Sistem operasi server adalah perangkat lunak dasar yang menjalankan seluruh layanan di sebuah server: web server, database, dan email semuanya berjalan di atasnya. Ia bekerja terus-menerus tanpa ada yang duduk di depannya, dan itulah yang membedakannya dari sistem operasi di laptop Anda.
Apa Itu Sistem Operasi Server?
Sistem operasi server adalah sistem operasi yang dirancang untuk melayani permintaan dari komputer lain secara terus-menerus, dikendalikan dari jarak jauh, dan tetap stabil dijalankan berbulan-bulan tanpa dimatikan.
Empat perbedaannya dengan sistem operasi desktop:
- Umumnya tanpa tampilan grafis. Pengelolaan dilakukan lewat baris perintah atau lewat control panel berbasis web. Ini menghemat memori yang bisa dipakai layanan.
- Masa dukungan jauh lebih panjang. Versi server didukung bertahun-tahun agar tidak perlu sering diganti.
- Diakses dari jarak jauh. Lewat SSH untuk keluarga Unix, atau Remote Desktop untuk Windows Server.
- Dirancang untuk banyak pengguna sekaligus. Termasuk pengaturan hak akses yang lebih rinci.
Tiga Keluarga Sistem Operasi Server
Hampir semua server di dunia menjalankan salah satu dari tiga keluarga ini, dan pilihannya lebih ditentukan oleh aplikasi yang akan dijalankan daripada oleh selera.
- Linux — paling dominan di hosting web. Gratis, tersedia dalam banyak distribusi, dan hampir semua perangkat lunak web dibuat dengan asumsi berjalan di atasnya.
- Windows Server — dipilih ketika aplikasinya menuntut teknologi Microsoft seperti ASP.NET, IIS, atau SQL Server. Berlisensi berbayar.
- BSD — keluarga yang lebih kecil, dikenal karena kestabilan dan penerapannya di perangkat jaringan.
Yang Lebih Penting daripada Memilih Merek
Yang benar-benar berpengaruh bukan distribusi mana yang dipakai, melainkan apakah versinya masih menerima pembaruan keamanan.
Setiap versi sistem operasi punya tanggal akhir dukungan. Setelah tanggal itu lewat, celah keamanan yang ditemukan tidak lagi ditambal. Server yang menjalankan versi kedaluwarsa berarti menjalankan perangkat lunak yang kelemahannya sudah diketahui publik dan tidak akan pernah diperbaiki.
Ini masalah nyata di dunia hosting. Tidak sedikit VPS yang masih berjalan di versi yang dukungannya sudah berakhir bertahun-tahun lalu, sekadar karena tidak ada yang memeriksa. Periksa versi yang Anda pakai dan cocokkan dengan jadwal dukungan resminya.
Apakah Anda Perlu Memilihnya Sendiri?
Sebagian besar pemilik website tidak pernah menyentuh keputusan ini. Di shared hosting, sistem operasi ditentukan penyedia dan tidak terlihat sama sekali dari sisi Anda. Yang Anda lihat hanya control panel.
Keputusan baru muncul kalau Anda menyewa VPS. Dan bahkan di situ, pertanyaannya sederhana: aplikasi apa yang akan dijalankan. Aplikasi PHP, WordPress, Node.js, dan Python praktis selalu mengarah ke Linux. Aplikasi berbasis .NET lama mengarah ke Windows Server.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah sistem operasi server memengaruhi kecepatan website? Secara tidak langsung. Yang berpengaruh adalah konfigurasi, versi PHP, cache, dan berat halaman. Perbedaan antardistribusi Linux hampir tidak terasa bagi pengunjung.
Apakah harus bisa Linux untuk punya website? Tidak, selama Anda memakai shared hosting. Semua pekerjaan dilakukan lewat control panel. Kemampuan dasar Linux baru dibutuhkan kalau mengelola VPS sendiri.
Bisakah mengganti sistem operasi VPS yang sudah berjalan? Bisa, tetapi prosesnya menghapus seluruh isi server dan memasang ulang dari awal. Cadangkan berkas dan database, lalu pasang ulang aplikasinya.
Apa sistem operasi yang paling banyak dipakai untuk hosting web? Distribusi Linux, dengan keluarga Debian atau Ubuntu dan keluarga Red Hat sebagai dua kelompok terbesar.