SaaS adalah model layanan cloud di mana Anda memakai aplikasi jadi lewat browser dengan cara berlangganan, tanpa memasang apa pun. Ini model cloud yang paling banyak dipakai orang tanpa disadari — email kantor, penyimpanan berkas, aplikasi akuntansi, dan alat rapat daring semuanya masuk kategori ini.
Apa Itu SaaS?
SaaS (Software as a Service) adalah perangkat lunak yang dijalankan dan dirawat sepenuhnya oleh penyedia, lalu diakses pengguna lewat internet dengan langganan berkala.
Yang Anda urus tinggal dua: data yang Anda masukkan dan pengaturan beserta hak akses penggunanya. Sisanya — server, pembaruan versi, keamanan infrastruktur, cadangan sistem — berada di sisi penyedia.
Bedanya dengan Membeli Lisensi
Perbedaan pokoknya bukan cara membayar, melainkan siapa yang menjalankan perangkat lunaknya.
| Lisensi tradisional | SaaS | |
|---|---|---|
| Tempat berjalan | Komputer atau server Anda | Server penyedia |
| Pembayaran | Sekali di muka, atau per versi | Berlangganan berkala |
| Pembaruan | Anda memasangnya | Otomatis, sering tanpa diminta |
| Akses | Dari perangkat yang terpasang | Dari mana saja lewat browser |
| Data | Di tempat Anda | Di sistem penyedia |
Kelebihan SaaS
- Langsung bisa dipakai. Tidak ada pemasangan, tidak ada server yang disiapkan.
- Biaya awal kecil. Bergeser dari belanja modal ke biaya operasional bulanan.
- Bisa diakses dari mana saja, termasuk dari ponsel.
- Selalu di versi terbaru tanpa proyek peningkatan tersendiri.
- Mudah menambah atau mengurangi pengguna seiring perubahan jumlah tim.
Yang Perlu Diperiksa Sebelum Berlangganan
Empat hal berikut jarang menjadi pertimbangan saat berlangganan, tetapi menjadi masalah besar saat ingin berhenti.
- Apakah data bisa diekspor, dan dalam format apa. Ini pertanyaan terpenting. Layanan yang hanya mengizinkan ekspor dalam format yang tidak bisa dibaca sistem lain membuat Anda terkunci.
- Siapa pemilik data menurut ketentuan layanan, dan berapa lama data disimpan setelah langganan berakhir.
- Bagaimana pengaturan hak akses. Layanan tanpa pembedaan peran pengguna menjadi persoalan begitu tim bertambah.
- Bagaimana pola kenaikan harganya, dan apakah biaya bertambah seiring jumlah pengguna atau jumlah data.
Perlu diingat juga: keamanan infrastruktur menjadi tanggung jawab penyedia, tetapi keamanan akun tetap tanggung jawab Anda. Kata sandi yang dipakai ulang dan akun mantan karyawan yang tidak pernah dinonaktifkan adalah dua penyebab kebocoran yang paling sering, dan keduanya tidak ada hubungannya dengan penyedia.
SaaS dalam Kaitannya dengan Website
Website perusahaan biasa bukan SaaS — ia berjalan di hosting yang Anda sewa dan isinya Anda kendalikan sendiri.
Yang sering tertukar adalah pembuat website berlangganan yang menyediakan editor, hosting, dan domain dalam satu paket. Itu memang SaaS, dan kompromi utamanya sama seperti layanan SaaS lain: kemudahan ditukar dengan kendali dan kemudahan berpindah. Perbandingan platformnya dibahas di platform CMS terbaik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa contoh SaaS yang paling umum dipakai bisnis di Indonesia? Layanan email dan dokumen berbasis langganan, aplikasi akuntansi daring, alat rapat daring, sistem kasir berbasis awan, dan alat manajemen proyek.
Apakah SaaS lebih murah daripada membeli perangkat lunak? Dalam jangka pendek biasanya ya, karena tidak ada biaya awal. Dalam jangka panjang, biaya langganan bisa melampaui harga lisensi — tetapi perbandingannya perlu memasukkan biaya server, pembaruan, dan pengelolaan yang tidak lagi Anda tanggung.
Bagaimana kalau penyedia SaaS berhenti beroperasi? Inilah risiko yang membuat pertanyaan tentang ekspor data menjadi penting sejak awal. Simpan salinan data penting secara berkala, jangan mengandalkan sepenuhnya pada satu penyedia.
Apakah data di SaaS aman? Infrastruktur penyedia besar umumnya diamankan dengan standar yang sulit ditandingi organisasi kecil. Titik lemahnya justru ada di sisi pengguna: kata sandi lemah, autentikasi dua langkah yang tidak diaktifkan, dan hak akses yang terlalu longgar.