Skip to main content

Cara Mengukur Distribusi Internal Link Building yang Efektif

• 7 menit

Cara memeriksa apakah tautan internal Anda tersebar merata atau menumpuk di segelintir halaman, angka apa yang perlu dikumpulkan, dan cara membaca hasilnya.

Cara Mengukur Distribusi Internal Link Building yang Efektif
  • Mengukur distribusi berarti melihat bentuk sebaran tautan di seluruh situs — bukan menilai satu halaman, melainkan melihat apakah ada halaman yang kelebihan dan halaman yang kelaparan.
  • Empat angka yang paling berguna: jumlah tautan masuk per halaman, jumlah tautan keluar, kedalaman dari beranda, dan jumlah halaman tanpa tautan masuk sama sekali.
  • Sebaran yang sehat berbentuk landai, bukan tebing. Kalau lima halaman punya ratusan tautan masuk dan tiga ratus halaman punya satu, itu masalah.
  • Data Search Console adalah sampel, bukan hitungan lengkap. Google menyatakannya sendiri.

Apa yang Sebenarnya Diukur

Mengukur distribusi internal link berarti melihat bagaimana tautan tersebar di seluruh situs — halaman mana yang menerima banyak, halaman mana yang tidak menerima sama sekali, dan seberapa timpang jaraknya.

Ini berbeda dari menilai satu halaman. Pengukuran distribusi memandang situs sebagai satu bentuk, dan mencari bagian yang tidak proporsional.

Analoginya paling dekat dengan memeriksa aliran air di sebuah bangunan. Bukan menanyakan “apakah keran ini mengalir”, tapi “apakah ada lantai yang tidak kebagian air sama sekali sementara lantai lain berlebihan”.

Empat Angka yang Perlu Dikumpulkan

Jumlah tautan masuk per halaman

Berapa halaman lain yang menunjuk ke sebuah halaman. Ini angka paling penting, dan yang paling sering timpang.

Jumlah tautan keluar per halaman

Berapa tautan yang dipasang di halaman itu. Halaman dengan nol tautan keluar adalah ujung buntu — pembaca dan crawler sampai di sana lalu tidak punya jalan lanjut.

Kedalaman dari beranda

Berapa klik minimal dari beranda ke halaman itu. Semakin dalam, semakin jarang dirayapi.

Jumlah halaman tanpa tautan masuk

Angka tunggal yang paling cepat memberi tahu ada masalah atau tidak. Halaman semacam ini disebut orphan page.

Cara Mengumpulkannya

Dengan crawler. Cara paling lengkap. Alat perayap menelusuri seluruh situs seperti mesin pencari, lalu melaporkan tautan masuk, tautan keluar, dan kedalaman tiap halaman. Versi gratis Screaming Frog membatasi perayapan sampai 500 URL — cukup untuk kebanyakan blog, dan lisensi berbayarnya £199 per tahun.

Dengan Search Console. Laporan Links menampilkan halaman yang paling banyak ditautkan dari dalam situs Anda sendiri. Gratis, tapi ada beberapa batas yang perlu diketahui:

  • Tabelnya dibatasi 1.000 baris, jadi situs besar akan terpotong.
  • Google menyatakan datanya adalah sampel, bukan daftar lengkap.
  • Data dikelompokkan berdasarkan URL kanonik, dan tautan ganda dari sumber yang sama digabung.
  • Sebagian tautan yang tercatat mungkin sudah dihapus atau halamannya sudah tidak ada.

Artinya laporan ini bagus untuk melihat halaman mana yang paling banyak ditunjuk, tapi tidak bisa dipakai untuk memastikan sebuah halaman benar-benar tidak punya tautan masuk.

Dengan daftar buatan sendiri. Untuk situs kecil, mengekspor daftar halaman lalu memeriksa manual masih masuk akal dan hasilnya paling akurat.

Membaca Hasilnya

Setelah angkanya terkumpul, urutkan halaman berdasarkan jumlah tautan masuk dari yang paling sedikit.

Sebaran yang sehat menurun landai. Beranda paling banyak, halaman kategori dan halaman utama tiap topik di bawahnya, halaman pendukung merata di kisaran yang mirip.

Sebaran yang bermasalah berbentuk tebing. Beberapa halaman punya ratusan tautan, lalu langsung terjun ke halaman-halaman yang punya nol atau satu. Ini biasanya tanda tautan hanya dipasang lewat menu dan template, tanpa tautan kontekstual sama sekali.

Yang perlu ditandai:

  • Halaman dengan nol tautan masuk. Prioritas paling tinggi.
  • Halaman penting yang tautan masuknya jauh di bawah halaman sejenis. Ini ketimpangan yang paling sering menjelaskan kenapa sebuah halaman tidak naik.
  • Halaman dengan kedalaman empat ke atas yang seharusnya penting.
  • Halaman dengan tautan keluar berlebihan — biasanya halaman arsip atau kategori yang menampilkan terlalu banyak entri sekaligus.
  • Halaman tanpa tautan keluar sama sekali.

Menerjemahkannya Jadi Pekerjaan

  1. Selesaikan halaman tanpa tautan masuk lebih dulu. Ini perbaikan dengan hasil paling jelas.
  2. Kurangi kedalaman halaman penting. Sering cukup dengan menambah tautan dari satu halaman yang dekat dengan beranda.
  3. Ratakan ketimpangan di kelompok yang sama. Kalau sepuluh artikel satu topik punya rata-rata delapan tautan masuk dan dua di antaranya cuma punya satu, dua itu yang dikejar.
  4. Rapikan halaman dengan tautan keluar berlebihan. Kurangi jumlah entri per halaman arsip, atau perbaiki pagination.
  5. Ukur ulang setelah beberapa minggu dengan cara yang sama persis.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Mengukur sekali lalu tidak pernah lagi. Sebaran berubah setiap kali ada artikel baru.
  • Memakai angka Search Console sebagai hitungan lengkap. Itu sampel, dan Google menyatakannya.
  • Membandingkan hasil dari dua alat berbeda. Tiap alat punya cara menghitung sendiri; angkanya tidak setara.
  • Mengejar kemerataan mutlak. Tidak semua halaman perlu jumlah tautan yang sama. Halaman prioritas memang seharusnya lebih banyak.
  • Menghitung tautan dari menu dan footer sama nilainya dengan tautan kontekstual. Kalau alat Anda tidak memisahkannya, angka tautan masuk akan terlihat bagus padahal semuanya berasal dari template.

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah tautan masuk yang ideal per halaman?

Tidak ada angka bakunya. Yang lebih berguna adalah membandingkan halaman dengan halaman sejenis di situs Anda sendiri. Ketimpangan di dalam satu kelompok lebih informatif daripada angka mutlak.

Apakah tautan dari menu dihitung?

Dihitung oleh sebagian besar alat, tapi nilainya berbeda. Kalau memungkinkan, pisahkan tautan template dari tautan di dalam badan tulisan saat menganalisis.

Seberapa sering pengukuran ini perlu diulang?

Sekali per kuartal cukup untuk situs yang jarang menambah konten. Untuk situs yang menerbitkan rutin, sebulan sekali lebih masuk akal.

Pengukuran distribusi melihat bentuk sebaran di seluruh situs; scoring memberi nilai pada tiap halaman untuk menentukan urutan prioritas. Yang pertama diagnostik, yang kedua alat pengambilan keputusan.

Setelah ketimpangan ditemukan, gunakan internal link scoring untuk menentukan urutannya. Halaman yang tidak menerima tautan sama sekali perlu dipahami sebagai orphan page, sementara data dasarnya bisa dikumpulkan lewat tools internal linking.