Skip to main content

Broken Internal Link dan Cara Mengatasinya untuk SEO

• 7 menit

Tautan internal yang mengarah ke halaman mati merugikan pembaca dan membuang nilai. Cara menemukannya, memperbaikinya sesuai penyebab, dan mencegahnya berulang.

Broken Internal Link dan Cara Mengatasinya untuk SEO
  • Broken internal link adalah tautan di dalam situs Anda yang mengarah ke halaman yang tidak bisa diakses, biasanya karena halamannya dihapus, dipindah, atau alamatnya salah ketik.
  • Kerugiannya dua lapis: pembaca terhenti, dan nilai yang mengalir lewat tautan itu hilang sepenuhnya.
  • Cara memperbaikinya tergantung penyebabnya — halaman yang dipindah butuh pengalihan, halaman yang dihapus permanen butuh keputusan berbeda.
  • Pencegahannya lebih murah daripada perbaikannya. Sebagian besar tautan mati lahir dari perubahan yang tidak diikuti pembersihan.

Broken internal link adalah tautan di dalam situs Anda yang mengarah ke halaman yang tidak bisa diakses — pengunjung yang mengkliknya berakhir di halaman error.

Yang paling sering muncul adalah 404 (halaman tidak ditemukan). Ada juga kasus lain: halaman yang mengembalikan error server, atau tautan yang masuk ke rantai pengalihan panjang sampai akhirnya buntu.

Bedanya dengan broken external link: yang eksternal terjadi karena situs orang lain berubah, di luar kendali Anda. Yang internal hampir selalu akibat perubahan yang Anda lakukan sendiri — dan karena itu bisa dicegah.

Kenapa Perlu Diberesi

Pembaca terhenti. Orang yang mengklik tautan sedang mencari sesuatu. Sampai di halaman error, sebagian besar akan mundur, dan sebagian keluar sama sekali.

Nilai yang mengalir lewat tautan itu hilang. Tautan ke halaman yang tidak ada tidak menyalurkan apa pun. Kalau halaman sumbernya kuat, yang terbuang lumayan besar.

Perayapan jadi tidak efisien. Crawler yang berulang kali menemui halaman mati menghabiskan kunjungan untuk sesuatu yang tidak menghasilkan.

Terbaca sebagai situs yang tidak terawat. Ini bukan sinyal peringkat, tapi tetap berpengaruh pada kesan pembaca.

Penyebab yang Paling Sering

  • Halaman dihapus tanpa pembersihan tautan. Penyebab nomor satu. Artikel dihapus atau digabung, tapi tautan dari artikel lain dibiarkan.
  • URL diubah tanpa pengalihan. Slug diperbaiki, kategori dipindah, struktur URL dirombak.
  • Salah ketik saat memasang tautan. Huruf tertinggal, garis miring berlebih, atau alamat yang disalin sebagian.
  • Halaman diubah statusnya jadi draf tapi tautannya masih terpasang.
  • Migrasi situs yang mengubah pola URL secara menyeluruh.
  • Pengalihan berantai yang salah satu mata rantainya dihapus, memutus jalur di tengah.

Cara Menemukannya

Dengan crawler. Cara paling lengkap. Alat perayap menelusuri seluruh situs dan melaporkan setiap tautan yang mengarah ke halaman error, lengkap dengan halaman asal tautannya — informasi terakhir ini yang Anda butuhkan untuk memperbaiki.

Dengan Search Console. Laporan Pages menampilkan URL yang tercatat 404. Ini menunjukkan halaman tujuannya, tapi tidak selalu menunjukkan dari mana tautannya berasal.

Dengan pemeriksaan sendiri. Untuk situs kecil, mengumpulkan seluruh tautan dari isi artikel lalu mencocokkannya dengan daftar halaman yang ada masih masuk akal — dan hasilnya paling akurat karena Anda menentukan sendiri apa yang dihitung.

Yang perlu dicatat setiap kali menemukan: alamat tujuan yang mati, dan halaman mana saja yang menautkannya. Tanpa yang kedua, Anda tidak tahu apa yang harus diperbaiki.

