Setiap kali seseorang mengetik alamat website, ada rangkaian proses yang berjalan dalam hitungan milidetik sebelum halaman muncul: nama domain diterjemahkan menjadi alamat, permintaan dirutekan melintasi jaringan, lalu koneksi dibangun ke server. Memahami urutannya membuat Anda bisa menebak di mana masalahnya ketika ada yang tidak beres.
TCP/IP: Aturan Main Pengiriman Data
TCP/IP adalah kumpulan aturan yang membuat komputer berbeda bisa saling bertukar data, dan ia bekerja berlapis — tiap lapisan hanya mengurus tugasnya sendiri.
Dua bagian yang paling perlu dipahami:
- IP mengurus pengalamatan dan pengiriman. Ia menentukan paket data harus dikirim ke mana, tetapi tidak menjamin sampai.
- TCP mengurus keandalan. Ia memastikan paket sampai lengkap dan berurutan, meminta kirim ulang bila ada yang hilang. Inilah yang dipakai website.
Ada juga UDP, yang lebih cepat karena tidak melakukan pemeriksaan itu. Dipakai untuk panggilan video dan permainan daring, di mana keterlambatan lebih mengganggu daripada satu paket yang hilang.
Port: Pintu-pintu di Satu Alamat
Satu alamat IP bisa melayani banyak layanan sekaligus, dan port-lah yang membedakan permintaan itu ditujukan ke layanan yang mana.
Beberapa yang perlu diketahui pemilik website:
- 80 untuk
httpdan 443 untukhttps. - 22 untuk SSH, akses baris perintah ke server.
- 3306 untuk MySQL dan MariaDB — tidak perlu terbuka ke internet pada hosting web biasa.
Prinsip keamanannya: tutup semua port, lalu buka hanya yang dibutuhkan. Dibahas di artikel firewall.
DNS: Menerjemahkan Nama Menjadi Alamat
DNS adalah sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, karena manusia mengingat nama sementara jaringan bekerja dengan angka.
Catatan DNS yang paling sering disentuh pemilik website — pembahasan lengkapnya, termasuk peran nameserver dan masalah yang sering terjadi, ada di artikel DNS:
| Jenis | Fungsinya |
|---|---|
A | Mengarahkan domain ke alamat IPv4 server |
AAAA | Sama, untuk alamat IPv6 |
CNAME | Mengarahkan satu nama ke nama lain |
MX | Menentukan server penerima email domain |
TXT | Menyimpan teks, dipakai untuk verifikasi dan pengaturan keamanan email |
NS | Menentukan server DNS mana yang berwenang atas domain |
Perubahan DNS tidak berlaku seketika. Setiap catatan punya nilai TTL yang menentukan berapa lama hasilnya boleh disimpan sementara oleh penyedia internet di sepanjang jalan. Karena itu, sebelum memindahkan hosting, turunkan nilai TTL beberapa jam sebelumnya supaya perpindahan berlaku lebih cepat.
Routing: Bagaimana Data Menemukan Jalan
Routing adalah proses memilih jalur yang dilalui paket data dari komputer pengunjung sampai ke server, melewati sejumlah perangkat perantara.
Yang berguna diketahui dalam praktik:
- Jumlah lompatan dan jarak memengaruhi waktu tunggu. Ini alasan lokasi server berpengaruh nyata bagi pengunjung Indonesia.
- Jalur bisa berbeda-beda tergantung penyedia internet pengunjung. Situs yang lambat bagi satu operator belum tentu lambat bagi yang lain.
- Masalah routing berada di luar kendali Anda, tetapi bisa dibuktikan dengan penelusuran jalur, sehingga Anda tahu masalahnya bukan di server.
Urutan Ketika Sebuah Halaman Dibuka
- Browser mencari alamat IP domain lewat DNS.
- Browser membuka koneksi TCP ke alamat itu pada port 443.
- Sertifikat diperiksa dan koneksi terenkripsi dibangun.
- Browser mengirim permintaan HTTP.
- Web server menjawab dengan isi halaman.
Ketika situs tidak bisa dibuka, urutan inilah yang ditelusuri: apakah domainnya masih aktif, apakah alamat IP yang ditunjuk DNS sudah benar, apakah server merespons, apakah sertifikatnya masih berlaku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama perubahan DNS berlaku? Bergantung pada nilai TTL catatan tersebut, umumnya beberapa menit sampai beberapa jam. Perpindahan server DNS bisa lebih lama karena melibatkan catatan di tingkat registri domain.
Apa bedanya domain, DNS, dan hosting? Domain adalah namanya, DNS adalah sistem yang menerjemahkan nama itu ke alamat, hosting adalah tempat berkas website disimpan. Ketiganya bisa dibeli dari penyedia yang berbeda.
Kenapa website saya bisa dibuka di ponsel tapi tidak di komputer kantor? Sering karena penyimpanan sementara DNS di perangkat atau jaringan, atau karena penyaringan di jaringan kantor. Uji dari jaringan lain untuk memastikan.
Apakah IPv6 perlu diaktifkan? Tidak mendesak untuk website biasa, karena hampir semua jaringan masih mendukung IPv4. Mengaktifkannya tidak merugikan bila penyedia hosting Anda menyediakannya.