF.

3. Sitemap XML — dengan elemen xhtml:link di tiap entri. Paling praktis untuk situs besar, karena seluruh anotasi terkumpul di satu berkas dan tidak menambah bobot tiap halaman.

Aturan yang Tidak Boleh Dilanggar

Tautan balik wajib. Google menyatakannya dengan gamblang: kalau halaman X menaut ke halaman Y, halaman Y harus menaut balik ke X. Anotasi yang tidak saling menunjuk bisa diabaikan sepenuhnya atau ditafsirkan keliru.

Konsekuensi praktisnya: tiap kelompok halaman harus memuat anotasi untuk seluruh anggotanya, termasuk dirinya sendiri. Situs dengan tiga bahasa berarti tiap halaman memuat tiga anotasi, bukan dua.

Kode bahasa mengikuti standar. Bahasa memakai ISO 639-1, wilayah memakai ISO 3166-1 Alpha 2, dan ditulis seperti en-GB. Menyebutkan wilayah saja tidak sah — kode negara harus selalu didahului kode bahasa.

x-default untuk pencari yang tidak cocok dengan versi mana pun. Google menganjurkannya sebagai halaman cadangan, dan ia cocok dipasang pada halaman pemilih bahasa atau versi internasional.

Kesalahan yang Paling Sering

  • Tautan balik hilang — kesalahan nomor satu, dan cukup untuk membuat seluruh anotasi diabaikan.
  • Kode wilayah tanpa kode bahasa — menulis hreflang="id" untuk Indonesia benar, tapi menulis kode negara sendirian tidak sah.
  • Memakai kode yang tidak ada dalam standar seperti uk untuk Inggris atau eu untuk Eropa. Kode Inggris Raya adalah gb.
  • Menunjuk alamat yang dialihkan atau bertag noindex.
  • Memakai jalur relatif alih-alih alamat lengkap.
  • Halaman tidak menaut ke dirinya sendiri dalam kelompoknya.
  • Mencampur metode pemasangan, misalnya sebagian di tag dan sebagian di sitemap, dengan isi yang tidak sama.
  • Anotasi bertentangan dengan canonical — halaman yang canonical-nya menunjuk versi bahasa lain membatalkan seluruh maksud hreflang.

Kapan Anda Tidak Membutuhkannya

Ini yang paling menghemat waktu, karena hreflang sering dipasang di tempat yang tidak memerlukannya.

  • Situs satu bahasa untuk satu negara — tidak butuh sama sekali.
  • Situs satu bahasa yang pembacanya tersebar di banyak negara — tidak butuh, selama isinya sama untuk semua.
  • Halaman yang tidak punya versi lain — cukup canonical yang menunjuk dirinya sendiri.

Yang membutuhkannya: situs dengan isi yang benar-benar disediakan dalam beberapa bahasa, atau versi per negara yang berbeda harga, mata uang, atau ketentuannya.

Cara Memeriksanya

  1. Buka sumber halaman dan hitung jumlah anotasinya. Harus sama dengan jumlah versi, termasuk halaman itu sendiri.
  2. Buka salah satu halaman tujuan dan pastikan ia menaut balik.
  3. Pakai alat pemeriksa hreflang untuk memeriksa seluruh kelompok sekaligus, bukan satu per satu.
  4. Rayapi situs dan ekspor anotasinya untuk menemukan kelompok yang tidak lengkap.
  5. Periksa kesesuaian dengan canonical di tiap halaman.

Pertanyaan Umum Seputar Hreflang

Apakah hreflang menaikkan peringkat?

Tidak. Ia menentukan versi mana yang ditampilkan kepada pencari tertentu, bukan seberapa tinggi posisinya.

Apakah versi bahasa dianggap konten duplikat?

Tidak, kalau anotasinya benar. Hreflang justru menjelaskan hubungan antarversi sehingga tidak diperlakukan sebagai duplikasi yang perlu dipilih salah satunya.

Bagaimana kalau dua negara memakai bahasa yang sama?

Pakai kode bahasa beserta wilayahnya — misalnya id-id dan id-my. Yang perlu dipastikan: isinya memang berbeda, bukan sekadar salinan yang sama.