Cara Memperbaiki Sesuai Penyebabnya

Ini bagian yang sering diseragamkan padahal penanganannya berbeda.

  1. Halaman pindah alamat. Pasang pengalihan permanen dari alamat lama ke alamat baru, lalu perbarui tautannya supaya menunjuk langsung ke alamat baru. Pengalihan menyelamatkan pengunjung dari luar; memperbarui tautan menghilangkan lompatan yang tidak perlu di dalam situs.

  2. Halaman digabung ke halaman lain. Alihkan ke halaman gabungannya, dan perbaiki anchor text di tautan-tautan lama supaya sesuai dengan isi tujuan barunya. Anchor text yang menjanjikan sesuatu yang tidak ada di halaman tujuan justru mengecewakan.

  3. Halaman dihapus permanen dan tidak ada penggantinya. Hapus tautannya, jangan dialihkan ke beranda. Pengalihan ke halaman yang tidak berhubungan membingungkan pengunjung.

  4. Salah ketik. Perbaiki alamatnya. Kasus paling mudah, dan biasanya jumlahnya lebih banyak dari yang diperkirakan.

  5. Rantai pengalihan. Perbaiki tautannya supaya menunjuk langsung ke tujuan akhir, dan rapikan pengalihan bertingkat di pengaturan situs.

Cara Mencegahnya

  • Jangan hapus halaman tanpa memeriksa siapa yang menautkannya. Cari dulu, perbaiki tautannya, baru hapus.
  • Setiap perubahan URL diikuti pengalihan, tanpa kecuali.
  • Perbarui tautan internal setelah memasang pengalihan. Pengalihan adalah jaring pengaman, bukan solusi permanen.
  • Jadwalkan pemeriksaan rutin — sebulan sekali untuk situs aktif, sekali per kuartal untuk yang jarang berubah.
  • Periksa segera setelah perubahan besar, jangan menunggu jadwal.
  • Simpan catatan penggabungan dan penghapusan beserta tanggalnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Mengalihkan semua halaman mati ke beranda. Pengunjung tidak menemukan yang dicari, dan sinyal yang dikirim ke mesin pencari jadi kabur.
  • Memasang pengalihan lalu menganggap selesai. Tautan internal yang masih menunjuk ke alamat lama menambah lompatan yang tidak perlu di setiap kunjungan.
  • Membuat rantai pengalihan bertingkat karena tiap perubahan dialihkan dari alamat sebelumnya, bukan dari alamat asli.
  • Memperbaiki alamatnya tapi membiarkan anchor text lama yang sudah tidak sesuai dengan isi tujuan barunya.
  • Hanya memeriksa lewat Search Console. Laporannya menunjukkan halaman yang mati, tapi tidak selalu menunjukkan sumber tautannya.

Pertanyaan Umum

Apakah tautan mati menurunkan peringkat?

Bukan sebagai hukuman langsung. Kerugiannya bekerja lewat jalur lain: nilai yang terbuang, pembaca yang terhenti, dan perayapan yang tidak efisien.

Berapa banyak tautan mati yang masih bisa ditoleransi?

Idealnya nol untuk tautan internal, karena semuanya di bawah kendali Anda. Berbeda dengan tautan eksternal, yang matinya di luar kuasa Anda.

Apakah halaman 404 kustom cukup?

Membantu pengunjung, tidak menyelesaikan masalahnya. Halaman 404 yang rapi mengurangi kerugian, tapi tautan yang salah tetap perlu diperbaiki.

Lebih baik hapus tautannya atau alihkan halamannya?

Tergantung apakah ada penggantinya. Kalau ada halaman yang menjawab hal yang sama, alihkan. Kalau tidak ada, hapus tautannya.

Tautan mati dan orphan page adalah dua masalah yang sebaiknya diperiksa dalam satu audit karena sama-sama memutus jalur antarahalaman. Dasar penataannya ada di internal linking, sedangkan cara menemukan masalahnya dibahas di tools untuk strategi internal linking.