Apa itu Structured Data dan Manfaatnya Dalam SEO | Roofel

Yuda Prima Jasa
Apa itu Structured Data dan Manfaatnya Dalam SEO

Structured Data adalah format standar untuk menyediakan informasi tentang halaman dan mengklasifikasikan kontennya. Ini membantu mesin pencari memahami konten halaman.


Pengertian Structured Data

Structured Data adalah format standar untuk menyediakan informasi tentang halaman dan mengklasifikasikan kontennya. Ini membantu mesin pencari memahami konten halaman dan meningkatkan peluang untuk muncul di rich snippets, yang memberikan informasi tambahan dalam hasil pencarian.

1. Apa Itu Structured Data?

Structured Data adalah kode yang ditambahkan ke halaman web untuk membantu mesin pencari memahami konten dengan lebih baik. Ini menggunakan format standar seperti Schema.org untuk memberi tahu mesin pencari apa arti berbagai elemen konten di halaman Anda.

2. Mengapa Structured Data Penting?

Structured Data penting karena:

Rich Snippets: Dapat menghasilkan rich snippets di SERP, seperti ulasan, harga, resep, dan lainnya, yang meningkatkan visibilitas dan klik. Knowledge Graph: Membantu Google menampilkan informasi dalam Knowledge Graph. SEO yang Lebih Baik: Membantu mesin pencari memahami konteks dan hubungan antar elemen konten, yang bisa meningkatkan SEO.

3. Bagaimana Structured Data Bekerja?

Structured Data bekerja dengan memberi label khusus pada elemen-elemen di halaman web Anda menggunakan skema yang dapat dikenali oleh mesin pencari seperti Google. Format ini dapat berupa JSON-LD (JavaScript Object Notation for Linked Data), Microdata, atau RDFa (Resource Description Framework in Attributes), tetapi JSON-LD adalah yang paling direkomendasikan oleh Google.

4. Langkah-langkah Mengimplementasikan Structured Data

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengimplementasikan structured data:

Langkah 1: Pilih Skema yang Tepat

  • Identifikasi Konten: Tentukan jenis konten apa yang ada di halaman Anda (artikel, produk, acara, resep, dll.).
  • Gunakan Schema.org: Kunjungi Schema.org untuk menemukan skema yang sesuai untuk konten Anda. Misalnya, untuk artikel berita, gunakan skema Article, dan untuk produk, gunakan skema Product.

Langkah 2: Pilih Format Structured Data

  • JSON-LD: Direkomendasikan oleh Google dan mudah diimplementasikan. Data terstruktur ditambahkan di bagian atau HTML.
  • Microdata: Inline markup yang ditambahkan langsung ke elemen HTML.
  • RDFa: Ditanamkan dalam atribut HTML. Kurang umum dibandingkan JSON-LD dan Microdata.

Langkah 3: Buat dan Tambahkan Structured Data

  • Gunakan Alat: Gunakan Structured Data Markup Helper dari Google untuk membantu membuat JSON-LD atau Microdata untuk halaman Anda.

Manually Code JSON-LD:

Contoh JSON-LD untuk artikel:


<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "Article",
  "headline": "Contoh Artikel",
  "author": {
    "@type": "Person",
    "name": "John Doe"
  },
  "datePublished": "2024-06-10",
  "image": "https://example.com/photo.jpg",
  "publisher": {
    "@type": "Organization",
    "name": "Example Publisher",
    "logo": {
      "@type": "ImageObject",
      "url": "https://example.com/logo.jpg"
    }
  }
}
</script>

Tambahkan ke HTML: Tempelkan JSON-LD di bagian atau halaman HTML Anda.

Langkah 4: Validasi Structured Data

  • Google's Rich Results Test: Gunakan Rich Results Test untuk memeriksa apakah data terstruktur Anda valid.
  • Schema Markup Validator: Gunakan Schema Markup Validator untuk memeriksa markup yang lebih mendalam.

Langkah 5: Tes di Produksi

  • Cek di Google Search Console: Gunakan Google Search Console untuk melihat laporan tentang data terstruktur di situs Anda dan mendeteksi masalah yang perlu diperbaiki.
  • Monitor SERP: Perhatikan bagaimana halaman Anda muncul di SERP dan perbaiki jika diperlukan.

Langkah 6: Pemeliharaan dan Pembaruan

  • Update Structured Data: Secara berkala perbarui structured data untuk mencerminkan perubahan pada konten.
  • Pantau Kinerja: Gunakan alat analitik untuk memantau kinerja dan klik-through rate (CTR) dari rich snippets.

5. Tips untuk Mengoptimalkan Structured Data

  • Selalu Gunakan JSON-LD: Ini adalah format yang paling disarankan oleh Google dan termudah untuk dikelola.
  • Ikuti Pedoman Google: Pastikan data terstruktur Anda sesuai dengan pedoman Google untuk menghindari penalti.
  • Kelengkapan Informasi: Sertakan sebanyak mungkin informasi relevan yang didukung oleh skema yang Anda gunakan.
  • Validasi Secara Berkala: Lakukan validasi data terstruktur secara berkala untuk memastikan tetap sesuai standar dan berfungsi dengan baik.
  • Integrasi dengan CMS: Gunakan plugin atau modul untuk CMS Anda (seperti WordPress) yang memudahkan penambahan dan pengelolaan structured data.

6. Contoh Praktis Structured Data untuk Berbagai Jenis Konten

Artikel Berita:


<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "NewsArticle",
  "headline": "Judul Artikel",
  "author": {
    "@type": "Person",
    "name": "Penulis"
  },
  "datePublished": "2024-06-10",
  "image": "https://example.com/image.jpg",
  "publisher": {
    "@type": "Organization",
    "name": "Nama Penerbit",
    "logo": {
      "@type": "ImageObject",
      "url": "https://example.com/logo.jpg"
    }
  }
}
</script>

Produk:


<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "Product",
  "name": "Nama Produk",
  "image": "https://example.com/product.jpg",
  "description": "Deskripsi Produk",
  "sku": "12345",
  "offers": {
    "@type": "Offer",
    "priceCurrency": "USD",
    "price": "29.99",
    "availability": "https://schema.org/InStock",
    "url": "https://example.com/product-page"
  }
}
</script>

Resep:

<script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "Recipe",
  "name": "Nama Resep",
  "image": "https://example.com/recipe.jpg",
  "author": {
    "@type": "Person",
    "name": "Nama Koki"
  },
  "datePublished": "2024-06-10",
  "description": "Deskripsi Singkat Resep",
  "recipeIngredient": [
    "Bahan 1",
    "Bahan 2",
    "Bahan 3"
  ],
  "recipeInstructions": [
    {
      "@type": "HowToStep",
      "text": "Langkah 1: Deskripsi"
    },
    {
      "@type": "HowToStep",
      "text": "Langkah 2: Deskripsi"
    }
  ]
}
</script>

Kesimpulan

Structured Data adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan visibilitas konten di hasil pencarian Google dengan cara memberikan konteks yang jelas tentang halaman web kepada mesin pencari.

Dengan mengimplementasikan structured data dengan benar, Anda dapat meningkatkan peluang halaman Anda muncul di rich snippets, meningkatkan CTR, dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Terus perbarui dan validasi structured data untuk memastikan efektivitas dan relevansi yang berkelanjutan.