Linux adalah sistem operasi yang menjalankan mayoritas server web di dunia. Kalau Anda punya website di shared hosting, hampir bisa dipastikan ia berjalan di atas Linux — meski Anda tidak pernah melihatnya secara langsung.
Kenapa Linux Mendominasi Hosting Web
Alasannya bukan sekadar gratis, melainkan karena hampir seluruh perangkat lunak web dibangun dengan asumsi berjalan di atasnya.
- Tidak ada biaya lisensi. Ini menekan harga hosting, terutama ketika satu penyedia menjalankan ratusan server.
- Tumpukan perangkat lunak web lahir di sana. Apache, Nginx, PHP, MySQL, dan MariaDB semuanya dikembangkan dan diuji lebih dulu di Linux.
- Ringan. Tanpa tampilan grafis, memori dan CPU tersisa lebih banyak untuk website.
- Dokumentasi melimpah. Hampir setiap kesalahan yang mungkin muncul sudah pernah ditulis penyelesaiannya.
Distribusi: Apa yang Sebenarnya Berbeda
Distribusi Linux berbagi inti yang sama; yang membedakan adalah cara memasang perangkat lunak, kebijakan pembaruan, dan berapa lama versinya didukung.
Dua keluarga besar mendominasi lingkungan server:
- Keluarga Debian — mencakup Debian sendiri dan Ubuntu. Perangkat lunak dipasang lewat
apt. Ubuntu adalah pilihan paling umum untuk VPS karena panduannya paling banyak. - Keluarga Red Hat — mencakup Red Hat Enterprise Linux beserta turunannya seperti AlmaLinux dan Rocky Linux, juga CloudLinux yang banyak dipakai penyedia shared hosting. Perangkat lunak dipasang lewat
dnfatauyum.
Soal CentOS yang Perlu Diketahui
CentOS Linux dihentikan pada akhir 2021 dan digantikan CentOS Stream, yang posisinya berbeda: ia berada di hulu Red Hat Enterprise Linux, bukan salinan stabilnya.
Perubahan ini berdampak nyata di dunia hosting, karena CentOS sebelumnya adalah pilihan default banyak penyedia. Sebagai penggantinya muncul AlmaLinux dan Rocky Linux, keduanya gratis dan dirancang kompatibel dengan Red Hat Enterprise Linux.
Kalau VPS Anda masih menjalankan CentOS 7 atau versi sebelumnya, itu versi yang dukungannya sudah berakhir. Server tersebut tidak lagi menerima tambalan keamanan.
Yang Perlu Diperiksa, Bukan Dipilih
Untuk website biasa, perbedaan antardistribusi tidak akan terasa oleh pengunjung — yang penting adalah versinya masih didukung.
Tiga hal yang benar-benar layak diperiksa:
- Tanggal akhir dukungan versi yang Anda pakai. Ini yang menentukan apakah celah keamanan masih ditambal.
- Versi PHP yang tersedia di repositorinya. Distribusi dengan siklus panjang kadang membawa versi PHP yang sudah tua.
- Ketersediaan panduan untuk aplikasi Anda. Distribusi yang jarang dipakai berarti lebih sedikit petunjuk ketika ada masalah.
Kalau ragu dan tidak punya alasan khusus, pilih distribusi yang paling banyak dipakai untuk kebutuhan Anda. Panduan yang melimpah lebih berharga daripada keunggulan teknis yang selisihnya tipis.
Di luar Linux masih ada keluarga lain yang kadang muncul di lingkungan server, yaitu BSD — jarang dipakai untuk hosting web, tetapi lazim di perangkat jaringan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Linux gratis sepenuhnya? Distribusinya sendiri gratis. Yang berbayar adalah langganan dukungan resmi, misalnya pada Red Hat Enterprise Linux atau CloudLinux. Banyak penyedia hosting membayar langganan semacam ini dan biayanya sudah termasuk di harga paket.
Distribusi apa yang terbaik untuk pemula yang baru memakai VPS? Ubuntu versi LTS, terutama karena jumlah panduannya paling banyak. Ini alasan praktis, bukan alasan teknis.
Apakah perlu belajar baris perintah? Kalau mengelola VPS sendiri, ya — setidaknya dasar-dasarnya. Kalau memakai shared hosting, tidak perlu sama sekali karena semuanya lewat control panel.
Apakah bisa menjalankan aplikasi Windows di server Linux? Umumnya tidak. Aplikasi yang menuntut teknologi Microsoft memerlukan Windows Server.