Skip to main content

Windows Server: Kapan Dibutuhkan dan Kapan Sebaiknya Tidak

Windows Server dipilih karena tuntutan aplikasi, bukan preferensi. Pahami kapan ia benar-benar dibutuhkan, biayanya, dan kenapa jarang dipakai untuk website.

Windows Server: Kapan Dibutuhkan dan Kapan Sebaiknya Tidak

Windows Server adalah sistem operasi server berbayar dari Microsoft. Di dunia hosting web ia jauh kalah umum dibanding Linux, dan alasan memilihnya biasanya tunggal: ada aplikasi yang memang hanya berjalan di atasnya.

Kapan Windows Server Benar-benar Dibutuhkan

Windows Server dipilih karena tuntutan aplikasi, bukan karena preferensi — dan daftar tuntutan itu cukup pendek.

  1. Aplikasi ASP.NET versi lama. Aplikasi .NET modern bisa berjalan di Linux, tetapi aplikasi lama berbasis .NET Framework tidak.
  2. Microsoft SQL Server. Meski sekarang tersedia untuk Linux, banyak sistem lama masih terikat pada versi Windows-nya.
  3. IIS sebagai web server. Sebagian aplikasi internal dibangun dengan asumsi berjalan di IIS.
  4. Active Directory. Untuk mengelola akun pengguna di jaringan kantor, bukan untuk website.
  5. Aplikasi akuntansi atau ERP warisan. Banyak sistem bisnis lama di Indonesia hanya tersedia dalam versi Windows.

Kalau kebutuhan Anda adalah website perusahaan, WordPress, toko daring, atau aplikasi PHP, tidak ada satu pun alasan di atas yang berlaku.

Kelebihan Windows Server

  • Tampilan grafis. Pengelolaan bisa dilakukan lewat Remote Desktop tanpa baris perintah, memudahkan yang belum terbiasa dengan Linux.
  • Terintegrasi dengan ekosistem Microsoft. Terutama untuk organisasi yang sudah memakai Active Directory dan layanan Microsoft lain.
  • Dukungan resmi vendor. Ada satu pihak yang bertanggung jawab, dengan jalur dukungan berbayar yang jelas.
  • Siklus dukungan panjang dan terjadwal. Tanggal akhir dukungan tiap versi diumumkan jauh hari.

Kekurangan Windows Server

Kekurangan terbesarnya adalah biaya, dan biaya itu berlapis.

  • Lisensi berbayar. Dihitung berdasarkan jumlah inti prosesor, dan sebagian layanan menuntut lisensi akses klien terpisah.
  • Lebih berat. Tampilan grafis dan layanan latar belakang memakan RAM yang di Linux bisa dipakai aplikasi.
  • Hosting-nya lebih mahal dan lebih jarang. Penyedia yang menawarkan VPS Windows lebih sedikit, dan harganya lebih tinggi karena lisensi ikut ditanggung.
  • Pembaruan sering menuntut mulai ulang. Ini berarti waktu henti terjadwal yang perlu direncanakan.
  • Ekosistem web lebih tipis. Sebagian besar panduan pemasangan aplikasi web ditulis untuk Linux.

Windows Server untuk Website: Kapan Masuk Akal

Untuk website yang menghadap publik, Windows Server hampir tidak pernah menjadi pilihan yang lebih baik kecuali aplikasinya memang mengharuskan.

Kalaupun organisasi Anda memakai Windows Server untuk sistem internal, itu tidak berarti website perusahaan harus berada di sana juga. Keduanya bisa dipisah: sistem internal di Windows Server, website publik di hosting Linux. Pemisahan ini justru lebih aman karena satu tidak menjadi pintu masuk ke yang lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bisa menjalankan WordPress di Windows Server? Bisa secara teknis, karena PHP dan MySQL tersedia untuk Windows. Namun hampir tidak ada alasan melakukannya: panduan, plugin, dan penyesuaian performa semuanya ditulis dengan asumsi Linux.

Berapa biaya lisensi Windows Server? Bergantung pada edisi dan jumlah inti prosesor, ditambah lisensi akses klien untuk sebagian penggunaan. Kalau menyewa VPS Windows, biaya lisensi biasanya sudah termasuk dalam harga sewa bulanan.

Apakah Windows Server lebih tidak aman daripada Linux? Bukan soal merek sistem operasinya. Yang menentukan adalah kedisiplinan memperbarui, konfigurasi hak akses, dan pembatasan layanan yang terbuka ke internet. Server mana pun yang tidak pernah diperbarui akan menjadi celah.

Apa alternatifnya kalau aplikasi lama kami menuntut Windows? Kalau aplikasinya masih dikembangkan, tanyakan apakah versi berbasis .NET modern tersedia, karena versi itu bisa berjalan di Linux. Kalau tidak, Windows Server memang pilihan yang tersisa.