Skip to main content

Outbound Link Adalah: Tautan Keluar dan Pengaruhnya pada SEO

Outbound link adalah tautan dari halaman Anda ke situs lain. Ini pengaruhnya pada SEO, atribut yang wajib dipakai, dan kenapa menahan tautan keluar tidak menghemat apa pun.

Outbound Link Adalah: Tautan Keluar dan Pengaruhnya pada SEO

Outbound link adalah tautan dari halaman di situs Anda menuju halaman di situs lain.

Ini sisi sebaliknya dari backlink. Objeknya sama persis — satu elemen <a> dengan href — dan yang membedakan cuma arah pandangnya. Tautan yang Anda pasang ke situs orang lain adalah outbound link bagi Anda dan backlink bagi mereka.

Istilah lain yang dipakai untuk hal yang sama: external link, tautan keluar. Bedakan dari internal link, yang menghubungkan halaman-halaman di dalam situs Anda sendiri.

Apakah Menautkan Keluar Merugikan?

Tidak, dan kekhawatiran ini berasal dari taktik yang sudah dinyatakan tidak bekerja sejak 2009.

Dulu ada praktik bernama PageRank sculpting: memberi nofollow pada tautan keluar supaya “nilai” halaman tidak bocor dan tersimpan untuk halaman sendiri. Matt Cutts dari Google mengumumkan pada 2009 bahwa cara ini sudah tidak berfungsi — tautan yang diberi nofollow tetap menghabiskan bagiannya, jadi menandainya tidak mengalihkan apa pun ke tautan lain. Yang terjadi cuma nilai itu hilang.

Jadi menahan tautan keluar tidak menghemat apa pun. Yang hilang justru manfaatnya: pembaca kehilangan rujukan, dan halaman Anda kehilangan konteks yang membantu mesin pencari memahami topiknya.

Kapan Tautan Keluar Justru Membantu

  • Menyebutkan sumber klaim. Angka, kutipan, dan pernyataan resmi yang bisa diperiksa pembaca membuat tulisan lebih bisa dipercaya.
  • Memberi konteks topik. Halaman yang menaut sumber yang relevan memberi sinyal tentang bidangnya sendiri.
  • Menyelesaikan pertanyaan pembaca di tempat. Kalau jawaban lengkapnya ada di dokumentasi resmi, menautnya lebih berguna daripada meringkas setengah-setengah.
  • Membuka hubungan. Orang memperhatikan siapa yang menaut mereka, dan itu sering jadi pembuka outreach yang jauh lebih wajar daripada email dingin.

Google sendiri menyarankan anchor text yang deskriptif dan menyatakan tidak ada jumlah tautan ideal untuk sebuah halaman — dengan satu catatan praktis: kalau menurut Anda terlalu banyak, kemungkinan besar memang terlalu banyak.

Kapan Wajib Diberi Atribut

Ada empat situasi di mana tautan keluar Anda harus ditandai:

  • rel="sponsored" — tautan berbayar, iklan, penempatan bersponsor, dan tautan afiliasi.
  • rel="ugc" — tautan dari konten buatan pengguna: kolom komentar, forum, profil anggota.
  • rel="nofollow" — penanda umum untuk tautan yang tidak ingin Anda jamin, misalnya saat mengutip sumber yang justru sedang Anda bantah.
  • Gabungan, dipisah spasi atau koma: rel="ugc nofollow".

Sejak 1 Maret 2020 ketiganya diperlakukan Google sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak — halaman tujuannya tetap bisa ditemukan dan dirayapi lewat jalur lain.

Yang penting dipahami: menjual tautan dari situs Anda tanpa penanda termasuk skema tautan yang dilanggar kebijakan spam Google, sama seperti membelinya. Kebijakan itu berlaku dua arah.

Yang Perlu Dihindari

  • Menaut ke situs spam, judi, atau situs yang diretas. Pola tautan keluar Anda ikut menggambarkan situs Anda.
  • Menjual tautan keluar tanpa penanda. Ini pelanggaran dari sisi penjual, dan sering justru sisi yang lebih berisiko.
  • Membiarkan tautan keluar mati. Situs lain tutup, halaman dihapus, URL berubah. Tautan yang mengarah ke 404 merugikan pembaca dan mudah diperiksa.
  • Menandai seluruh tautan keluar nofollow secara massal. Ini sisa kebiasaan PageRank sculpting yang sudah tidak berfungsi, dan membuat halaman Anda terlihat menghindari rujukan.
  • Membuka semua tautan keluar di tab baru tanpa alasan. Ini soal pengalaman pembaca, bukan SEO, tapi sering jadi keluhan.

Cara Merawatnya

  1. Periksa tautan keluar yang mati secara berkala. Alat audit situs mana pun bisa menampilkan daftarnya; untuk situs kecil, sekali dalam beberapa bulan sudah cukup.
  2. Ganti atau cabut yang sudah tidak relevan. Sumber yang isinya berubah total lebih baik diganti daripada dibiarkan.
  3. Pastikan tautan afiliasi lama sudah bertanda sponsored. Banyak situs memasangnya sebelum atribut itu ada pada 2019.
  4. Periksa tema dan plugin. Sebagian menambahkan atau menghapus atribut rel tanpa pemberitahuan setelah pembaruan.
  5. Pastikan tautannya bisa dirayapi. Google menyatakan tautan harus berupa elemen <a> dengan href berisi alamat sungguhan — bukan <span> berstil atau onclick JavaScript.

FAQ

Berapa banyak tautan keluar yang wajar dalam satu artikel?

Tidak ada angka baku menurut Google. Yang menentukan adalah apakah setiap tautan punya alasan. Lima tautan yang memang merujuk sumber lebih baik daripada dua puluh yang disisipkan demi terlihat berisi.

Apakah menaut ke pesaing merugikan?

Tidak secara teknis, dan kadang justru yang paling berguna bagi pembaca. Keputusannya soal strategi bisnis, bukan soal SEO.

Apakah tautan keluar perlu dibuka di tab baru?

Ini soal preferensi pembaca, bukan faktor peringkat. Kalau dipakai, tambahkan rel="noopener" untuk alasan keamanan — sebagian besar peramban modern sudah menerapkannya secara bawaan.

Sudut pandang kebalikannya dijelaskan dalam apa itu backlink: outbound link dari satu situs menjadi backlink bagi situs tujuan. Jika tautan tersebut dibayar atau berasal dari pengguna, pahami juga penggunaan nofollow dan atribut rel agar maksudnya tidak keliru.