Skip to main content

Riset Target Audiens untuk SEO: Cara Melakukannya dan Apa Hasilnya

Riset audiens menentukan bahasa dan sudut pandang yang dipakai seluruh konten. Sumber datanya, cara mengerjakannya, dan bentuk hasil yang bisa dipakai.

Riset Target Audiens untuk SEO: Cara Melakukannya dan Apa Hasilnya

Kenapa Riset Audiens Dikerjakan Sebelum Riset Kata Kunci

Riset target audiens menentukan siapa yang Anda layani dan dengan bahasa apa mereka bertanya — dan itu yang menentukan kata kunci mana yang layak dikejar, bukan sebaliknya.

Riset kata kunci yang dimulai tanpa ini menghasilkan daftar berisi istilah bervolume besar yang pencarinya bukan calon pembeli Anda. Trafiknya naik, dan tidak ada yang terjadi setelah itu.

Contoh yang sering ditemui: penyedia jasa mengejar kata kunci yang ternyata dicari mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas. Volume pencariannya besar, halamannya berperingkat, dan nol dari pengunjungnya pernah jadi pelanggan. Karena itu, temuan audiens perlu dibandingkan dengan analisis kompetitor SEO, bukan hanya angka volume.

Empat Hal yang Perlu Diketahui

Riset audiens sering melebar jadi profil kepribadian yang tidak pernah dipakai. Yang benar-benar mengubah keputusan cuma empat:

  • Masalah apa yang sedang mereka selesaikan. Bukan produk yang mereka cari, tapi keadaan yang membuat mereka mencari.
  • Kata apa yang mereka pakai untuk menyebutnya. Sering berbeda dari istilah yang dipakai orang dalam industri, dan perbedaan itu yang menentukan kata kunci mana yang nyata.
  • Apa yang mereka pertimbangkan sebelum memutuskan. Harga, waktu, risiko, atau kepercayaan — tiap kelompok berbeda urutannya.
  • Di titik mana mereka saat ini. Baru sadar ada masalah, sedang membandingkan pilihan, atau tinggal memastikan sebelum membeli.

Data seperti umur, jenis kelamin, dan hobi hanya berguna kalau benar-benar mengubah cara Anda menulis. Kalau tidak, itu pengisi dokumen.

Sumber Data yang Bisa Dipakai

  • Percakapan yang sudah ada — kotak masuk, obrolan penjualan, dan pertanyaan yang berulang. Ini sumber paling akurat karena datang dari orang yang benar-benar berminat.
  • Kueri di Google Search Console, kalau situsnya sudah punya data. Kata yang mereka ketik adalah bahasa mereka sendiri, tanpa perantara.
  • Kolom saran pencarian dan blok “orang juga bertanya” untuk melihat bentuk pertanyaan yang umum.
  • Komunitas tempat mereka berkumpul — grup, forum, dan kolom ulasan. Yang dicari bukan topik populernya, melainkan kalimat asli saat mereka bingung atau kecewa.
  • Ulasan produk sejenis, termasuk milik kompetitor. Ulasan bintang tiga biasanya paling informatif karena memuat pertimbangan, bukan pujian atau kemarahan.
  • Tim yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Setengah jam wawancara dengan mereka sering mengalahkan seminggu membaca laporan.

Cara Mengerjakannya

  1. Kumpulkan lima puluh sampai seratus kalimat asli dari sumber di atas. Salin apa adanya, jangan diringkas dulu.
  2. Kelompokkan berdasarkan masalah yang muncul, bukan berdasarkan produk yang disebut.
  3. Catat istilah yang mereka pakai untuk tiap masalah, termasuk yang menurut Anda salah kaprah. Yang salah kaprah justru sering yang paling banyak diketik.
  4. Tandai pertimbangan yang berulang — hal yang membuat mereka ragu atau membandingkan.
  5. Petakan tiap kelompok ke tahap keputusannya — baru sadar, sedang membandingkan, atau siap membeli.
  6. Uji dengan lima orang nyata kalau memungkinkan, walaupun lewat pesan singkat. Satu percakapan sering membatalkan asumsi yang sudah dipegang berbulan-bulan.

Bentuk Hasil yang Bisa Dipakai

Hasil riset audiens yang berguna bukan dokumen profil, melainkan tabel kerja. Satu baris untuk tiap kelompok, berisi:

  • Masalah yang sedang diselesaikan, ditulis sebagai kalimat mereka.
  • Istilah yang mereka pakai untuk menyebutnya.
  • Pertanyaan yang muncul di kepala mereka pada tahap itu.
  • Tahap keputusan tempat mereka berada.
  • Halaman yang sudah ada atau perlu dibuat untuk menjawabnya.

Kolom terakhir yang membuat riset ini terpakai. Tanpa itu, hasilnya berhenti jadi bacaan. Tahap berikutnya adalah mengubah tabel tersebut menjadi pekerjaan SEO yang berurutan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menyusun persona berdasarkan tebakan dan memberinya nama, foto, serta hobi yang tidak pernah memengaruhi satu keputusan pun.
  • Memakai bahasa industri karena terdengar lebih profesional, padahal audiensnya tidak memakai istilah itu.
  • Meriset sekali lalu ditinggal. Bahasa dan pertimbangan audiens bergeser; tinjau ulang setidaknya setahun sekali.
  • Menyamakan seluruh audiens. Pemilik usaha kecil dan manajer pemasaran perusahaan besar mencari hal yang sama dengan kata dan pertimbangan yang berbeda jauh.
  • Menghentikan riset di dokumen, tanpa pernah diterjemahkan jadi daftar halaman.

Pertanyaan Umum Seputar Riset Audiens

Bagaimana kalau situsnya masih baru dan belum punya data?

Mulai dari percakapan dan komunitas. Search Console baru berguna setelah situs punya tayangan; sebelum itu, kotak masuk dan forum sudah cukup untuk putaran pertama.

Berapa banyak kelompok audiens yang wajar?

Dua sampai empat untuk sebagian besar bisnis. Lebih dari itu biasanya tanda pengelompokan dilakukan berdasarkan ciri yang tidak mengubah cara menulis.

Apakah riset audiens sama dengan riset pasar?

Beririsan tapi tidak sama. Riset pasar menilai peluang dan ukuran permintaan; riset audiens untuk SEO fokus pada bahasa dan pertanyaan yang mereka pakai saat mencari.