Konsep Dasar Networking (TCP/IP, DNS, Routing) | Roofel

Yuda Prima Jasa
Konsep Dasar Networking (TCP/IP, DNS, Routing)

Pelajari konsep dasar networking termasuk TCP/IP, DNS, dan Routing yang penting untuk memahami bagaimana data ditransmisikan di internet. Artikel ini ditujukan untuk pembaca awam.


Internet telah mengubah cara kita berkomunikasi dan bekerja, tetapi di balik layar, terdapat banyak komponen teknis yang memungkinkan hal ini terjadi. Artikel ini akan menjelaskan konsep dasar networking, termasuk TCP/IP, DNS, dan routing. Tujuan utama artikel ini adalah untuk membantu pembaca awam memahami bagaimana data ditransmisikan melalui jaringan.

Apa Itu Networking?

Networking adalah proses menghubungkan komputer dan perangkat lain untuk berbagi sumber daya dan informasi. Ini dilakukan melalui penggunaan protokol dan infrastruktur jaringan.

Protokol TCP/IP

1. Transmission Control Protocol (TCP)

TCP adalah salah satu protokol utama dalam suite protokol internet. TCP bertanggung jawab untuk memastikan data dikirimkan dengan andal antara dua perangkat di jaringan. Ini mencapai tujuan tersebut dengan memastikan bahwa data dipecah menjadi paket-paket kecil, dikirim, dan kemudian disusun kembali dalam urutan yang benar di lokasi tujuan.

Fitur Kunci TCP:

  • Koneksi Berorientasi: Membentuk koneksi sebelum pertukaran data.
  • Reliabilitas: Menggunakan mekanisme pengakuan dan pengiriman ulang untuk memastikan integritas data.
  • Kontrol Aliran: Mengatur aliran data antara pengirim dan penerima.

2. Internet Protocol (IP)

IP adalah protokol yang bertanggung jawab untuk mengalamatkan dan mengirimkan paket data melintasi jaringan. Setiap perangkat di jaringan memiliki alamat IP unik yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan perangkat tersebut.

Jenis Alamat IP:

  • IPv4: Alamat IP versi 4 dengan format 32-bit (contoh: 192.168.0.1).
  • IPv6: Alamat IP versi 6 dengan format 128-bit (contoh: 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334).

Domain Name System (DNS)

DNS adalah sistem yang mengubah nama domain yang mudah dibaca manusia (contoh: www.example.com) menjadi alamat IP yang digunakan oleh komputer untuk mengidentifikasi satu sama lain di jaringan.

Fungsi DNS:

  • Resolusi Nama: Menerjemahkan nama domain ke alamat IP.
  • Distribusi Beban: Mengarahkan permintaan ke server yang sesuai untuk mengurangi beban.
  • Layanan Penamaan: Memungkinkan situs web dan layanan internet memiliki nama yang konsisten.

Cara Kerja DNS:

  1. Permintaan DNS: Pengguna meminta akses ke situs web dengan mengetikkan nama domain.
  2. Resolusi DNS: Permintaan diteruskan ke server DNS yang mencari alamat IP yang sesuai.
  3. Pengembalian IP: Server DNS mengembalikan alamat IP ke perangkat pengguna.
  4. Koneksi Terjalin: Perangkat pengguna menggunakan alamat IP untuk membuat koneksi ke situs web.

Routing

Routing adalah proses menentukan jalur terbaik untuk paket data agar dapat mencapai tujuannya. Router adalah perangkat yang digunakan untuk mengarahkan lalu lintas paket data dalam jaringan dan antar jaringan.

Jenis-jenis Routing:

  • Static Routing: Jalur tetap yang dikonfigurasi secara manual.
  • Dynamic Routing: Jalur yang dapat berubah secara dinamis berdasarkan kondisi jaringan saat ini.

Protokol Routing:

  • RIP (Routing Information Protocol): Protokol routing dinamis yang menggunakan hop count sebagai metrik.
  • OSPF (Open Shortest Path First): Protokol routing dinamis yang menggunakan biaya sebagai metrik.
  • BGP (Border Gateway Protocol): Protokol routing yang digunakan untuk mengelola bagaimana paket data dirutekan di antara sistem otonom di internet.

Fungsi Routing:

  • Mengelola Jalur Data: Menentukan rute terbaik untuk pengiriman data.
  • Meningkatkan Kinerja Jaringan: Mengurangi kemacetan dengan mendistribusikan lalu lintas data.
  • Menjaga Konektivitas: Mengarahkan data melalui rute alternatif jika terjadi gangguan.

Kesimpulan

Memahami konsep dasar networking seperti TCP/IP, DNS, dan routing sangat penting untuk memahami cara kerja internet dan jaringan komputer.