Cukup Google Maps atau Perlu Website?
Profil Google Maps cukup untuk usaha yang pembelinya datang dari sekitar dan memutuskan di tempat, sedangkan website perlu begitu pembeli harus membandingkan, memesan dari jauh, atau mencari jawaban yang tidak muat di profil. Warung makan di dekat kampus bisa hidup dari peta saja. Penginapan, rental mobil, atau katering acara di Jogja jarang bisa, karena pembelinya memutuskan sebelum datang.
Profil yang dimaksud adalah Google Business Profile, yang tampil di Google Maps dan di blok peta hasil pencarian. Cara menyiapkannya dibahas di local SEO untuk bisnis di Jogja. Tulisan ini membahas pertanyaan sesudahnya: apakah profil itu sudah cukup.
Yang Bisa dan Tidak Bisa Ditampung Profil Google Maps
Profil Google Maps menjawab pertanyaan “di mana, kapan buka, dan bagaimana kata orang”, tetapi tidak dirancang untuk menjelaskan.
Yang ditampung dengan baik oleh profil:
- Lokasi dan rute. Alamat, titik peta, dan petunjuk arah langsung dari ponsel.
- Jam buka dan kontak. Termasuk tombol telepon.
- Ulasan dan foto. Dua hal yang paling sering dilihat sebelum orang datang.
- Daftar produk atau layanan singkat. Cukup untuk memberi gambaran, belum cukup untuk membandingkan.
Yang tidak ditampung dengan baik:
- Penjelasan yang panjang. Paket, syarat, perbedaan tipe kamar atau armada, dan apa saja yang termasuk dalam harga.
- Pencarian tanpa niat lokasi. Orang di Jakarta yang mencari “souvenir nikah custom” tidak sedang mencari peta, dan profil usaha Jogja jarang muncul di hasil itu.
- Kendali atas tampilan dan data. Isi profil bisa berubah karena saran pengguna, tata letaknya ditentukan Google, dan profil bisa ditangguhkan kalau datanya dianggap tidak sesuai ketentuan.
Poin terakhir paling jarang dipikirkan. Usaha yang hanya punya profil menyerahkan seluruh keberadaannya di internet kepada satu platform.
Empat Pertanyaan untuk Memutuskan
Kalau jawaban keempat pertanyaan ini “tidak”, profil Google Maps yang rapi sudah cukup untuk saat ini.
- Apakah sebagian pembeli berasal dari luar Jogja? Wisatawan, tamu acara, dan pembeli kiriman luar kota mencari jauh sebelum tiba, dan biasanya membandingkan beberapa pilihan.
- Apakah keputusan membeli butuh perbandingan? Usaha yang menjual paket, tipe, atau harga yang berbeda-beda butuh tempat untuk menjelaskan perbedaannya.
- Apakah pesanan terjadi sebelum pembeli datang? Penginapan, sewa kendaraan, katering, dan kursus menerima pesanan dari jauh, sering beberapa minggu sebelumnya.
- Apakah ada kata kunci yang dicari tanpa menyebut lokasi? Produk yang dijual ke luar kota, atau layanan yang dicari dengan nama jenisnya, butuh halaman yang bisa muncul di hasil pencarian biasa.
Satu jawaban “ya” sudah cukup menjadi alasan untuk mulai menyiapkan website. Bentuknya tidak harus besar. Untuk banyak usaha, beberapa halaman yang menjawab pertanyaan kedua dan ketiga sudah mengubah hasilnya.
Pola yang Sering Terlihat di Jogja
Tabel berikut berupa gambaran umum per jenis usaha, bukan aturan. Usaha yang sama bisa berada di baris berbeda, tergantung siapa pembelinya.
| Jenis usaha | Kecenderungan | Alasannya |
|---|---|---|
| Warung makan, burjo, angkringan | Cukup Maps | Pembeli dari sekitar dan memutuskan di tempat |
| Laundry kiloan, bengkel, pangkas rambut | Cukup Maps, website opsional | Pencariannya hampir selalu “dekat saya” |
| Penginapan dan homestay | Perlu website | Tamu membandingkan tipe kamar dan tarif dari jauh |
| Rental mobil dan motor | Perlu website | Pesanan masuk sebelum tiba, dengan banyak variabel harga |
| Paket wisata | Perlu website | Isi paket, harga per peserta, dan jadwal butuh penjelasan |
| Katering acara | Perlu website | Menu, porsi, dan syarat pesanan dibandingkan sebelum memesan |
| Kerajinan dan oleh-oleh yang dikirim | Perlu website | Pembeli di luar Jogja tidak mencari lewat peta |
| Kursus dan bimbingan belajar | Perlu website | Orang tua membandingkan program, jadwal, dan biaya |
Usaha di baris “perlu website” butuh susunan halaman yang berbeda per industri. Contohnya dibahas untuk website hotel dan penginapan Jogja dan website paket wisata Jogja, sedangkan prinsip umumnya ada di website bisnis di Jogja.
Kalau Keduanya Dipakai: Cara Menyambungkannya
Website dan profil Google Maps bekerja paling baik kalau datanya sama dan masing-masing mengerjakan tugasnya sendiri.
- Nama, alamat, dan telepon yang sama persis di profil, website, dan direktori lain. Perbedaan kecil sekalipun melemahkan sinyalnya, seperti dijelaskan di konsistensi NAP.
- Tautan website di profil yang mengarah ke halaman paling relevan. Untuk penginapan, halaman tipe kamar atau tarif sering lebih berguna daripada beranda.
- Parameter UTM pada tautan itu, supaya kunjungan dari peta terpisah dari kunjungan pencarian biasa di Google Analytics.
- Alamat di website yang menaut ke profil, sehingga mesin pencari mudah menyimpulkan bahwa profil dan website itu milik usaha yang sama.
- Jam buka yang diperbarui di dua tempat sekaligus, terutama saat libur panjang dan Lebaran.
Profil yang rapi tetap pekerjaan pertama, karena gratis dan dampaknya paling cepat terasa. Langkah rincinya ada di Google Business Profile untuk usaha di Jogja. Website menyusul untuk menjawab apa yang tidak bisa dijawab profil.