Skip to main content

Alt Text: Pengertian, Fungsinya, dan Cara Menulisnya dengan Benar

Alt text adalah teks pengganti gambar di atribut alt. Penjelasan fungsinya bagi pembaca layar dan mesin pencari, cara menulisnya, serta kapan sengaja dikosongkan.

Alt Text: Pengertian, Fungsinya, dan Cara Menulisnya dengan Benar
  • Alt text adalah teks yang menggantikan gambar ketika gambar itu tidak bisa dilihat — oleh pengguna pembaca layar, atau saat gambarnya gagal dimuat.
  • Fungsi pertamanya aksesibilitas, bukan SEO. Manfaat SEO-nya datang sebagai akibat, bukan sebagai tujuan.
  • Google menyebut alt text penting dan sekaligus memperingatkan agar tidak dijejali kata kunci.
  • Gambar dekoratif sebaiknya diberi alt="" kosong, bukan dibiarkan tanpa atribut alt sama sekali.
  • Yang ditulis adalah isi dan maksud gambarnya dalam konteks halaman, bukan sekadar nama bendanya.

Apa Itu Alt Text

Alt text adalah teks yang ditulis di atribut alt sebuah elemen gambar, dan berfungsi menggantikan gambar itu ketika gambarnya tidak bisa dilihat.

Nama lengkapnya alternative text — teks alternatif. Kata “alternatif” itu yang sering hilang dari pemahaman: alt text bukan keterangan tambahan di samping gambar, melainkan pengganti yang harus menyampaikan hal yang sama ketika gambarnya tidak ada.

<img src="ruang-kerja-roofel.webp" alt="Tim Roofel meninjau hasil audit SEO di layar bersama">

Ada dua situasi yang membuatnya muncul: pembaca layar membacakannya kepada pengguna tunanetra, dan browser menampilkannya sebagai teks ketika berkas gambarnya gagal dimuat.

Bedanya dengan Caption dan Title

Tiga hal ini sering tertukar padahal pekerjaannya berbeda:

  • Alt text — pengganti gambar, dibaca hanya ketika gambarnya tidak terlihat. Tidak tampil di layar dalam keadaan normal.
  • Caption (<figcaption>) — keterangan yang tampil di bawah gambar dan dibaca semua orang. Melengkapi gambar, bukan menggantikannya.
  • Atribut title — teks yang muncul saat kursor diarahkan ke gambar. Tidak dibacakan sebagian pembaca layar dan tidak muncul di perangkat sentuh, jadi jangan pernah menaruh informasi penting di sini.

Fungsinya Bagi Aksesibilitas

Ini fungsi aslinya, dan yang paling sering dilupakan ketika alt text dibahas dalam konteks SEO.

Pengguna pembaca layar menelusuri halaman lewat suara. Gambar tanpa alt text akan dilewati atau dibacakan sebagai nama berkasnya — dan nama berkas seperti IMG_20240712.jpg dibacakan huruf per huruf. Kalau gambar itu memuat informasi yang tidak ada di teks sekitarnya, informasi itu hilang sepenuhnya.

Untuk gambar yang berfungsi sebagai tautan atau tombol, alt text-nya bahkan lebih menentukan: ia yang menjadi nama tautan itu. Ikon keranjang tanpa alt text akan dibacakan sebagai tautan tanpa nama.

Fungsinya Bagi Mesin Pencari

Google menyatakan alt text penting dan menyarankan agar isinya berupa keterangan yang bermanfaat dan kaya informasi, dengan penggunaan kata kunci yang wajar — sekaligus memperingatkan agar tidak menjejalkan kata kunci di atribut ini.

Ada dua jalur pengaruhnya. Pertama, alt text membantu Google memahami isi gambar, yang menentukan kemunculannya di Google Images. Kedua, isinya ikut menerangkan halaman tempat gambar itu berada.

Yang perlu diluruskan: alt text bukan tempat menaruh kata kunci tambahan. Kalau kata kuncinya memang menggambarkan gambarnya, ia akan muncul dengan sendirinya. Kalau tidak, memaksakannya justru merugikan pengguna pembaca layar yang mendengar kalimat aneh.

Alt text adalah satu bagian dari optimasi gambar untuk SEO, bersama ukuran berkas, penamaan, dan penempatan gambar di halaman.

Cara Menulis Alt Text

  1. Tanyakan apa yang hilang kalau gambarnya tidak ada. Jawaban itulah isi alt text-nya.
  2. Tulis isinya, bukan sekadar nama bendanya. “Grafik tayangan organik yang naik dari 2.000 ke 9.000 dalam enam bulan” jauh lebih berguna daripada “grafik”.
  3. Perhatikan konteks halamannya. Gambar yang sama bisa butuh alt text berbeda di dua artikel berbeda, tergantung apa yang sedang dijelaskan.
  4. Cukup satu kalimat. Pembaca layar membacakannya utuh tanpa jeda; paragraf panjang justru menghalangi.
  5. Jangan awali dengan “gambar” atau “foto”. Pembaca layar sudah mengumumkan bahwa itu gambar.
  6. Untuk gambar berisi teks, tuliskan teksnya. Poster, infografik sederhana, dan tangkapan layar berisi angka perlu isinya dipindahkan ke teks.
  7. Untuk infografik yang panjang, letakkan penjelasannya di badan halaman, lalu isi alt text-nya dengan ringkasan singkat. Isi yang penting tidak boleh cuma hidup di dalam gambar.

Kapan Alt Text Sengaja Dikosongkan

Gambar yang murni dekoratif — pembatas, ornamen, latar, ikon yang maknanya sudah dinyatakan teks di sebelahnya — sebaiknya diberi atribut alt kosong:

<img src="garis-pemisah.svg" alt="">

Alt kosong memberi tahu pembaca layar untuk melewatinya. Ini berbeda dengan tidak menulis atribut alt sama sekali, yang membuat pembaca layar terpaksa menebak dan sering membacakan nama berkasnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menyalin alt text yang sama ke semua gambar dalam satu artikel, biasanya berisi kata kunci utama.
  • Membiarkan alt text bawaan dari CMS, yang umumnya berupa nama berkas hasil unggahan.
  • Menulis alt text untuk gambar dekoratif sehingga pembaca layar membacakan hal yang tidak perlu.
  • Menaruh informasi penting hanya di dalam gambar dan menganggap alt text sudah cukup menampungnya.
  • Menganggap alt text sebagai pekerjaan SEO semata, lalu menulisnya untuk mesin dan bukan untuk orang yang benar-benar mendengarkannya.

Jika gambar juga perlu diterangkan sebagai data terstruktur, image schema markup melengkapi alt text tanpa menggantikannya.

Pertanyaan Umum Seputar Alt Text

Berapa panjang alt text yang ideal?

Sepanjang yang dibutuhkan untuk menyampaikan isi gambar, umumnya satu kalimat. Tidak ada batas resmi dari Google, tapi pembaca layar membacakannya tanpa jeda sehingga teks yang terlalu panjang justru mengganggu.

Apakah semua gambar wajib punya alt text?

Semua gambar wajib punya atribut alt, tapi tidak semuanya perlu diisi. Gambar informatif diisi; gambar dekoratif diberi nilai kosong.

Apakah alt text memengaruhi peringkat halaman?

Pengaruhnya kecil untuk pencarian biasa, dan besar untuk Google Images. Manfaat terbesarnya tetap ada di sisi aksesibilitas, dan itu alasan yang sudah cukup untuk mengerjakannya.