Skip to main content

Nginx Web Server: Cara Kerja, Kelebihan, dan Soal .htaccess

Nginx adalah web server hemat memori untuk trafik tinggi. Pahami cara kerjanya, perannya sebagai reverse proxy, dan konsekuensi tidak adanya .htaccess.

Nginx Web Server: Cara Kerja, Kelebihan, dan Soal .htaccess

Nginx adalah perangkat lunak web server yang dibuat untuk menangani banyak koneksi sekaligus dengan pemakaian memori yang hemat. Ia menjawab persoalan yang muncul pada web server generasi sebelumnya ketika ribuan pengunjung datang bersamaan.

Apa Itu Nginx?

Nginx adalah program di sisi server yang menerima permintaan dari browser dan mengirimkan halaman sebagai jawaban, dengan cara kerja berbasis peristiwa alih-alih menugaskan satu proses untuk setiap koneksi.

Perbedaan cara kerja inilah yang membedakannya dari Apache. Apache memberi setiap koneksi alokasi tersendiri; Nginx menangani banyak koneksi dalam sejumlah kecil proses pekerja. Ketika koneksi menumpuk, pemakaian memori Nginx naik jauh lebih landai.

Di Mana Nginx Paling Sering Dipakai

Nginx sering tidak menggantikan web server lain, melainkan dipasang di depannya. Tiga pemakaian yang paling umum:

  1. Menyajikan berkas statis. Gambar, CSS, JavaScript, dan website statis disajikan langsung tanpa melibatkan PHP.
  2. Reverse proxy. Nginx menerima semua permintaan lalu meneruskan yang memerlukan pemrosesan ke Apache atau ke aplikasi di belakangnya. Susunan ini memberi keunggulan keduanya sekaligus.
  3. Penyeimbang beban. Membagi permintaan ke beberapa server aplikasi, dipakai ketika satu server tidak lagi cukup.

Konsekuensi yang Perlu Diketahui: Tidak Ada .htaccess

Nginx tidak mengenal berkas .htaccess sama sekali, dan ini perbedaan yang paling sering mengejutkan pengguna WordPress.

Semua aturan — pengalihan alamat, pemaksaan https, proteksi folder, header cache — ditulis di berkas konfigurasi terpusat, dan konfigurasi itu perlu dimuat ulang agar perubahan berlaku. Anda tidak bisa mengubahnya dari pengelola berkas di control panel seperti pada Apache.

Untungnya ada dua sisi. Kekurangannya: perubahan kecil menuntut akses ke konfigurasi server, jadi tidak mungkin dilakukan sendiri di kebanyakan shared hosting. Kelebihannya: karena tidak ada berkas yang dibaca ulang di setiap folder pada setiap permintaan, ada beban yang hilang sepenuhnya.

Plugin WordPress yang menulis aturan ke .htaccess — plugin cache, plugin keamanan, plugin pengalihan — tidak berpengaruh apa-apa di Nginx. Aturannya harus dipindahkan ke konfigurasi server secara manual.

Kelebihan dan Kekurangan Nginx

Kelebihan:

  • Hemat memori pada trafik tinggi. Ini alasan utama keberadaannya.
  • Sangat cepat untuk berkas statis. Cocok untuk situs yang halamannya sudah jadi sebelum diminta.
  • Berfungsi ganda. Web server, reverse proxy, penyeimbang beban, dan cache dalam satu perangkat lunak.
  • Konfigurasi terpusat. Lebih mudah diaudit karena semua aturan berada di satu tempat.

Kekurangan:

  • Tidak ada .htaccess. Aturan per website menuntut akses konfigurasi server.
  • Aplikasi PHP butuh penyiapan tambahan. PHP dijalankan lewat PHP-FPM, bukan sebagai modul di dalam web server.
  • Kesalahan konfigurasi berdampak luas. Karena terpusat, satu kekeliruan bisa memengaruhi semua website di server itu.
  • Panduan aplikasi sering ditulis untuk Apache. Petunjuk pemasangan yang beredar kerap mengasumsikan .htaccess.

Perlukah Pindah ke Nginx?

Untuk website dengan trafik biasa, pergantian web server bukan langkah yang akan terasa oleh pengunjung. Yang menentukan kecepatan halaman lebih dulu adalah ukuran gambar, cache, jumlah plugin, dan versi PHP. Berpindah web server tidak memperbaiki satu pun dari keempatnya.

Nginx menjadi relevan ketika koneksi bersamaan sudah benar-benar menjadi kendala, atau ketika Anda menjalankan aplikasi modern yang memang dirancang untuk dijalankan di belakangnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Nginx gratis? Versi open source-nya gratis dan itulah yang dipakai mayoritas. Ada juga versi komersial dengan fitur tambahan dan dukungan resmi.

Bisakah Nginx dan Apache dipakai bersamaan? Bisa, dan ini susunan yang umum: Nginx di depan menangani berkas statis dan koneksi, Apache di belakang memproses PHP beserta .htaccess-nya.

Apakah WordPress bisa berjalan di Nginx? Bisa, dan berjalan baik. Yang perlu disiapkan adalah aturan permalink dan PHP-FPM, karena keduanya tidak otomatis seperti di Apache.

Bagaimana cara tahu web server yang dipakai hosting saya? Umumnya tercantum di header respons HTTP, terlihat lewat tab Network di peralatan pengembang browser. Cara tercepat tetap bertanya ke penyedia hosting.