- Keyword adalah kata atau frasa yang diketik pengguna di mesin pencari untuk menemukan sesuatu.
- Keyword dikelompokkan dua cara, yaitu menurut panjangnya (short tail, mid tail, long tail) dan menurut maksud di baliknya (intent).
- Intent lebih menentukan daripada panjang, karena intent memutuskan bentuk halaman yang harus dibuat.
- Mesin pencari mencocokkan makna, jadi kosakata yang terkait topik lebih berguna daripada mengulang keyword yang sama.
- Satu halaman memegang satu keyword utama, dan sisanya masuk sebagai variasi di halaman yang sama.
Pengertian Keyword dalam SEO
Keyword adalah kata atau frasa yang diketik seseorang di mesin pencari untuk menemukan sesuatu, dan bagi pemilik website, keyword adalah petunjuk halaman seperti apa yang perlu disediakan. Bagi pengguna, keyword adalah cara menyampaikan kebutuhan. Bagi mesin pencari, keyword adalah titik temu antara pertanyaan itu dan halaman yang paling mungkin menjawabnya.
Keyword sering disebut juga kata kunci, dan keduanya sama. Yang berubah dalam beberapa tahun terakhir bukan definisinya, tetapi cara mesin pencari memperlakukannya, dari mencocokkan kata menuju memahami makna.
Jenis Keyword Berdasarkan Panjang
Berdasarkan panjangnya, keyword dibagi menjadi short tail, mid tail, dan long tail, dan semakin panjang frasanya, semakin jelas maksud pencarinya. Batas jumlah katanya hanya kebiasaan praktisi, bukan aturan resmi dari Google.
- Short tail biasanya terdiri dari satu sampai dua kata, misalnya “sepatu lari”. Volumenya besar, persaingannya berat, dan maksudnya paling kabur, karena pencarinya bisa saja mau membeli, membandingkan, atau sekadar melihat-lihat.
- Mid tail biasanya tiga sampai empat kata, misalnya “sepatu lari untuk pemula”. Maksud pencariannya mulai terbaca.
- Long tail biasanya empat kata atau lebih, misalnya “sepatu lari untuk pemula kaki lebar”. Volume per frasa kecil, tetapi variasinya sangat banyak dan maksudnya paling spesifik.
Long tail menjadi pintu masuk paling realistis bagi website yang masih baru, karena persaingannya biasanya lebih ringan dan halamannya bisa dibuat menjawab satu kebutuhan dengan tuntas. Frasa semacam ini dikumpulkan dari tiga sumber utama, yaitu data pencarian yang sudah masuk ke website sendiri, halaman hasil pencarian Google, dan bahasa yang dipakai audiens ketika bertanya. Kandidat yang terkumpul lalu divalidasi dan diprioritaskan sebelum dikerjakan.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap short tail selalu lebih berharga karena angkanya besar. Untuk website baru, short tail biasanya sulit dijangkau, dan kalaupun terjangkau, maksud pencariannya terlalu kabur untuk menghasilkan pelanggan.
Jenis Keyword Berdasarkan Intent
Berdasarkan intent, keyword dibagi menjadi informational, navigational, commercial investigation, dan transactional, dan pengelompokan ini lebih menentukan daripada panjang karena ia memutuskan bentuk halaman. Pembagian ini lazim dipakai dalam praktik SEO, bukan daftar resmi dari Google.
- Informational untuk pencarian penjelasan, seperti “apa itu SEO” atau “cara memasang sitemap”. Bentuk yang cocok adalah artikel.
- Navigational untuk pencarian tempat tertentu, seperti “login Search Console” atau “Roofel”. Yang dibutuhkan halaman resmi, bukan artikel.
- Commercial investigation untuk pencarian saat orang sedang membandingkan sebelum memutuskan, seperti “Ahrefs vs Semrush” atau “jasa SEO terbaik”. Bentuk yang cocok adalah halaman perbandingan atau ulasan.
