Skip to main content

Tools untuk Strategi Internal Linking yang Efektif

• 7 menit

Alat apa saja yang benar-benar dibutuhkan untuk menata tautan internal, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan masing-masing, dan mana yang cukup versi gratisnya.

Tools untuk Strategi Internal Linking yang Efektif
  • Dua alat sudah cukup untuk memulai: satu crawler untuk memetakan seluruh situs, dan Search Console untuk melihat data dari sisi Google.
  • Search Console gratis tapi datanya sampel — tabelnya dibatasi 1.000 baris dan Google menyatakan sendiri bahwa isinya bukan daftar lengkap.
  • Crawler memberi gambaran paling lengkap. Versi gratis Screaming Frog membatasi perayapan sampai 500 URL; lisensi berbayarnya £199 per tahun.
  • Alat pemasang tautan otomatis berguna untuk mencari peluang, berisiko untuk memasang tanpa diperiksa.

Alat yang Benar-Benar Dibutuhkan

Untuk menata tautan internal, yang dibutuhkan sebenarnya cuma dua jenis alat: satu yang bisa memetakan seluruh situs, dan satu yang menunjukkan bagaimana Google melihatnya.

Sisanya adalah kenyamanan. Banyak situs bisa dirapikan tuntas dengan crawler gratis dan Search Console saja.

Crawler: Melihat Situs Seperti Mesin Pencari

Crawler menelusuri situs Anda dari satu tautan ke tautan berikutnya, lalu melaporkan struktur yang ditemukannya. Ini satu-satunya cara mendapat gambaran lengkap.

Yang bisa didapat dari crawler:

  • Daftar seluruh halaman beserta tautan masuk dan keluarnya
  • Kedalaman tiap halaman dari beranda
  • Tautan yang mengarah ke halaman mati
  • Rantai pengalihan
  • Anchor text yang dipakai di tiap tautan
  • Halaman yang tidak ditemukan sama sekali lewat penelusuran tautan

Yang terakhir itu penting: crawler menemukan orphan page dengan cara membandingkan hasil penelusurannya dengan daftar halaman dari sitemap. Halaman yang ada di sitemap tapi tidak pernah ditemui saat menelusuri berarti tidak punya tautan masuk.

Screaming Frog adalah yang paling banyak dipakai. Versi gratisnya membatasi perayapan sampai 500 URL, dan lisensi berbayarnya £199 per tahun. Untuk blog di bawah 500 halaman, versi gratis sudah menyelesaikan hampir semua kebutuhan.

Ada juga crawler lain dengan pendekatan berbeda — sebagian berjalan di peramban, sebagian di server penyedia. Yang perlu diperiksa sebelum memilih: apakah ia melaporkan tautan masuk per halaman dan kedalaman, karena dua angka itu yang paling dibutuhkan.

Google Search Console: Melihat dari Sisi Google

Laporan Links menampilkan halaman yang paling banyak ditautkan dari dalam situs Anda sendiri, dan bisa ditelusuri sampai halaman mana saja yang menautkannya.

Gratis, dan datanya berasal langsung dari Google. Tapi ada batas yang perlu diketahui:

  • Tabelnya dibatasi 1.000 baris, jadi situs besar akan terpotong.
  • Datanya sampel, bukan daftar lengkap. Google menyatakan ini sendiri di dokumentasinya.
  • Dikelompokkan berdasarkan URL kanonik, dan tautan ganda dari sumber yang sama digabung.
  • Sebagian tautan yang tercatat mungkin sudah dihapus atau halamannya sudah tidak ada.

Kesimpulan praktisnya: pakai Search Console untuk melihat halaman mana yang menurut Google paling banyak ditunjuk, jangan pakai untuk memastikan sebuah halaman tidak punya tautan masuk. Untuk yang terakhir, crawler lebih bisa diandalkan.

Laporan Pages juga berguna — halaman yang tercatat sebagai ditemukan tapi belum terindeks sering punya masalah jalur tautan.

Alat Audit Menyeluruh

Alat SEO berbayar yang lengkap biasanya punya modul audit situs yang mencakup tautan internal, ditambah data peringkat dan backlink dalam satu tempat.

Kelebihannya: semua data ada di satu layar, dan pemantauan berkala berjalan otomatis.

Kekurangannya: skor tautan internal yang ditampilkan adalah perhitungan penyedia alat, bukan angka Google, dan berbeda antar penyedia. Berguna untuk melihat arah perubahan di dalam satu alat, tidak berguna untuk dibandingkan dengan alat lain.

Untuk situs satu orang dengan seratus artikel, langganan semacam ini biasanya belum sepadan.

Alat Pemasang Tautan Otomatis

Ada alat dan plugin yang menyarankan atau langsung memasang tautan berdasarkan kecocokan kata kunci.

Berguna untuk: menemukan halaman yang mungkin cocok ditautkan, terutama di situs besar yang isinya sudah tidak mungkin diingat semuanya.

Berisiko untuk: memasang tanpa diperiksa. Pencocokan berdasarkan kata sering menautkan dua hal yang cuma kebetulan memakai istilah yang sama, menempatkan tautan di kalimat yang tidak berhubungan, dan memakai anchor text yang persis sama berulang kali.

Cara pakai yang masuk akal: jadikan alat itu pencari kandidat, keputusan akhir tetap manual.

Yang Bisa Dikerjakan Tanpa Alat Khusus

Untuk situs kecil, sebagian besar pekerjaan bisa diselesaikan dengan:

  • Pencarian di situs sendiri lewat mesin pencari untuk menemukan halaman yang membahas topik terkait — ini cara tercepat mencari kandidat halaman sumber.
  • Lembar kerja sederhana berisi daftar halaman, jumlah tautan masuk, dan status pengerjaan.
  • Pemeriksaan manual pada halaman prioritas.

Untuk blog di bawah lima puluh artikel, cara ini sering lebih akurat daripada alat mana pun, karena Anda tahu isi tiap halaman.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Membandingkan angka dari dua alat berbeda. Cara hitungnya berbeda; angkanya tidak setara.
  • Memakai data Search Console sebagai hitungan lengkap.
  • Berlangganan alat mahal untuk situs kecil, lalu memakai kurang dari sepersepuluh fiturnya.
  • Memasang plugin otomatis lalu membiarkannya bekerja sendiri tanpa pernah memeriksa hasilnya.
  • Mengganti alat setiap beberapa bulan, sehingga tidak pernah punya data pembanding yang konsisten.

Pertanyaan Umum

Apakah versi gratis cukup?

Untuk situs di bawah 500 halaman, biasanya cukup. Crawler gratis dengan batas 500 URL ditambah Search Console sudah mencakup hampir semua yang dibutuhkan.

Alat mana yang paling akurat untuk menemukan orphan page?

Crawler, dengan syarat sitemap Anda lengkap. Crawler menemukannya dengan membandingkan hasil penelusuran tautan dengan daftar di sitemap.

Aman kalau hasilnya diperiksa. Masalahnya bukan pada alatnya, tapi pada kebiasaan membiarkannya bekerja tanpa pengawasan.

Berapa sering situs perlu dirayapi ulang?

Sebulan sekali untuk situs yang menerbitkan rutin, sekali per kuartal untuk yang jarang berubah, dan segera setelah ada perubahan struktur besar.

Hasil crawl perlu diterjemahkan menjadi pengukuran distribusi internal link, bukan sekadar daftar angka. Dua temuan yang paling perlu diprioritaskan adalah orphan page dan broken internal link.