Skip to main content

Perbedaan Backlink Organik dan Backlink Berbayar Menurut Kebijakan Google

Backlink berbayar tanpa penanda termasuk skema tautan yang dilarang Google. Ini perbedaannya dengan backlink organik, dan apa yang sebenarnya terjadi pada tautan yang dibeli.

Perbedaan Backlink Organik dan Backlink Berbayar Menurut Kebijakan Google

Perbedaan Mendasarnya

Backlink organik dipasang pemilik situs lain atas kemauannya sendiri; backlink berbayar dipasang karena ada uang, barang, atau layanan yang berpindah tangan.

Bedanya bukan pada bentuk tautannya — dua-duanya sama persis di HTML. Bedanya ada pada alasan tautan itu ada, dan itulah yang dinilai Google.

Backlink organikBacklink berbayar
Alasan dipasangisi halaman dianggap layak dirujukada imbalan
Kendali atas anchor textada di penulisbiasanya ditentukan pembeli
Status menurut kebijakan Googlewajarskema tautan, kecuali diberi penanda
Umur tautanmengikuti umur artikelnyasering hilang saat kontrak berakhir
Biayawaktu dan kualitas kontenuang, berulang

Apa Kata Kebijakan Google

Google memasukkan beberapa hal ini ke dalam skema tautan yang melanggar kebijakan spam:

  • Menukar uang dengan tautan, atau dengan tulisan yang memuat tautan.
  • Menukar barang atau jasa dengan tautan, termasuk mengirim produk gratis agar seseorang menulis dan menautkan.
  • Advertorial atau native advertising berbayar yang tautannya meneruskan nilai peringkat.
  • Tautan dengan anchor yang dioptimasi di dalam artikel, guest post, atau siaran pers yang disebar ke situs lain.
  • Pertukaran tautan berlebihan dan halaman mitra yang dibuat semata untuk saling menaut.
  • Pembuatan tautan otomatis memakai program atau layanan.
  • Mewajibkan tautan lewat syarat dan ketentuan atau kontrak.

Google menyatakan situs yang melanggar kebijakan ini bisa berperingkat lebih rendah, atau tidak muncul sama sekali di hasil pencarian.

Yang Membuat Tautan Berbayar Jadi Sah

Membayar untuk penempatan tidak dilarang. Yang dilarang adalah membiarkan tautan berbayar meneruskan nilai peringkat seolah-olah itu rekomendasi tulus.

Solusinya satu atribut:

<a href="https://contoh.com" rel="sponsored">teks tautan</a>

Google menyatakan sponsored adalah penanda yang disarankan untuk tautan berbayar dan afiliasi, sementara nofollow masih diterima. Dengan penanda itu, iklan, artikel bersponsor, dan program afiliasi berjalan tanpa melanggar apa pun.

Konsekuensinya jujur dan sering tidak disukai pembeli: tautan berbayar yang ditandai dengan benar tidak memberi Anda sinyal peringkat. Yang Anda beli adalah penempatan, pembaca, dan visibilitas merek — bukan otoritas.

Bagian ini yang paling banyak berubah dan paling jarang diperbarui di panduan berbahasa Indonesia.

Sejak 2022 Google memakai sistem SpamBrain untuk mengenali tautan tidak wajar. Efeknya bukan hukuman otomatis melainkan pembatalan: tautan itu berhenti dihitung. Google menyatakan manfaat peringkat yang sempat dihasilkan tautan semacam itu hilang, dan tidak bisa didapatkan kembali.

Tiga hal yang mengikuti dari situ:

  1. Hasil yang paling mungkin dari membeli backlink adalah nol, bukan penalti dramatis. Uangnya habis, peringkatnya tidak bergerak.
  2. Situs yang selama ini bertahan karena tautan beli tidak akan melihat “penalti yang bisa dicabut”. Yang terjadi adalah peringkatnya turun ke posisi yang seharusnya, dan tidak ada pemulihan yang bisa dijanjikan.
  3. Tindakan manual tetap ada untuk kasus yang cukup parah, dan itu muncul sebagai pemberitahuan di Search Console.

Backlink organik memakan waktu karena syaratnya tidak bisa dilewati: harus ada sesuatu yang layak dirujuk. Data orisinal, panduan yang benar-benar tuntas, alat gratis, atau sudut pandang yang tidak ada di tempat lain.

Yang Anda dapat sebagai gantinya:

  • Tidak hilang saat anggaran habis, karena tidak ada kontrak yang berakhir.
  • Anchor text-nya wajar dengan sendirinya, karena ditulis orang yang memang sedang merujuk.
  • Sering menghasilkan tautan lanjutan, karena halaman yang sudah dirujuk lebih mudah ditemukan orang lain.

Perlu ditambahkan konteks yang menahan harapan berlebihan: Gary Illyes dari Google menyatakan pada 2023 bahwa tautan bukan tiga besar faktor peringkat. Jadi kejar backlink organik sebagai hasil dari konten yang bagus, bukan sebagai pekerjaan utama yang menggantikannya.

Beberapa penanda yang layak membuat Anda berhenti:

  • Menjanjikan jumlah tautan per bulan dengan harga tetap. Tautan yang bisa dijanjikan jumlahnya biasanya tautan yang bisa dibuat sendiri oleh penjualnya.
  • Menjamin peringkat sebagai hasil. Tidak ada yang bisa menjamin ini.
  • Menjual berdasarkan skor DA atau DR. Keduanya metrik pihak ketiga yang bisa dinaikkan dengan tautan murah.
  • Tidak mau menunjukkan contoh penempatan sebelum pembayaran.

FAQ

Apakah semua bentuk pembayaran untuk tautan dilarang?

Tidak, yang dilarang adalah tautan berbayar yang meneruskan nilai peringkat. Dengan rel="sponsored" atau rel="nofollow", penempatan berbayar sepenuhnya sesuai kebijakan — hanya saja tidak berfungsi sebagai sinyal otoritas.

Periksa dulu apakah ada tindakan manual di Search Console. Kalau tidak ada, kemungkinan besar tautannya sekadar dibatalkan dan tidak perlu tindakan apa pun. Alat disavow adalah fitur lanjutan yang menurut Google tidak dibutuhkan sebagian besar situs.

Apakah menerima produk gratis untuk diulas termasuk pelanggaran?

Kalau ulasannya memuat tautan yang meneruskan nilai peringkat, ya. Google menyebut secara khusus praktik mengirim produk agar seseorang menulis dan menautkan. Solusinya sama: tandai tautannya dengan sponsored.

Sebelum menilai sebuah peluang, gunakan kriteria di kualitas backlink dan pahami batas proses link building. Untuk tautan yang sudah terlanjur bermasalah, langkah pemeriksaannya ada di audit backlink.