Jenis Konten yang Paling Sering Diminati Audiens
Jenis konten yang paling sering diminati target audience adalah tutorial, video pendek, konten di balik layar, testimoni dan konten buatan pelanggan, daftar atau carousel ringkas, serta konten mendalam seperti ebook dan webinar. Semua jenis ini punya kesamaan: memberi manfaat yang jelas dalam waktu singkat, entah berupa jawaban, hiburan, atau rasa percaya.
Tidak ada satu jenis yang cocok untuk semua audiens. Daftar di bawah ini titik awal, sedangkan pilihan akhirnya ditentukan oleh data audiens Anda sendiri.
Tutorial dan Panduan
Tutorial menjawab pertanyaan “bagaimana caranya”. Konten ini dicari orang yang sedang punya masalah, jadi sering disimpan dan dibuka ulang. Bentuknya bisa artikel blog, video, atau carousel langkah demi langkah.
Video Pendek
Video pendek di Reels, TikTok, dan YouTube Shorts menjadi format yang paling didorong platform saat ini. Isinya bisa tips singkat, demonstrasi produk, atau jawaban atas satu pertanyaan.
Konten di Balik Layar
Konten di balik layar memperlihatkan proses kerja, tim, atau cara produk dibuat. Konten ini membuat brand terasa nyata dan biasanya murah diproduksi karena bahannya sudah ada setiap hari.
Testimoni dan Konten Buatan Pelanggan
Testimoni, ulasan, dan foto atau video dari pelanggan (user-generated content) memberi bukti dari pihak luar. Bagi calon pembeli yang sedang menimbang, konten ini sering lebih meyakinkan daripada klaim brand sendiri.
Daftar, Carousel, dan Infografis
Daftar dan carousel merangkum informasi menjadi poin yang cepat dipindai. Infografis berguna untuk menyederhanakan data atau proses yang rumit menjadi satu gambar.
Konten Mendalam: Ebook, Webinar, dan Podcast
Ebook, whitepaper, webinar, dan podcast cocok untuk audiens yang butuh pembahasan panjang, misalnya pembeli B2B yang sedang membandingkan solusi. Ebook dan webinar juga sering dipakai untuk mengumpulkan kontak calon pelanggan.
Konten Hiburan Ringan
Meme dan konten humor bisa menaikkan interaksi kalau sesuai dengan karakter brand. Konten jenis ini sebaiknya menjadi selingan, bukan isi utama akun.
Cara Mengetahui Jenis Konten yang Cocok untuk Audiens Anda
Jenis konten yang cocok diketahui dari dua sumber: perilaku audiens di luar akun Anda dan data performa akun Anda sendiri. Kedua sumber ini dibaca bersamaan supaya pilihan format tidak hanya berdasarkan selera tim.
Perilaku audiens bisa dilihat dari pertanyaan yang mereka ajukan, konten kompetitor yang ramai dikomentari, dan topik yang sedang dicari. Alat bantunya dibahas di tools untuk mengetahui minat target audience. Data akun sendiri menunjukkan format mana yang paling banyak disimpan, dibagikan, atau mendatangkan klik. Cara membacanya ada di cara menganalisis data social media.
Kalau profil audiens belum jelas, langkah ini belum bisa dijalankan. Mulai dulu dari cara mengidentifikasi target audience yang tepat.
Cara Membuat Konten Lebih Fokus pada Target Audience
Konten menjadi fokus pada target audience kalau topiknya berangkat dari masalah mereka, bahasanya mengikuti cara mereka bicara, dan hasilnya dievaluasi dengan data. Format yang tepat tidak banyak membantu kalau tiga hal ini terlewat.
- Mulai dari masalah audiens. Ambil topik dari pertanyaan yang sering masuk lewat komentar, pesan, atau tim penjualan. Konten yang menjawab masalah nyata lebih mudah ditemukan dan dibagikan.
- Pakai bahasa dan nada yang mereka pakai. Istilah teknis cocok untuk audiens profesional, tetapi membingungkan untuk konsumen umum. Tentukan nada bicara, formal atau santai, lalu jaga konsistensinya.
- Buat versi untuk tiap segmen. Audiens yang baru mengenal brand butuh konten berbeda dengan pelanggan lama. Segmentasi ini juga berlaku untuk email dan pesan langsung, misalnya dengan menyebut nama penerima.
- Ajak audiens berinteraksi. Akhiri konten dengan pertanyaan atau ajakan berbagi pengalaman. Jawaban mereka sekaligus menjadi bahan riset untuk konten berikutnya.
- Tulis satu ajakan yang jelas. Setiap konten punya satu tindakan yang diharapkan, misalnya menyimpan, mengunjungi tautan, atau mengirim pesan. Teknik menulisnya dibahas di marketing dan copywriting di social media.
- Evaluasi dan sesuaikan. Bandingkan performa setiap konten dengan tujuannya, lalu ubah topik atau format yang kurang berhasil. Metriknya dibahas di mengukur tingkat keberhasilan konten terfokus pada target audience.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memilih format dulu, lalu mencari topik untuk mengisinya. Urutan yang lebih aman sebaliknya: tentukan masalah yang ingin dijawab, baru pilih format yang paling cocok untuk menyampaikannya. Kerangka perencanaannya ada di strategi content creation.