PaaS adalah model layanan cloud di mana Anda hanya mengurus aplikasi dan datanya, sementara seluruh lapisan di bawahnya — sistem operasi, web server, runtime, penskalaan — diurus penyedia. Anda menyerahkan kode, platform yang menjalankannya.
Apa Itu PaaS?
PaaS (Platform as a Service) adalah layanan yang menyediakan lingkungan siap pakai untuk menjalankan aplikasi, sehingga tidak ada server yang perlu Anda pasang, perbarui, atau amankan sendiri.
Pembagian tanggung jawabnya:
| Lapisan | Siapa yang mengurus |
|---|---|
| Perangkat keras dan jaringan | Penyedia |
| Sistem operasi dan pembaruannya | Penyedia |
| Web server dan runtime bahasa | Penyedia |
| Penskalaan dan penyeimbangan beban | Penyedia |
| Aplikasi dan data | Anda |
Perbedaannya dengan IaaS terletak persis di dua baris tengah: di IaaS keduanya menjadi tanggung jawab Anda.
Bagaimana Cara Kerjanya
Alur kerjanya berpusat pada repositori kode, bukan pada server.
- Kode aplikasi disimpan di repositori.
- Platform mendeteksi perubahan, membangun aplikasi, lalu menjalankannya.
- Kalau ada kesalahan, versi sebelumnya bisa dikembalikan tanpa menyentuh server.
- Ketika trafik naik, jumlah salinan aplikasi ditambah otomatis.
Karena itu PaaS terasa alami bagi tim yang sudah terbiasa bekerja dengan alur berbasis repositori, dan terasa asing bagi yang terbiasa mengunggah berkas lewat FTP.
Kelebihan PaaS
- Tidak ada server yang perlu dirawat. Pembaruan keamanan sistem operasi bukan lagi urusan Anda.
- Penerapan perubahan cepat dan berulang. Dari kode ke aplikasi berjalan dalam hitungan menit.
- Penskalaan otomatis. Kapasitas menyesuaikan trafik tanpa campur tangan.
- Lingkungan seragam. Aplikasi berjalan di lingkungan yang sama setiap kali, mengurangi masalah “di komputer saya jalan”.
- Layanan pendukung sudah tersedia, misalnya basis data terkelola dan penyimpanan berkas.
Kekurangan dan Batasannya
Kekurangan utamanya adalah berkurangnya kendali, dan itu bukan sekadar soal kenyamanan.
- Anda tidak bisa menyesuaikan konfigurasi server. Kalau aplikasi menuntut pengaturan tertentu di tingkat sistem, PaaS bisa jadi tidak mendukungnya.
- Terikat pada cara kerja platform. Semakin dalam Anda memakai layanan khususnya, semakin sulit berpindah.
- Biaya bisa naik cepat. Penagihan berbasis pemakaian membuat aplikasi yang ramai jauh lebih mahal daripada satu server dengan harga tetap.
- Tidak cocok untuk semua jenis aplikasi. Aplikasi PHP tradisional seperti WordPress, yang mengandalkan berkas yang bisa ditulis dan diubah langsung di server, umumnya tidak cocok dengan platform yang memperlakukan aplikasi sebagai paket yang tidak berubah.
Poin terakhir penting bagi sebagian besar pembaca: kalau website Anda berbasis WordPress, PaaS bukan jalurnya. Yang tepat adalah shared hosting, hosting terkelola, atau VPS.
Kapan PaaS Menjadi Pilihan yang Tepat
- Aplikasi dibangun sendiri dengan framework modern, bukan dipasang dari paket siap pakai.
- Tim sudah bekerja dengan alur berbasis repositori dan penerapan otomatis.
- Waktu pengembang lebih mahal daripada biaya platform. Ini pertimbangan yang paling sering menentukan.
- Trafiknya berubah-ubah dan penskalaan otomatis benar-benar terpakai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya PaaS dengan hosting terkelola? Hosting terkelola tetap memberi Anda ruang berkas dan control panel; Anda mengunggah berkas dan mengelola situs. Di PaaS, tidak ada berkas yang diunggah — yang ada adalah kode yang dibangun dan dijalankan platform.
Apakah PaaS lebih mahal? Per satuan sumber daya, umumnya ya. Yang membuatnya sepadan adalah pekerjaan pengelolaan yang hilang. Kalau Anda tidak memiliki pekerjaan pengelolaan yang berarti untuk dihemat, selisihnya menjadi biaya murni.
Apakah bisa memakai basis data sendiri di PaaS? Sebagian besar platform menyediakan basis data terkelola sebagai layanan terpisah, atau memungkinkan koneksi ke basis data di luar platform. Menjalankan basis data di dalam aplikasi PaaS umumnya tidak dimungkinkan.
Apakah PaaS cocok untuk pemula? Cocok untuk yang belajar membangun aplikasi, karena tidak perlu mengurus server. Kurang cocok untuk yang sekadar ingin punya website, karena model ini mengasumsikan ada kode yang Anda kembangkan sendiri.