Apa Itu Aksesibilitas Website
Aksesibilitas website adalah seberapa mudah situs dipakai oleh semua orang, termasuk yang memakai pembaca layar, hanya bisa menavigasi lewat papan ketik, atau punya keterbatasan penglihatan dan gerak.
Acuan yang dipakai di seluruh dunia adalah WCAG — pedoman yang menetapkan syarat teknis dan membaginya ke tiga tingkat: A, AA, dan AAA. Tingkat AA yang umum dijadikan target, dan yang paling sering dijadikan syarat dalam pengadaan maupun regulasi.
Hubungannya dengan SEO
Keduanya bukan hal yang sama, dan menyamakannya justru mengaburkan alasan mengerjakan aksesibilitas. Tapi bagian yang beririsan cukup besar:
- Teks alternatif pada gambar dibutuhkan pembaca layar, dan sekaligus membantu mesin pencari memahami gambar.
- Kerangka heading yang rapi dipakai pembaca layar untuk navigasi, dan dipakai mesin pencari untuk memahami struktur.
- Elemen semantik memperjelas mana isi utama bagi keduanya.
- Teks tautan yang menerangkan tujuan berguna bagi pembaca layar dan bagi penilaian relevansi.
- Kontras dan ukuran huruf yang memadai memengaruhi keterbacaan, yang masuk wilayah pengalaman halaman.
Yang tidak beririsan: sebagian besar syarat WCAG tidak punya kaitan langsung dengan peringkat. Aksesibilitas dikerjakan karena orang berhak memakai situs Anda — manfaat SEO-nya datang sebagai akibat.
Mulai dari semantic HTML membuat perbaikan lebih mendasar daripada sekadar mengejar skor alat. Untuk pengalaman di layar kecil, pengaturan viewport meta tag juga perlu benar.
Alat Pemeriksa Otomatis
- Lighthouse di alat pengembang Chrome — bagian aksesibilitas memberi gambaran cepat dan sudah tersedia tanpa memasang apa pun.
- axe DevTools — ekstensi peramban yang laporannya lebih rinci dan menunjuk langsung ke elemen yang bermasalah.
- WAVE — menampilkan hasil pemeriksaan langsung di atas halaman, berguna untuk menjelaskan masalah ke orang non-teknis.
- Pemeriksa kontras warna untuk memastikan rasio kontras teks memenuhi syarat.
- Pemeriksa aksesibilitas di alat pengembang untuk melihat pohon struktur yang dibaca teknologi bantu.
Batasan yang perlu diketahui: alat otomatis hanya menangkap sebagian masalah. Ia bisa memberi tahu bahwa sebuah gambar tidak punya atribut alt, tapi tidak bisa menilai apakah alt yang ada benar-benar menerangkan gambarnya.
Pemeriksaan Manual yang Wajib
Empat pemeriksaan ini menangkap masalah yang tidak terdeteksi alat mana pun, dan semuanya bisa dikerjakan sendiri dalam beberapa menit:
- Telusuri seluruh halaman dengan papan ketik saja. Tekan tab dari atas ke bawah. Semua yang bisa diklik harus bisa dicapai, urutannya harus masuk akal, dan fokusnya harus terlihat jelas.
- Coba selesaikan satu tugas tanpa tetikus — mengisi formulir, membuka menu, menutup popup. Popup yang tidak bisa ditutup lewat papan ketik adalah jebakan yang sering ditemukan.
- Perbesar halaman sampai 200 persen. Isinya harus tetap terbaca dan tidak saling menimpa.
- Dengarkan halamannya dengan pembaca layar. Tidak perlu mahir — cukup untuk merasakan apakah urutannya masuk akal dan apakah ada bagian yang dibacakan sebagai “tautan tanpa nama”.
Elemen yang Paling Sering Bermasalah
- Gambar tanpa atribut alt, atau dengan alt berisi nama berkas.
- Tombol berupa
<div>yang tidak bisa difokuskan lewat papan ketik. - Formulir tanpa label yang terkait ke isiannya, sehingga pembaca layar tidak tahu isian itu untuk apa.
- Kontras warna yang tidak memadai, terutama pada teks abu-abu di latar putih dan teks di atas gambar.
- Fokus papan ketik yang tidak terlihat, karena garis fokus bawaan dihilangkan lewat CSS tanpa diganti.
- Kerangka heading yang melompat atau dipilih berdasarkan ukuran huruf.
- Teks tautan berbunyi “klik di sini” yang tidak berarti apa-apa saat dibacakan terpisah.
- Popup yang tidak menahan fokus di dalamnya, sehingga pengguna papan ketik tersesat di halaman belakangnya.
- Video tanpa teks terjemahan.
Urutan Perbaikan
- Perbaiki yang menghalangi sama sekali — elemen yang tidak bisa dicapai papan ketik, dan popup yang tidak bisa ditutup.
- Perbaiki formulir — label, pesan kesalahan yang terbaca, dan urutan fokus.
- Perbaiki teks alternatif gambar yang informatif, dan kosongkan yang dekoratif.
- Perbaiki kontras dan tanda fokus.
- Rapikan kerangka heading dan elemen semantiknya.
- Baru kejar sisa temuan alat otomatis.
Urutan ini disusun dari yang membuat situs benar-benar tidak bisa dipakai ke yang membuatnya kurang nyaman.
Pertanyaan Umum Seputar Aksesibilitas
Apakah aksesibilitas memengaruhi peringkat?
Tidak sebagai faktor tersendiri, tapi banyak syaratnya beririsan dengan hal yang memang dinilai — struktur yang jelas, teks alternatif, dan keterbacaan.
Tingkat WCAG mana yang perlu dikejar?
AA untuk sebagian besar situs. Tingkat AAA menuntut hal yang untuk banyak jenis situs tidak praktis dan jarang dijadikan syarat.
Apakah plugin aksesibilitas otomatis cukup?
Tidak. Lapisan otomatis bisa memperbaiki sebagian hal permukaan, tapi masalah yang paling menghalangi — urutan fokus, label formulir, mutu teks alternatif — tetap menuntut perbaikan di kodenya.