- Transactional untuk pencarian saat orang siap bertindak, seperti “harga jasa SEO” atau “beli sepatu lari”. Bentuk yang cocok adalah halaman layanan atau produk.
Membuat artikel panjang untuk keyword transaksional adalah kesalahan yang mahal, karena isinya benar tetapi bentuknya salah, dan halaman itu sulit menang. Cara memastikannya tidak perlu menebak. Cari keyword itu di Google, lalu lihat jenis halaman yang menempati sepuluh besar, karena itu cerminan penilaian Google sendiri terhadap maksud pencariannya. Kerangka lengkap untuk membaca dan menentukan intent dibahas di search intent dan jenis-jenisnya.
Keyword, Makna, dan Semantic Keyword
Mesin pencari mencocokkan makna kueri dengan isi halaman, jadi sebuah halaman bisa muncul untuk keyword yang tidak tertulis persis di dalamnya. Google menjelaskan bahwa model bahasanya berusaha memahami apa yang sebenarnya ditanyakan lewat beberapa kata saja, dan bahwa sistem sinonimnya dapat menampilkan dokumen yang tidak memuat kata persis seperti di kueri karena istilah-istilah itu dikenali berkaitan. Halaman tentang “cara mempercepat website”, misalnya, bisa muncul untuk pencarian “kenapa web saya lambat”.
Ada tiga konsekuensi praktis dari cara kerja ini:
- Pengulangan keyword yang sama tidak menambah relevansi. Kebijakan spam Google memasukkan pengulangan kata atau frasa yang sampai terdengar tidak wajar ke dalam keyword stuffing, jadi tidak ada jumlah pengulangan yang perlu dikejar.
- Kosakata pendamping membuat halaman terbaca lengkap. Semantic keyword dan related keyword adalah istilah yang memang terkait topik, misalnya intent, volume, dan SERP pada halaman tentang riset keyword. Istilah “LSI keywords” sering dipakai untuk menyebutnya, tetapi yang berguna bagi penulis adalah kelengkapan kosakatanya, bukan nama istilahnya.
- Menulis untuk manusia dan untuk mesin bukan lagi dua pekerjaan terpisah. Tulisan yang menjelaskan topik dengan tuntas biasanya sudah memuat istilah yang dicari orang.
Memilih dan Menempatkan Keyword
Keyword dipilih dengan melihat arah minatnya, tingkat persaingannya, dan kecocokannya dengan intent, lalu ditempatkan di beberapa titik yang benar-benar berpengaruh.
Untuk arah minat, Google Trends menampilkan popularitas relatif pada skala 0 sampai 100, bukan jumlah pencarian absolut. Alat ini menjawab apakah sebuah topik sedang naik atau turun, bukan seberapa besar volumenya. Untuk tingkat persaingan, lihat siapa yang sudah menempati halaman pertama. Kalau isinya website besar dengan konten yang lebih dalam dan lebih lama terbit, keyword itu bukan target untuk sekarang, dan bentuk long tail yang lebih spesifik biasanya lebih masuk akal.
Titik penempatan yang berpengaruh hanya sedikit:
- Judul halaman dan tag title, tempat keyword utama sebaiknya muncul, sedekat mungkin ke awal.
- URL, yang pendek dan memuat inti keyword.
- Satu H2 yang relevan, bukan semua H2.
- Paragraf pembuka, supaya pembaca langsung tahu halaman ini menjawab pertanyaan mereka.
- Alt text gambar, kalau memang menggambarkan isi gambarnya.
Selebihnya biarkan mengalir. Satu halaman memegang satu keyword utama beserta variasi yang maksudnya sama. Dua keyword dengan intent berbeda sebaiknya dipisah halamannya, karena kalau digabung, halaman itu menjadi setengah-setengah untuk keduanya. Seluruh langkah ini bagian dari riset kata kunci, yang menjelaskan urutan kerja dan metrik yang dibaca.